Recent Post


[Rekap Drama] Dong Yi, Jewel In The Crown Episode 21-25

Do you want to share?

Do you like this story?

Episode 21
Tahun 1689
Ratu Inhyeon menerima hukumannya untuk diasingkan. Mahkota dan jabatannya pun ikut dicabut. Dong Yi dan dayang lainnya tampak terluka dengan keputusan ini,begitu juga Raja yang termenung sendiri di ruangannya.
Hanya Lady Jang yang melihat dengan tatapan yang tak dapat diterjemahkan. Antara rasa bersalah dan ambisinya untuk menggantikan posisi Ratu. Dong Yi pun ikut mengantarkan kepergian Ratu dari jauh. Kecewa karena tidak dapat membuktikan bahwa ratu tidak bersalah.
Flashback
Sebenarnya Dong Yi memiliki bukti tersebut ditangannya, namun Seo Young Gi melarang untuk mengeksposnya karena Raja telah menurunkan perintah. Seo Young Gi mengatakan bahwa bukti itu akan sia-sia jika dibuka sekarang karena Fraksi Barat kini tidak memiliki kekuatan dalam kekuasaan setelah apa yang dituduhkan kepada Ratu. Fraksi Selatan akan melakukan segala cara untuk menghentikan investigasi. Seo Young Gi menyuruhnya bersabar karena mereka akan menemukan jalan lain.
“Kekuasaan dapat menutupi kebenaran, namun kebenaran tidak akan hilang.”
Begitupun Ratu sebelum diturunkan. Ia berharap Dong Yi sabar dan membantunya menjaga Raja. Karena Ratu sangat mengerti Raja adalah orang paling terluka dengan keputusan ini. Ia ingin Dong Yi tersenyum di hari pelepasannya.
“Seperti kau, ia terlihat paling baik saat tersenyum.” (Sedih banget ngeliat Ratu masih memikirkan orang-orang terdekatnya walaupun sudah “dikhianati” )

Pihak Lady Jang a.k.a Fraksi Selatan berada di atas angin. Jang Hee Jae sepertinya juga akan naik pangkat (that’s annoys me so much). Namun Lady Jang terlihat seperti ada yang mengganjal dipikirannya. Ternyata ia penasaran dengan apa yang ditemukan Dong Yi. Fraksi Barat terlalu tenang, sehingga Lady Jang tidak tahu langkah apa yang ingin mereka lakukan. Ini sangat mengkhawatirkannya.
Dong Yi menemui Lady Jang. Lady Jang bertanya apakah ia ingin meminta maaf dan memohon belas kasihan karena kini tidak ada orang yang memback upnya?Dong Yi pun membalas, walaupun ia tidak memiliki bukti ia tidak akan meminta maaf pada orang yang melakukan kejahatan.
Permintaan Maaf itu oleh orang yang tidak memiliki kekuasaan kepada yang memiliki kekuasaan, kalau kau berlutut padaku sekarang aku mungkin akan menyelamatkanmu”jawab Lady Jang.

“Wanita yang aku kenal adalah orang yang bersahaja dan memperhatikan seorang pelayan lebih dari dirinya. Namun wanita yang aku ikuti dan aku percaya itu kini sudah tiada.” Dong Yi membalas dengan sedih. “Kebenaran pasti akan terungkap, itulah yang ingin kukatakan padamu Yang Mulia.”
Para Guneo atau dayang pengawas diberi tugas investigasi mereka. Dong Yi ditugaskan untuk menginvestigasi Bendahara Istana (seperti Departemen Keuangan). Para Dayang lainnya terkejut, sedangkan Dong Yi terlihat tenang. Lady Choi sepertinya memiliki maksud tersembunyi dengan menempatkan Dong Yi di Bendahara Istana. Ia dan Lady Jang bermaksud untuk menendang Dong Yi keluar dari istana dengan cara itu. Mereka yakin Dong Yi akan membuat keributan di sana. Bendahara Istana adalah Departemen yang paling sulit diinvestigasi.
Cha Chun Soo kini telah menjadi petugas polisi baru di resimen Jang Hee Jae atas perintah Seo Young Gi. Ia bertugas mengawasi pergerakan Jang Hee Jae. Ini hari kedua Dong Yi bertugas, ia meminta buku pencatatan inventaris. Namun lagi-lagi para kasim memberinya buku yang berisi lukisan porno. Dong Yi mengeluh,”ini sudah pernah kulihat sebelumnya, aku bahkan dapat menghafalnya, apakah kau dapat memberiku yang lainnya?”. Tentu saja kasim itu kaget. Dong Yi kembali serius dan meminta buku pencatatan.
Dong Yi bersama Tuan Hwang dan Young Dal minum-minum bersama Raja. Awalnya Tuan Hwang dan Young Dal takut sekali, karena sebelumnya mereka bersikap tidak sopan kepada Raja. Kali ini mereka berjanji pada diri sendiri untuk fokus dan tidak minum. Pada kenyataannya Young Dal lupa dan Tuan Hwang berusaha menahan ucapannya. Tak lama kemudian Tuan Hwang pun sudah ikut mabuk. Raja pun terlihat bahagia dengan keterus-terangan mereka.

Dong Yi kembali ke bendahara istana dan memeriksa buku pencatatan. Ia menemukan kejanggalan dan membawa pergi buku catatan. Namun salah satu kasim memergokinya dan meminta kembali buku itu. Namun Dong Yi mengatakan ada pembayaran yang belum dilakukan oleh bendahara istana namun dalam pencatatan dikatakan sudah dibayar dalam pencatatan. Dong Yi bersikeras melaporkannya pada kepala polisi. Namun ia berakhir di ruang penyiksaan. Ia kembali ke markas Dayang pengawas dalam keadaan terluka, namun Lady Choi malah memarahinya karena bersikap tidak sopan pada kasim bendahara istana.
Tidak puas terhadap respon Lady Choi yang tidak mempedulikan akan adanya kejanggalan di bendahara istana Dong Yi pun pergi menemui Seo Young Gi. Ia melaporkan temuannya. Ia yakin uang yang dikorupsi tersebut berkaitan dengan kematian Ibu Suri, untuk membayar orang-orang yang berkaitan dengan konspirasi pembunuhannya. Seo Young Gi mengatakan untuk tidak memberitahu hal ini kepada siapapun, kalau tidak Dong Yi akan berada dalam bahaya. Namun agar terbukti hal ini membutuhkan audit langsung. Seo Young Gi dan Dong Yi pun dilemma.
Seo Young Gi mengajak Dong Yi ke tempat teman lamanya yang seorang Jendral Pengawas. Mungkin ia bisa mengatasi masalah ini. Dong Yipun kembali ke bendahara istana. Rekan sejawat sesama Dayang pengawas tidak dapat menahan Dong Yi.
Para kasim bendahara tidak memberinya izin masuk. Para kasim akan menangkap Dong Yi lagi untuk menyiksanya. Namun Lady Jung, Lady Bong serta beberapa dayang pengawas datang dan menghentikan mereka. Lady Jung datang untuk melakukan audit.

Episode 22
Para kasim terkesiap dengan kedatangan Lady Jung. Mereka menyusun rencana untuk menggagalkan pengauditan. Sementara itu para Dayang pengawas pun bersikeras untuk melakukan audit. Jang Hee Jae pun kembali murka mendengar kabar bahwa “pengacau” rencananya lagi-lagi adalah Dong Yi.
Kasim pelayan bendahara istana akhirnya memutuskan untuk memenjarakan para Dayang pengawas yang berniat mengaudit. Para Dayang pengawas memberontak dan tiba-tiba muncul kepala kasim memanggil para kasim pelayan bendahara istana juga Lady Jung untuk datang ke istana utama. Pihak Lady Jang sangat cemas. Mereka ingin mendepak Dong Yi, namun skandal lain malah akan terbongkar.
Raja meminta Lady Jung untuk melupakan masalah audit bendahara istana. Dong Yi seperti tak percaya. Lady Jang juga merasa heran akan keputusan Raja. Ia penasaran atas motif apa Raja menyuruh Dayang pengawas menghentikan penyelidikan. Raja memerintahkan kepala kasim untuk memanggil Tuan Hwang dan Yeong Dal.

Raja menemui Dong Yi di luar istana. Sementara itu Chun Soo terus mengawasi gerak-gerik Jang Hee Jae. Jendral pengawas melaporkan bahwa pada Seo Young Gi bahwa Dong Yi benar. Para kasim pelayan bendahara istana telah lama melakukan korupsi. Ternyata Raja menemui Dong Yi diluar hanya untuk memberitahu Dong Yi kalau ia ingin melakukan penyelidikan secara rahasia. Jika bukti yang ada sudah cukup kuat ia akan meminta Dayang pengawas untuk mengaudit. Raja tidak ingin dianggap tidak adil oleh Dong Yi.

Jang Hee Jae memerintahkan kasim pelayan untuk melenyapkan seluruh bukti. Namun ketika mereka ingin melenyapkan dokumen-dokumen, tempat itu telah dijaga ketat oleh para pengawal atas perintah Raja. Cha Chun Soo pun berhasil merebut surat yang berisi perintah tersebut dan melaporkannya pada Seo Young Gi.
Oh Yoon mendatangi Jang Hee Jae. Ia mengetahui Jang Hee Jae berada di balik kekacauan ini. Ia mengatakan tidak akan memaafkan Jang Hee Jae jika melakukan kekacauan lebih jauh lagi. (Mereka ini berada di pihak yang sama, tapi cara yang berbeda. Karakternya sama-sama menjengkelkan. Tapi Jang Hee Jae lebih menjengkelkan. Rencananya selalu bikin masalah makin runyam. Tapi gak kapok-kapok dan kepedean).
Dong Yi berlari di pasar sambil membawa bungkusan. Di kediamannya Ratu Inhyeon sedang bertanam. Ia merasa lebih baik dengan melakukan berbagai kegiatan. Dong Yi datang. Ratu menyambutnya dan terlihat senang. Ternyata bungkusan itu berisi buku yang pernah disebutkan Ratu. Ratu menyinggung rencana pengangkatan Lady Jang sebagai Ratu.

Dong Yi menjawab,“Lady Jang adalah wanita yang mengagumkan. Terutama kegigihannya untuk mencapai posisi Ratu. Hamba menghormati kegigihannya, namun saat menyadari kegigihannya adalah ambisi yang serakah, hamba merasa malu atas rasa hormat hamba padanya.” Dong Yi mengatakan terlalu cepat untuk membahas ini. Ia akan menemukan bukti manipulasi Lady Jang. Namun Ratu masih khawatir atas keselamatan Dong Yi.

Raja akan melakukan kunjungan pada makan kerajaan. Pada saat itu seisi istana akan kosong. Lady Jang memerintahkan Jang Hee Jae untuk melenyapkan seluruh bukti termasuk Dong Yi. Sementara Raja masih sibuk di ruang kerjanya. Kepala kasim mengingatkan Raja untuk segera kembali ke bilik tidur untuk beristirahat.

Raja memerintahkan kepala kasim untuk memanggil Dong Yi. Kepala kasim terkejut. Ia salah mengerti maksud Raja. Raja pun mengklarifikasinya. Lalu tersenyum kemudian salting saat menyebut bilik tidur saat kasim kepala pergi.
Lady Jang mengunjungi raja sambil membawa bayi pangeran mahkota, namun kepala kasim mengatakan Raja tidak berada di dalam bilik tidur. Saat itu Raja sedang bertemu dengan Dong Yi di jembatan. Ia memberi beberapa buku dan bercanda bersama Dong Yi. Lady Jang melihat hal tersebut. Hatinya terasa sakit. Namun ia bertahan dan ia mentolerirnya karena ini terakhir kalinya bagi Dong Yi.

Dong Yi pergi pergi ke ruangan buku pencatatan di bendahara istana. Ia menemukan catatan yang ia cari. Sementara Dong Yi masih di dalam terjadi kebakaran di bendahara istana. Dong Yi ditemukan oleh pembunuh bayaran suruhan Pihak Lady Jang. Dong Yi berusaha untuk bersembunyi.

Episode 23
Dong Yi melarikan diri ke kediaman Jendral pengawas dan memberikan bukti tersebut. Jendral pengawas menyuruh pelayannya untuk membawa Dong Yi ke kediaman pamannya di Yeonchun, sementara ia sendiri akan pergi ke makam kerajaan untuk menyerahkan bukti kepada Raja.

Belum sempat mereka pergi tiga orang pria bercadar menyerang rumah jendral pengawas. Jendral pengawas menuruh Dong Yi mengikuti pelayannya. Ia menyerahkan kembali bukti itu kepada Dong Yi untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu padanya. Pria bercadar membunuh Jendral pengawas dan mengejar Dong Yi. Mereka berhasil melemparkan semacam panah kecil tepat di dada kiri Dong Yi.
Walaupun terluka cukup parah Dong Yi sempat bersembunyi sehingga ia tidak ditemukan oleh para pria bercadar. Chun Soo mencari Dong Yi setelah mendengar kabar Dong Yi menghilang dari Lady Jung. Sementara Dong Yi terjatuh pingsan di suatu tempat. Dong Yi dikambing hitamkan atas kebakaran di bendahara istana. Dong Yi dituduh ingin menjebak Lady Jang. Para dayang pengawas yang berpihak pada Dong Yi ditangkap oleh pengawal untuk diinterogasi.

Raja bertanya pada Seo Young Gi. Dan Seo Young Gi mengaku ia dan Dong Yi menyelidiki secara rahasia Lady Jang dan Fraksi Selatan atas konspirasi kematian Ibu Suri. Raja menyesalkan mereka tidak memberitahu Raja, namun Seo Young Gi mengatakan mereka belum memiliki bukti konkrit. Dan bukti terakhir yang mereka punya ikut menghilang bersama Dong Yi.
Raja berkunjung kekediaman Lady Jang. Lady Jang menyambutnya hangat, namun Raja bersikap dingin. Raja berkata bahwa tidak ada orang lain yang lebih mengerti Lady Jang dibandingkan Raja dan tidak ada yang lebih mengerti Raja dibandingkan Lady Jang, namun saat ini di waktu yang sama Raja juga tidak dapat mempercayai bahwa Dong Yi melakukan rencana untuk menjebak Lady Jang tanpa alasan yang valid.
Raja sedih karena ia tidak dapat mempercayai Lady Jang yang ia cintai berubah seperti ini tanpa ia sadari, sedangkan Lady Jang terluka karena Raja mulai meragukannya. Lady Jang mengatakan jika Raja tidak mempercayainya Raja tidak perlu mengangkatnya sebagai Ratu. Dan ia tidak akan menyalahkan Raja, karena itu memang kesalahannya. (waw! Manipulatif banget Lady Jang ini. miris ngeliatnya. Semua gara-gara Ibu dan kakaknya yang serakah, dia jadi begitu.)

Oh Yoon dan Oh Tae Suk senang sekali mendengar kabar bahwa Raja telah melepaskan jabatan Seo Yong Gi. Mereka berpikir raja sudah berada di pihak Lady Jang. Dua orang pengikutnya ingin mengikuti Seo Young Gi pergi. Namun Seo Young Gi melarangnya dan mengatakan ia tidak akan kembali dengan tangan kosong.
Lady Jang akhirnya diangkat menjadi Ratu. Raut wajah Raja tidak terlihat bahagia. Walaupun sedih Lady Jang mencoba tegar dan tersenyum di hari pengangkatannya. Bagaimanapun di balik ambisi serakahnya ia juga mencintai Raja.
Sementara itu Dong Yi masih terbaring tak sadarkan diri di sebuah tempat. Tangannya memegang erat sebuah kertas.

Episode 24
Lady Jang kini menikmati harinya sebagai Ratu. Ia melihat tanaman bunga dipekarangan kediaman Ratu. “Bleeding Heart” gumamnya sambil memandang tanaman bunga milik Ratu Inhyeon. Aku tidak suka bunga yang kecil dan lembut. Aku menyukai bunga yang besar walaupun mereka cepat mati. Ia ingin bunga Phoenix miliknya dipindahkan ke kediamannya sekarang. Namun tiba-tiba pengawal istana datang mengobrak-abrik istananya. Mereka mengaku diperintahkan Raja untuk menangkap Ratu Jang.
Dong Yi muncul dalam keadaan selamat. Ia mendekati Ratu Jang dan menegaskan bahwa ia masih hidup. Ia tidak akan mati dengan mudah sambil menunjukkan bukti bahwa Ratu Jang terlibat dalam kematian Ibu Suri. Dong Yi memandang dengan tatapan penuh benci. Ternyata itu hanyalah mimpi. Ratu Jang terbangun.
Kenyataannya Ratu dan Raja sedang bercengkrama dengan pangeran mahkota. Setelah Raja pergi Ratu Jang kembali teringat dengan mimpinya. Ia menenangkan diri.

Seo Young Gi memergoki sekelompok orang yang melakukan perdagangan manusia. Mereka memperdagangkan para gadis. Namun beberapa gadis hampir dibawa pergi menggunakan kapal. Cha Chun Soo bergegas pergi ke kapal dan menyelamatkan para gadis yang akan dijual. Namun ia tak juga menemukan Dong Yi.
Yang mengherankan adalah Seo Young Gi memiliki pasukan dalam aksinya. Padahal Raja telah melepaskan jabatannya. Ternyata sebelum meninggalkan istana Raja memberikan misi rahasia kepada Seo Yong Gi untuk menemukan Dong Yi. Raja ingin mendengarkan apa yang sebelumnya Dong Yi tidak sempat katakan. Setelah itu baru Raja akan mempertimbangkan keputusannya.
Sudah 121 hari Dong Yi menghilang. Raja duduk dijembatan dan kelopak bunga cherry berguguran. Raja teringat Dong Yi. Dan saat itu Dong Yi juga sedang mengingat Raja dipinggir sebuah sungai di kota Uiju. Ia diselamatkan oleh seorang pedagang bernama Tuan Byunyang. Ia merawat Dong Yi hingga hampir pulih.

Dong Yi meminta Tuan Byun tersebut untuk mengirimkan surat ke ibu kota. Namun Tuan Byun tersebut tidak pernah mengirimkannya. Ia ingin mengikat Dong Yi karena Dong Yi membuat bisnisnya semakin berkembang.
Dan, Jjajang! My favorite character has arrived! Dia adalah Kim Dong Yoon a.k.a Shim Woon Taek. Ia seorang bangsawan yang diasingkan karena suatu kesalahan atau bisa jadi karena mengemban sebuah misi rahasia. Tapi apakah misinya?! Sikapnya sangat serampangan. Ia ingin tinggal di penginapan milik Tuan Byun. Namun Tuan Byun tersebut malah menyuruhnya menjual kedelai hitam sebagai biaya sewa. Awalnya ia menolak, namun tentu saja akhirnya ia terpaksa mau berjualan, karena setiap rumah di Uiju telah menolaknya.
Ia menjual kedelai hitam seharga 1 Nyang untuk satu kantung. Tak ada orang yang mau membelinya. Ia pun berkata akan membaca keberuntungan dari sebuah buku seharga satu kantong kedelai. Tentu saja Shim Woon taek berbohong karena buku itu tentang sejarah cina, tak ada hubungannya dengan keberuntungan. Dong Yi tidak tahan melihatnya. Dan menyuruh Shim Woon Taek mengembalikan uang orang yang ditipunya. Shim Woon Taek menolak, ia mengatakan walau menggunakan baju yang jelek sebenarnya ia adalah Yangban (bangswan). Dong Yi pun membalas, walaupun ia berpakaian seperti ini sebenarnya ia adalah dayang istana. Cepat kembalikan uangnya. Aku benar-benar Yangban! Aku generasi ke-25 dari klan Sonyang Shim. Namun tetap saja Dong Yi tidak mendengarnya. Hahah. Kasian uri orabbuni.
Keesokan harinya Dong Yi menemukan Shim Woon Taek di gudang penyimpanan. Ia tidak berhasil menjual kacang kedelai hingga Tuan Byun menyuruhnya tidur di gudang. Kemudian Dong Yi menyuruh Shim Woon Taek untuk beristirahat di kamar.

Episode 25
Dong Yi berupaya melarikan diri ke Ibu kota setelah ia tahu bahwa Tuan Byun tidak pernah mengirimkan suratnya. Namun pelayan Tuan Byun memergokinya. Walaupun begitu pelayan Tuan Byun hanya memintanya berhati-hati. Dari awal dia sebenarnya tidak mendukung sikap Tuan Byun untuk mengikat Dong Yi.

Namun saat dipersimpangan ia hampir berpapasan dengan Jang Hee Jae. Dong Yi terkejut dan berbalik. Jang Hee Jae menyuruh tukang tandunya untuk berhenti sejenak. Jang Hee Jae ternyata hanya melihat sekeliling, ia tidak menyadari keberadaan Dong Yi.

Celakanya ketika memutuskan untuk kembali Tuan Byun memergokinya. Tuan Byun bertanya apakah Dong Yi ingin melarikan diri. Tidak! Namun Dong Yi tidak bisa menjelaskan bungkusan yang sedang ada digenggamannya.
Tiba-tiba saja Shim Woon Taek datang dan mengatakan itu adalah pakaian dalamnya. Ia menyuruh Dong Yi untuk membelikan pakaian dalam.(Mian ya kalo anis banyak capture piku Shim Woon Taek, soalnya dia adalah alasan kenapa Anis nonton Dong Yi. Perannya bikin penasaran dan memberi warna diantara karakter-karakter lain yang monoton *menurut Anis loh). Lalu Shim Woon Taek pun berlalu sambil membawa bungkusan milik Dong Yi. Ia mengatakan pada Tuan Byun sungguh tidak nyaman semilir udara dingin di bawah sini (bruakakak, Woon Taek..Woon Taek). Dong Yi hanya nyengir mengiyakan. Tuan Byun menggerutu, bagaimana dia bisa menggunakan pelayanku seperti miliknya.
Dong Yi berlari ke arah Shim Woon Taek yang sedang mengira-ngira apa isi bungkusan tersebut. Tuan! Shim Woon Taek sangat terkejut. Dong Yi bertanya mengapa tuan menolongku. Maksudmu menolongmu ketika kau ketahuan melarikan diri? Bagaimana kau tahu aku ingin melarikan diri? Tapi mengapa kau menolongku?
Mungkin karena bungkusan ini, aku penasaran apa isinya. Dong Yi langsung merebut bungkusan tersebut dan berteriak kecil. Diamlah, apa kau mau Jang Hee Jae tahu? Dong Yi terperanjat. Bagaimana kau tau Tuan?
Aku mengikutimu ketika kau melarikan diri dan wajahmu pucat sekali ketika berpapasan dengan Jang Hee Jae. Hei gadis keras kepala, kau pasti bukan pelayan biasa kan?
kau mengetahui sesuatu sehingga kau bersembunyi darinya. Dong Yi hanya ternganga. Shim Woon Taek berkata jangan khawatir, karena kau bersembunyi dari Jang Hee Jae, karena itulah aku “harus” menolongmu.
Shim Woon Taek pun membeberkan sedikit rahasianya pada Dong Yi sebagai pancingan (sebenarnya siapa ya Shim Woon Taek ini?). Dong Yi pun mengatakan bahwa ia adalah dayang istana yang hampir terbunuh oleh orang suruhan Jang Hee Jae. Woon Taek terkejut, ia seperti mengetahui sesuatu.
Cha Chun Soo dan Seo Yong Gi masih mencari Dong Yi ke Uiju. Tapi sebelumnya mereka harus singgah di Ibu Kota karena Raja menyampaikan misi rahasia. Seo Young Gi menyampaikan pesan batu tulis yang menyebutkan bahwa Dong Yi berada di Uiju. Tuan Hwang dan Young Dal bahagia mendengar kabar Dong Yi masih hidup.

Sementara itu Dong Yi tidak jadi pulang ke ibu kota. Ia memutuskan untuk mencari tahu apa yang akan dilakukan Jang Hee Jae di Uiju. Shim Woon Taek mengatakan Dong Yi pasti magnet dari banyak masalah di istana. Ia ingin tahu masalah seperti apa yang dapat mereka berdua hasilkan kali ini. mereka pun mulai menyusun rencana.
Tuan Byun mengantarkan Jang Hee Jae ke sebuah rumah bordil terkenal di Uiju. Dan pemiliknya adalah Seol Hee. Dong Yi dan Shim Woon Taek menggabungkan dua fakta ini. Rumah bordil dan penerjemah. Itu berarti Jang Hee Jae akan bertemu utusan Qing di sana. Shim Woon Taek mendengar isu bahwa Fraksi Selatan tidak tenang karena Qing belum mengakui keberadaan Pangeran Mahkota. Kemungkinan besar Jang Hee Jae akan menawarkan suatu transaksi illegal untuk mewujudkan tujuan mereka.

Shim Woon Taek dan Seol Hee ternyata sudah saling kenal. Shim Woon Taek meminta Seol Hee untuk menguping pembicaraan mereka dan melaporkannya pada Shim Woon Taek. Namun Seol Hee tidak dapat menyanggupinya. Karena itu melanggar prinsipnya sebagai Gisaeng.
Shim Woon Taek pun memikirkan jalan lain. Ia menyebut rencananya itu adalah “Rahasia”. Dong Yi terlihat tidak setuju dan menyuruhnya untuk memikirkan jalan lain. Namun Shim Woon Taek sepertinya telah membulatkan keputusan.

Pihak Lady Jang telah mengetahui alasan Raja melepaskan jabatan Seo Young Gi. Mereka khawatir, karena Raja pasti memiliki alasan spesifik hingga memberi misi khusus untuk mencari Dong Yi. Ratu Jang merenung sendiri di ruangannya. Ratu Jang pun pergi menemui Raja. Saat itu Raja sedang tak ditempat. Ratu Jang menunggu di dalam dan melihat sebuah bungkusan berisi sepasang sepatu. Ratu Jang terluka mengingat Raja selalu tersenyum padanya, namun di hatinya ada Dong Yi yang mengisi.
Shim Woon Taek berniat menjadi penerjemah bagi utusan Qing dan Jang Hee Jae. Namun sebelum masuk ia sempatkan membaca buku percakapan dalam bahasa cina. Dong Yi khawatir itu akan beresiko. Namun Shim Woon Taek mengatakan mereka juga tidak mengerti, jadi jalani saja. Lagipula tidak ada cara lain yang dapat mereka lakukan.
Seperti yang sudah diduga, Shim Woon Taek menerjemahkan sesuka hatinya. Sementara itu Dong Yi menunggu diluar dan ia mendengar bahwa setelah ini pengawal akan membunuh penerjemah a.k.a Shim Woon Taek. Tentus aja Dong Yi cemas dan mengundang kecurigaan pengawal. Ia berkelit dengan mengaku pelayan Madam pemilik rumah bordil dan bertugas memenuhi kebutuhan para tamu.
Tiba-tiba Seol Hee keluar dari bilik. Pelayannya menegur Dong Yi yang berkeliaran di luar bilik tamu. Dong Yi langsung mengenali Seol Hee. Namun Seol Hee tidak mengenalinya.Dong Yi berkata ia ingin menyampaikan pesan pada penerjemah, namun pelayan Seol Hee curiga dan meminta pengawal untuk menangkapnya. Dong Yi langsung mengungkapkan jati dirinya pada Seol Hee.
Pengawal yang tahu hal ini pun langsung bersiap untuk menangkap Dong Yi. Namun Seol Hee memanggilnya dan Dong Yi selamat. Sementara Shim Woon Taek masih berjuang menjadi penerjemah bagi utusan Qing. Namun lama-kelamaan Jang Hee Jae menemukan ketidakberesan. Dong Yi meminta Seol Hee untuk menyelamatkan Shim Woon Taek.
Shim Woon Taek hampir terbunuh. Beruntung Seol Hee menyuruh orang untuk menyelamatkannya. Dong Yi kecewa karena usaha mereka sia-sia. Mereka tidak berhasil mengetahui apa yang ditawarkan Jang Hee Jae kepada utusan Qing. Seol Hee menyebutkan “Arsip Pendaftaran”, ia sempat mendengar hal itu ketika masuk ke dalam. Shim Woon Taek langsung paham apa yang dimaksud. Jang Hee Jae mencoba menjual informasi terkait kekuatan militer dalam negeri yang tidak boleh dibagi kepada Negara lain.
Jang Hee Jae mencoba bernegosiasi dengan pejabat hakim setempat untuk mendapatkan “Arsip Pendaftaran”. Dan akhirnya pejabat hakim menyetujui. Tepat pada saat itu seorang kasim masuk dan menitipkan surat yang dititipkan oleh Shim Woon Taek ke ibu kota. Jang Hee Jae merasa familiar dengan nama tersebut, namun ia tak ingin ambil pusing dan menyiapkan perjalanan ke Pyongyang untuk mengambil “Arsip Pendaftaran”.

Seo Young Gi dan Cha Chun Soo dalam perjalanan menuju Uiju. Mereka tiba di post berikutnya untuk mengganti kuda. Namun seluruh kuda telah digunakan oleh orang-orang Jang Hee Jae. Jang Hee Jae di sisi lain telah teringat oleh Shim Woon Taek yang mengajukan surat petisi ketika Ratu masih menjadi selir. Ia pun memanggil kasim untuk membaca surat tersebut. Ia pun terperanjat melihat isi surat yang mengabarkan bahwa Dong Yi masih hidup.
Jang Hee Jae murka dan menyuruh para pengawal untuk segera mendapatkan Dong Yi di kediaman Tuan Byun. Saat itu Dong Yi bersiap-siap untuk pergi, Tuan Byun menahannya karena ia tak mau rugi dengan melepaskan Dong Yi. Tepat pada saat itu Jang Hee Jae dan komplotannya datang, Dong Yi tidak dapat kabur lagi.

BACA JUGA SINOPSIS LAINNYA



0 comments:

Post a Comment


Friend Link List