Do you like this story?
Rekap? sinopsis? hadeuh... episode ini agak susah disingkat, karena porsi pemeran utama gede banget....
Episode kali ini aku mau bersikap adil pada dr. Yoon Pil Joo biar lebih banyak tampil. Lagipula dia banyak pasang tampang super duper cutenya, hihi.... CSW nya diistirahatin dulu sampe kumisnya numbuh lagi, hihi.

Episode kali ini aku mau bersikap adil pada dr. Yoon Pil Joo biar lebih banyak tampil. Lagipula dia banyak pasang tampang super duper cutenya, hihi.... CSW nya diistirahatin dulu sampe kumisnya numbuh lagi, hihi.
“I'll shave it because of you….only because of you..”
Episode 5
PD Kim, produsernya kuis Couple Making sekaligus sunbaenya Pil Joo heran pada Pil Joo yang menolak undangan Se Ri dan memilih pergi dengannya untuk survey lokasi di pinggiran kota. Di tengah jalan, Pil Joo melihat spanduk penampilan Ae Jung di sebuah klub malam, ia pun langsung mendatangi tempat itu. Namun tak bisa menemuinya karena Ae Jung batal tampil dan telah pergi.
Sementara itu Ae Jung akhirnya bangun, ia bingung saat melihat ke sekeliling tak mengenali tempat itu, ia pun keluar dari mobil. Di bawah kelopak sakura yang berguguran, Ae Jung mendekati sosok pria yang membelakanginya. Ae Jung terkejut saat pria itu berbalik.
Sementara itu Ae Jung akhirnya bangun, ia bingung saat melihat ke sekeliling tak mengenali tempat itu, ia pun keluar dari mobil. Di bawah kelopak sakura yang berguguran, Ae Jung mendekati sosok pria yang membelakanginya. Ae Jung terkejut saat pria itu berbalik.
“Rencana tampil di ultah ke 10 debutmukau tersedak kimbap saat menunggunya?.... aku membayarnya”.
“Kenapa?”.
Dokko Jin mengaku awalnya ia ingin melihat keadaan Ae Jung yang menyedihkan, tapi kemudian dia merasa marah karena tak suka melihat Ae Jung mengalaminya.
“Kenapa?”.
“Aku juga tak mempercayainya, jadi kau pun pasti takkan mengerti. Hanya ada satu jawaban yang mungkin, menurutmu apa itu?”.
“Dokko Jin, mungkinkah kau…..menyukaiku?”tanya Ae Jung tak yakin.
“Ding dong!!”.
“Kau sungguh menyukaiku?”.
“Ya betul….itu sebabnya aku malu pada diriku sendiri” hwa, dasar Dokko Jin nyebelin, merusak suasana romantis tiba-tiba.
Menjawab keheranan PD. Kim, Pil Joo mengaku tak bertemu wanita yang dicarinya karena berselisih jalan. Pil Joo kembali mengingat saat ia keluar dari klub malam untuk mencari Ae Jung. Saat ingin meneleponnya ia justru melihat Ae Jung sedang tertidur di dalam mobil yang di kemudikan Dokko Jin. Pil Joo menghela nafas.
“Kau baru saja mengaku menyukaiku?”tanya Ae Jung yang masih tak percaya.
“Bukan pengakuan, tapi pernyataan…. Kau selalu hadir di depanku, aku selalu memikirkanmu…“.
Dokko Jin ingin tahu pendapat Ae Jung, “Apa kau merasa tersanjung dan berterimakasih? Kau sampai tak bisa bicara. Apa kau berdebar hingga tak mampu bicara?”.
“Aku tersanjung dan berterimakasih, tapi aku tak berdebar……………”
Dokko Jin menyangka Ae Jung mengulur agar tak terkesan gampangan, tapi Ae Jung mencoba meyakinkan (membalik kata-kata Dokko Jin tadi): “Hanya ada satu jawaban yang mungkin, menurutmu apa itu?................................aku tak menyukai Dokko Jin, maafkan aku”.
Dokko Jin kecewa dan meradang, ia menuduh Ae Jung linglung atau belum sepenuhnya bangun. Taman bermain yang sudah lewat jam tutupnya masih menyalakan lampu hanya karena ia Dokko Jin sang aktor Korea terbaik memintanya. Berani-beraninya Goo Ae Jung merusak mimpi yang dibuat Dokko Jin untuknya.
“Siapa yang menyuruhmu masuk ke rumahku?? Pulang ke rumahmu sendiri!” wkwkwk.
Ae Jung akhirnya keluar, ia kesal Dokko Jin tak mengantarnya pulang ke rumah, hingga ia salah paham.
Dokko Jin kembali menegaskan mulai dari saat itu ia akan mempersulit hidup Ae Jung, sama seperti kisah Camellia.
Ae Jung tak tahan lagi dengan kelakuan Dokko Jin, ia menganggap Dokko Jin pria aneh (emang xixi). Biasanya pria jika di tolak ia akan ‘ya sudah’ atau ia akan berusaha membuat si gadis berubah pikiran.
Tapi tidak dengan Dokko Jin, ia yang mengklaim sifat pendendamnya setinggi tubuhnya akan melakukan segala cara untuk membuat Ae Jung berdebar, “Aku ada di dekatmu atau tidak, saat kau memikirkanku hatimu akan berdebar-debar!”.
Ae Jung akhirnya berhasil melepaskan diri, sebelum berpisah, Dokko Jin kembali mengeluarkan ancaman camellianya dan terbahak-bahak nggilani.
Ae Hwan juga menatap bingung pada berita di koran… ia mencurigai sesuatu.
Dokko Jin menaruh skrip yang sedang dibacanya, ia menanyakan apa Ae Jung tidur nyenyak semalam, karena ia sendiri tak bisa tidur memikirkan ‘ayam’nya Ae Jung.
Kini Dokko Jin menyelipkan brosurnya di saku belakang celana, dan memprovokasi Ae Jung untuk mengambilnya. Hampir saja Ae Jung mengambil brosur itu kalau saja Kepala Moon tak masuk.
Setelah memberi penjelasan semalam ia hanya melihat-lihat bunga, Dokko Jin meninggalkan Ae Jung dan kepala Moon. Tapi sebelum pergi Dokko Jin menunjukkan brosurnya, Ae Jung menggeleng memohon, Dokko Jin menggoda Ae Jung seolah dia akan mengadu pada kepala Moon, padahal tidak, ia membuang brosur itu di tempat sampah lalu mengedipkan matanya.
Sebelum mengungkapkan maksudnya, kepala Moon sedikit curhat tentang rumor baru Dokko Jin. Kepala Moon mengaku dulu juga Dokko Jin pernah mengalami rumor serupa saat Se Ri yang naksir Dokko Jin sering terlihat bersamanya dan foto-foto kebersamaan mereka merebak. Saat itu ia tak menghalangi bahkan cenderung mendukung karena itu juga berarti menghentikan gosip Dokko Jin itu gay. Tapi sekarang berbeda, ada kontrak besar yang akan rusak kalau skandal baru muncul. Setelah curhat, ini maksud kepala Moon, ia minta Ae Jung memberinya sample CD solonya, ia berniat akan membuatkan Ae Jung album.
Berdasarkan pengakuan PD Kim bukan hanya dia yang tahu soal pertunjukkan Ae Jung semalam, Ae Jung pun bergegas menemui Pil Joo memintanya untuk merahasiakannya. Pil Joo setuju, tapi pengakuannya mengherankan Ae Jung. Pil Joo mengaku belum pernah ke klub malam dan bahkan mengaku belajar lebih menyenangkannya daripada bermain.
“Dr. Yoon, ibumu pasti sangat bahagia, kan? Memiliki anak suka belajar. Aku juga harus melahirkan seorang anak seperti itu nanti”.
“Untuk memiliki anak seperti itu, kau harus menikah dengan pria yang seperti itu”. Hwa, Pil Joo nembak ceritanya?
“Benarkah? Tapi pria-pria seperti itu juga pasti menurut pada ibu mereka. Jadi mereka tidak akan menikahi wanita seperti aku (karena aku bukan tipe yang di sukai seorang ibu untuk jadi menantu)”.
Pil Joo menyangkal anggapan itu, ia mengaku kadang-kadang ia juga tak mendengarkan bahkan memberontak pada ibunya, walau hanya untuk hal kecil seperti makan ramen sekenyang-kenyangnya hingga tak nafsu lagi makan masakan ibunya.
“Ding dong!!”
“Kenapa mulutmu seperti lonceng sapi yang berbunyi ding dong ding dong??”
“Karena itu sebuah pintu … pintu untuk masuk ke kandang ayam Ae Jung!... ding dong ding gong kok kok kok kok!!”
Ae Jung tak mau ambil pusing dengan ayam dan Dokko Jin, ia memberanikan diri untuk mengatakan dari pada memikirkan soal ayam, ia lebih baik bersembunyi di balik semak Camellia.
Sadar Ae Jung tak takut dengan ancaman ayamnya, Dokko Jin melunak, ia kembali menanyakan pendapat soal rencana cukur kumisnya. Saat mendengar Ae Jung mengatakan bagus, Dokko Jin langsung menyatakan ia akan mencukur kumisnya demi Ae Jung dengan satu syarat. Ae Jung lah yang harus memberi tanda kecupan bibir di pipi Dokko Jin!!.
Ae Jung benar-benar tak bisa mendapatkan ketenangan, bahkan ia kembali mengingat ciumannya di pipi Dokko Jin. Parahnya lagi tak lama kemudian Dokko Jin meneleponnya. Kini nama Dokko Jin berubah dari 6090 menjadi Camellia, wkwkw, ganti lagi.
Jae Suk yang tahu kebiasaan Dokko Jin yang selalu menonton premier dan pemutaran terakhir filmnya yakin malam ini akan ke bioskop dan menyewa seruangan teater VIP. Yang ia herankan Dokko Jin biasanya selalu memaksanya ikut, tapi malam ini ia bahkan melarangnya ikut. Jae Suk yakin kalau Dokko Jin pasti mengajak seseorang. Kepala Moon berpikir keras.
“Bagaimana aku tahu apa yang kau 'si penampilan mulia dan latar belakang kaya' pikirkan?” Ae Jung menjawab rada sinis, “Kenapa kau bertanya padaku?”.
“Lalu pada siapa aku harus bilang kalau aku menyukaimu? Selain kau aku tak punya siapa pun untuk diajak diskusi”.
“Jadi karena memalukan makanya kau mendiskusikannya denganku?”.
“Tentu saja, jadi kau harus ingat ini tetap rahasia, kalau sampai bocor, aku akan menuntutmu” wkwkwkw, Dokko Jin masih jaim.
Dokko Jin yang belum menemukan jawaban atas pertanyan-tanyaannya sendiri menyimpulkan kemungkinan Ae Jung memakai daya mistis untuk memikatnya, wkwkwk pake pelet guna-guna pa pake pelet (makanan) ikan?
Ae Jung tertawa, “Aku tak punya kekuatan mistik, tapi aku punya sedikit energi sinting dalam diriku. Sebelum aku benar-benar gila, kau harus hati-hati”.
Dokko Jin setuju soal kegilaan Ae Jung yang 10 tahun yang lalu menampar Se Ri dan menyebabkan populatirasnya rusak. Dokko Jin terbahak merasa lucu dengan ceritanya, tapi mulutnya langsung menutup melihat Ae Jung sama sekali tak tersenyum.
Ae Jung kesal pada Dokko Jin yang asal nyablak, mengabaikan perasaan lawan bicaranya. Menghilangkan kesal Ae Jung minum minuman bergambar Dokko Jin. Dokko Jin yang tak tahu Ae Jung sedang minum tak hati-hati saat melewati polisi tidur (di Korea ada polisi tidur juga??) menyebabkan minumannya tumpah membasahi kaos Ae Jung.
Dokko Jin merasa bersalah, ia menyodorkan tisu. Ae Jung mengambil tisu itu dan melap mobil Dokko Jin yag kecipratan.
“Jangan melap mobilnya, tapi bajumu” … see, Dokko Jin mulai terasa perubahannya.
Tapi Ae Jung terlanjur kesal.
Setelah melihat mangkoknya habis, Se Ri sedikit histeris, ia menyalahkan Pil Joo yang diam saja tak melarangnya menghabiskan semua. Melihat Se Ri panik akan terlihat tembem di kamera besok, Pil Joo menelepon kliniknya untuk mengirim satu set obat ke rumah Se Ri.
Se Ri menawarkan untuk mentraktir Pil Joo makan kapan-kapan karena hari ini ia telah menghabiskan ramen Pil Joo. Tapi Pil Joo minta bayaran lain dibanding makan malam, ia minta agar adegan titanic di acara Couple making di tiadakan. Se Ri setuju.
Sepeninggalnya Pil Joo, Se Ri menyesal makan terlalu cepat hingga tak punya waktu cukup lama untuk mengobrol dengan Pil Joo. Terbersit suatu ide, ia pun bergegas menyusul Pil Joo dan menawarinya menonton film.
Ternyata Se Ri berencana mengajak Pil Joo untuk menonton Fighter. Se Ri terkejut saat mendengar dari PD Kim bahwa Pil Joo fansnya Dokko Jin, secara akhr-akhir ini ia sering mencari tahu soal Dokko Jin… Pil Joo mengakui ia memang ingin kenal siapa itu Dokko Jin.
Dokko Jin dan Ae Jung berpisah, Ae Jung masuk duluan sementara Dokko Jin masih menunggu di mobil. Ae Jung berniat membeli makanan untuk cemilan, tapi lewat telepon Dokko Jin melarangnya, ia tak mau bunyi orang makan atau minum mengganggu acara nontonnya.
Tanpa di sadari Ae Jung, di belakangnya ada Jae suk yang sedang memata-matai Dokko Jin atas perintah kepala Moon. Jae Suk juga belum ngeh akan kehadiran Ae Jung.
Saat itu datang Ae Jung yang baru dari kamar kecil, ia melihat Se Ri dan Jae Suk (tapi tak melihat Pil Joo yang keheranan melihatnya). Ae Jung buru-buru bersembunyi.
“Aku sudah membeli semua yang kau inginkan: Coke, popcorn, dan kentang.”
“Ada apa denganmu? Aku takut pada kentang itu”.
“Apa kau menghindariku karena takut aku akan menangkap ayammu?”.
“Ya aku takut,…. Aku takut jika kenyatannya aku tidak keberatan diganggu olehmu, bahkan berpikir untuk membiarkanmu terus menggangguku…… aku takut jika pertahananku 10 tahun terakhir ini goyah, maka semua yang ku usahakan sia-sia...... Dokko Jin, saat ini kau mungkin takut karena perasaanmu padaku, tapi apa kau tak takut jika aku memutuskan untuk bergantung padamu dan takkan membiarkanmu pergi?”
ada beberapa gambar yang missed, tapi gapalah, males upload lagi....... hua hua... walau dengan dagu plontos (??) pun aku tetap padamu CSW, wkwkwkwk...berharap scene episode selanjutnya ada yang minta dia potong poni...
^^KeeP the SmiLe!!^^
0 comments:
Post a Comment