Recent Post


[Sinopsis] Hana Kimi Episode 12-End Part 2

Do you want to share?

Do you like this story?

“Bahkan jika aku sudah menjadi kakek, bahkan jika aku tidak bisa mengingat namaku sendiri, aku tidak akan lupa semua waktu yang kita habiskan bersama. Aku tidak akan pernah lupa. Bagiku kau,yang terbaik. Teman terbaik yang pernah kumiliki"
Sebelumnya, gara-gara Ashiya terjatuh dan pingsan semua anak asrama sudah tahu kalau Ashiya seorang perempuan karena mereka melihat korset yang dipakai Ashiya saat mereka mencoba memberi ruang nafas untuk Ashiya. Ashiya pun dibawa ke ruang klinik oleh dr. Umeda. Sano pun segera menjenguk Ashiya di klinik.
“Bagaimana Ashiya?”tanya Sano panik begitu masuk ruangan. Ternyata Ashiya masih pingsan.
“Jangan khawatir, sebentar lagi sadar. Yang paling penting, bagaimana dengan orang-orang di kelas?”tanya dr. Umeda. Sano pun terdiam, dr. Umeda pun tahu apa jawabannya begitu melihat ekspresi Sano.
“Apapun yang mereka minta…kau pura-pura tidak tahu apa-apa”pinta dr. Umeda lalu bergegas pergi keluar ruangan.
Ashiya pun mulai sadar.
“Apakah kau baik-baik saja?”tanya Sano seraya menghampiri Ashiya yang masih terbaring.
“Di mana aku?”guman Ashiya.
“Di klinik, kau jatuh dari tangga”jawab Sano.
“Yeah?”pikir Ashiya. Sano pun berdiam berpikir apa yang akan terjadi selanjutnya begitu pula dr. Umeda di ruangannya.
Ashiya pun kembali ke kelas ditemani Sano.
“Aku membuatmu khawatir. Apa yang salah?”tanya Ashiya.
“Tidak ada”jawab Sano.
“Ashiya”panggil Nakao.
“Oh”jawab Ashiya.
“Apakah kau punya waktu sebentar?”tanya Nakao.
“Uh-huh”jawab Ashiya.
“Bisakah kau membiarkannya beristirahat untuk hari in?”pinta Sano.
“Ini hanya beberapa menit”jawab Nakao.
“Aku akan baik-baik saja”ujar Ashiya lalu bergegas masuk ke kantin .
“Maafkan aku”ucap Nakao lalu menyusul Ashiya masuk kantin. Tahu apa yang akan terjadi Sano pun menyusul.
Ternyata di kantin asrama telah banyak berkumpul teman-temannya.
Semua terdiam dengan bertampang minta penjelasan atas kebohongan Ashiya, Ashiya pun memberanikan diri menyapa.
“Aku membuat kalian khawatir….Tapi aku baik-baik saja sekarang”jelas Ashiya.
“Ashiya”panggil Nanba.
“Sebenarnya…Um…”lanjut Nanba namun tak tega berniat meneruskan kata-katanya (senpai Nanba kan sudah tahu Ashiya cewek, kalau yang di sini Nanba dan Ashiya tak terlalu dekat tapi kalau di Hana Kimi remake dekat banget sampai-sampai Nakao cembokor kakaka).
“Apakah kau…seorang gadis?”lanjut Nakao.
“Eh…”, Ashiya pura-pura terkejut.
“Kita semua melihatnya”seru Noe. Ashiya pun terdiam.
“Ashiya, kau memakai korset”tambah Noe. Ashiya pun memandang wajah teman-temannya yang penuh dengan tatapan benci karena merasa dibohongi. Ashiya yang tak tahan pun segera keluar dari ruangan dan Sano menyusulnya.
“Hei, tunggu!”panggil Sano.
“Ah…melarikan diiri berarti….”seru salah satu siswa.
“Kita memukul mata banteng(?)”tambah yang lain.
“Apakah kau serius”lanjut yang lain. Nanba pun terdiam karena tak tahu harus berbuat apa untuk meredakan kemahan anak-anak asrama.

Ternyata Ashiya duduk sendirian di bangku taman belakang.
“Apa yang harus aku lakukan?”guman Ashiya sedih.
Di tempat lain, Nakatsu pun merenung sendirian belum tahu apa yang terjadi dengan Ashiya. Masih patah hati dia cup cup cup.
“Aku merasa begitu lemah”guman Nakatsu. Tiba-tiba Kayashima datang.
“Ashiya ketahuan sebagai seorang gadis”seru Kayashima.
“Eh”, Nakatsu terkejut.
“Ashiya kehilangan keseimbangan dan jatuh dari tangga. Semua orang ingin membantu….Jadi mereka melonggarkan kemeja Ashiya”jelas Kayashima.
“Apakah kau serius?”ujar Nakatsu. Lalu Nakatsu buru-buru bersiap masuk ke asrama namun terhenti.
“Jadi, kau hanya akan membuang-buang waktu?”seru Kayashima.
“Apakah aku tidak..terlalu mudah menyerah?”tanya Nakatsu.
“Maaf…Pada saat seperti ini, aku tidak tahu harus berkata apa”jawab Kayashima lalu duduk di tempat Nakatsu duduk tadi, Kayashima tahu kali ya Nakatsu patah hati muhaha.
“Pada saat seperti ini….Di dunia ini, ada jumlah yang sama antara laki-laki dan perempuan. Seperti itu. ‘Nakatsu…seseorang yang lebih baik untukmu akan datang’. Kau harus mengatakan hal-hal seperti itu untuk menghiburku”jelas Nakatsu.
Kayashima pun menepuk pundak Nakatsu dan berkata,”Sayang sekali, bukan?”. Kacian dah Nakatsu. Nakatsu pun hanya melongo, mungkin tak menyangka akan mendapat jawaban seperti itu kakaka.
“Mari kita kembali”ajak Kayashima.
“Ini tak terduga di luar dingin”tambah Kayashima.
“Kata-katamu….bahkan dingin”ucap Nakatsu seraya menyentuh dadanya (uwahhhh Nakatsu jangan patah hati dunk). Nakatsu pun bersiap masuk asrama namun baru tersadar.
“Eh, Ashiya terkena….ketahuan sebagai seorang gadis?”pikir Nakatsu.
“Kau..sudah tahu..Mizuki seorang gadis?”tanya Nakatsu kaget. (kemana aja bang?).
“Uh-huh”,Kayashima mengangguk.
“Sejak ia pindah ke sini. Aku tahu dari aura-nya. Tapi dia berkata dia adalah anak-laki-laki. Aku pikir seharusnya tidak menjadi masalah. Jadi aku tidak mengatakan apa-apa”jelas Kayashima.
“Kau benar-benar yang terbaik”ucap nakatsu bangga. Lalu ia melangkah masuk asrama diikuti Kayashima.
“Nakatsu! Seseorang yang lebih baik akan datang untukmu”seru Kayashima.
Mendengar itu Nakatsu geli sendiri,”bodoh, kau terlalu terlambat”ujar Nakatsu. Kayashima hanya tersenyum, Nakatsu pun tersenyum lebar. Mereka masuk asrama bersama-sama.
Sano mengajak Yuujiro jalan-jalan ke taman belakang asrama.
“Apa yang salah Yuujiro? Setiap orang hanya sedikit bingung. Jika kau menghadapi dengan tegar. Mereka akan mengerti”seru Sano agar terdengar Ashiya. Ashiya yang masih duduk termenung di kursi panjang pun menoleh ke arah datangnya suara.
“Melarikan diri di sini, tak kan memecahkan masalah. Apapun yang terjadi, aku akan selalu melindungimu. Oke? Yuujirou?”ujar Sano seraya mengelus Yuujiro, ini mah pernyataan implisit ke Ashiya kakaka. Sano pun menoleh ke arah bangku panjang dan pura-pura kaget.
“Oh, kau masih di sini?”tanya Sano. Ashiya masih terdiam.
“Baiklah”seru Sano mengajak Yuujirou jalan.
“Itu jalan buntu”seru Ashiya.
“Aku tahu”jawab Sano. Ashiya pun tersenyum.
“Oke! Ayo kita kembali”ajak Sano.
“Oh”, Ashiya mengangguk dan mengambil tasnya lalu masuk ke asrama bersama Sano serta Yuujiro.
Keesokan paginya, Ashiya sudah masuk ke kelas, sebelum masuk Ashiya meminta Sano membawakan tasnya lalu ia mengencangkan ikat pinggang. *kebiasaan murid laki-laki kah? abaikan*.
“Yosshhhh”seru Ashiya semangat.
“Ohayou”sapa Ashiya pada teman-temannya. Namun tidak ada balasan dari mereka, mereka pura-pura tak mendengar malah kembali bercengkrama sendiri-sendiri.
Ashiya pun bersikap biasa saja, ia pun berjalan ke arah mejanya.
“Hey”sapa Nakatsu.
“Yo”jawab Ashiya.
“Hei, kita harus melupakan café pembantu”celetuk salah seorang. Ashiya pun menghentikan langkahnya.
“Kita sudah punya perempuan asli . Jadi kita tidak perlu berpakaian seperti itu”tambah yang lain.
“Dia benar. Lalu mari kita mulai dari awal”usul yang lain.
“Hei, kenapa kau mengatakan hal ini sekarang?”seru Nakatsu.
“Eh? Apakah kau seorang gadis juga?”ledek salah satu anak asrama 1.
Nakatsu pun marah, ia pun ingin menghajar anak asrama satu tersebut, orang itu adalah orang yang melukai kaki Ashiya saat Ashiya lomba lari sampai sekarang belum tahu namanya kakakaka. Yang lainnya pun mencoba memisahkan.
“Berhenti. Semua orang sudah setuju. Jadi mari kita melaksanakannya”seru Sekime kesal. Semuanya pun kembali ke tempat duduk masing-masing.
“Terima kasih, Sekime”ucap Ashiya, namun Sekime hanya terdiam. Ashiya pun berniat kembali ke tempat duduknya.
“Ah, tapi entah kenapa aku merasa dikhianati”celetuk salah seorang.
“Aku mendengar dia mengikuti Sano”lanjut yang lain.
“Apa dia? Stalker?”tambah yang lain.
“Menakutkan!!”seru yang lain.
“Ini membuatku jijik”ejek yang lain.
“Kalian”seru Nakatsu kesal.
“Pergi ke neraka,kalian masih disebut manusia sendiri? Jika kalian punya sesuatu untuk dikatakan, katakanlah itu di depan orangnya! Bukankah kita sudah berteman selama setengah tahun? Berhenti mengolok-ngolok orang lain karena itu, itu jelek”seru Nakao seraya menggebrak meja. Sekilas Nakao melihat ke arah Ashiya sebelum bergegas meninggalkan ruangan kelas ( Ki mengerti perasaan Nakao, sebenarya dia juga terluka karena kebohongan Ashiya, karena persahabatan Nakao dan Ashiya sudah begitu dekat sejak Nakao curhat tentang kekurangan dirinya di pantai, episode 5 muhaha). Semuanya pun terdiam larut dengan pikiran masing-masing.
“Setiap orang, aku minta maaf karena tidak mengatakan yang sebenarnya pada kalian..Aku seorang perempuan. Tapi, aku tidak melakukannya dengan sengaja. Aku benar-benar menganggap semua orang sebagai teman-temanku. Jadi…”ujar Ashiya pada akhirnya.
“Hei…berhentilah membuat komentar yang indah, Mizuki-chan”celetuk salah seorang.
“Karena kita tahu bahwa kau seorang gadis. Kami tidak bias menganggapmu sebagai teman lagi”lanjut yang lain.
“Meskipun kau tidak melakukannya dengan sengaja. Kami masih merasa dikhianati”tambah yang lainnya.
“Benar-benar…Maaf”ucap Ashiya yang air matanya mulai tumpah.
Lalu Ashiya pun berlari keluar ruangan.
“Kalian, tidak tahu alasan sebenarnya kan. Dia…”seru Nakatsu namun di potong Sano.
“Nakatsu, biar aku yang menceritakan”potong Sano. Semuanya masih terdiam dalam kebisuan.
“Waktunya akhirnya datang”ujar dr. Umeda di ruangannya, lalu ia membalik kursinya yang ternyata Ashiya meringkuk di sana kakaka.
“Apa yang akan kau lakukan mulai dari sekarang?”tanya dr. Umeda.
“Aku tidak tahu. Tapi…tapi tidak bias kembali ke Amerika. Setiap orang sakit karena aku”jawab Ashiya lesu.
“Kemungkinan besar kau akan menemukan obatnya”ucap dr. Umeda.
“Meskipun demikian, aku harus menghadapinya”jawab Ashiya.
“Apakah itu begitu? Namun, kau harus ingat satu hal…Kau, tidak sendirian”hibur dr. Umeda.
“Uh-Huh”, Ashiya mengangguk. Dr Umeda pun mengusap-usap kepala Ashiya untuk menenangkan.
Ashiya akan masuk ke toilet.
“Ini bukan ruangan wanita”seru seseorang tiba-tiba.
“Itu benar”tambah yang lain. Tiba-tiba keluar seorang lagi dari dalam toilet. Mereka pun mengepung Ashiya.
“Mari kita menunjukkan cara buang air kecil”usul salah seorang.
“Yeah, Mari kita tunjukkan”lanjut yang lain.
“Bagaimana dengan menunjukkan pada kita juga?”tantang salah seorang. Tepat saat itu Sekime dan kawan-kawan datang.
“Atau mungkin aku harus pergi dari sini”seru teman dari Sekime mengusir 3 orang yang menganggu Ashiya dengan cara menakuti-nakutinya mau pipis di tempat.
“Ashiya…Maaf”seru Sekime diikuti yang lain.
“Kami sudah mendengar semuanya dari Sano. Meskipun ini sedikit membingungkan….Tapi, Ashiya masih Ashiya”jelas Sekime.
“Sekime….”ucap Ashiya.
“Kau bisa ingat namaku. Aku akan bodoh jika aku tidak memperlakukanmu dengan baik”ujar Sekime tersenyum diikuti dua teman yang lainnya.
“Oh”jawab Ashiya yang juga ikut tersenyum.
Saat jam olahraga basket. Ashiya yang ikut bermain basket masih di bully beberapa temannya. Ashiya pun terjatuh.
“Bagaimana kita bisa bermain game ini dengan seorang gadis”sindir salah seorang.
“Apakah kau baik-baik saja?”tanya teman yang sudah baik pada Ashiya.
Nakatsu pun menonjok orang yang menyindir tadi.
“Apa yang kau pikir kau lakukan?”seru Nakatsu. Ashiya pun dibantu berdiri orang yang tadi. Sano pun tersenyum sebagaian orang sudah mau membuka hatinya.
Pertandingan pun dilanjutkan. Ashiya menerima operan dari Sano dan Ashiya pun berhasil memasukkannya. Ashiya pun berhigh five dengan timnya, teman timnya yang diluar lapangan pun bersorak
Di kelas guru sedang menjelaskan. Namun sebagian murid-murid sibuk sendiri-sendiri, parahnya Nakatsu tertidur kakaka.
“Kalian, silahkan buka halaman 150. Di era Meiji 28 tahun. Takekurabe…”jelas guru tersebut.
Sano melempar sesuatu ke kepala Nakatsu biar Nakatsu terbangun.
“Aduh”seru Nakatsu seraya memegangi kepalanya.
“Kau pikir aku sedang tidur? Apa yang kau lakukan?”seru Nakatsu, menghampiri Sano.
“Nakatsu apakah, kau tahu jawabannya?”tanya guru.
“Ya, aku tahu….”jawab Nakastu pd, lalu tertidur seraya duduk lagi. Teman-temannya pun tertawa. jyah kakaka.
Keesokannya, semua anak asrama sibuk mempersiapkan untuk festival.
“Ashiya, cepat keluar memmbantu”seru salah seorang.
“Oh”jawab Ashiya.
“Cepat!”seru temannya lagi.
“Sekarang juga”jawab Ashiya seraya menghampiri orang yang memanggilnya.
Nakatsu dan Sano yang melihatnya pun tersenyum, semua orang telah menerima Ashiya kembali.
“Ashiya. Di sini”panggil teman yang lain yang sedang menggotong umbul-umbul minta dibantu juga kakaka.
“Tapi, sekarang…”guman Ashiya, belum selesai bantu yang satu sudah dipanggil yang lain kakaka.
“Festival Sekolah! Festival Sekolah! Festival Sekolah! Festival Sekolah!”seru anak-anak yang membawa umbul-umbul, Sekime, Nakao dan Kayashima pun bergandengan tertawa bersama, anak-anak asrama sangat senang menyambut festival sekolah ini.
Mereka pun berkeliling halaman sekolah seraya meneriakkan, “Festival Sekolah! Festival Sekolah! Festival Sekolah! Festival Sekolah!”. Yang terakhir Nakatsu dan Sano kakaka.
Di kamar Ashiya dan Sano mengobrol serius.
“Eh”,Sano kaget.
“Aku memutuskan untuk berhenti sekolah”ujar Ashiya. Sano pun terdiam.
“Jangan memasang wajah seperti itu”seru Ashiya seraya menghampiri Sano.
“Aku sangat senang aku bisa datang ke sekolah ini. Nakatsu dan Nanba-senpai, Kayashima, Sekime, Nakao…aku bisa menikmati kehidupan sekolah SMU dengan semua orang. Aku merasa sangat beruntung. Selain itu, di atas semua aku bisa bertemu denganmu, aku bisa melihat kau melompat lagi, hal-hal yang aku sesalkan tidak ada. Sunggu terima kasih”ujar Ashiya.
“Bisa!!....minta satu hal lagi?”tanya Sano.
“Hmmm”ucap Ashiya.
“Apakah kau bisa kembali ke Amerika dengan tersenyum?”pinta Sano.
“Oh”, angguk Ashiya.
“Aku tahu”ucap Sano tersenyum.
“Lalu…aku juga akan mengirimmu kembali dengan tersenyum”lanjut Sano.
“Sano…”guman Ashiya.
“Terima kasih. Telah datang ke sini. Aku bisa bertemu denganmu. Aku benar-benar bersyukur”ujar Sano. Lalu Sano mengajak Ashiya berjabat tangan.
Ashiya pun menerima uluran tangan Sano, mereka berdua pun berjabat tangan. Sano tersenyum begitu pula Ashiya.
Keesokan paginya, Ashiya menyerahkan surat keluar dari sekolah ke kepala sekolah.
“Dalam hal ini, aku rasa tidak bisa membantu”seru kepala sekolah.
“Menyamar sebagai seorang anak laki-laki dan mendaftarkan diri di sekolah ini. Untuk itu aku benar-benar menyesal”ujar Ashiya seraya membungkuk minta maaf.
“Kau benar. Kau tentu tidak seharusnya melakukan itu. Tapi kau tidak menyesal,kan?”tanya kepala sekolah.
“Ya”jawab Ashiya. Kepala sekolah pun mendekat ke arah Ashiya.
“Aku akan meninggalkan sekolah setelah selesai berkemas”ujar Ashiya.
“Luangkan waktu dengan semua orang untuk satu hari ini”ujar kepala sekolah.
“Eh,”Ashiya terkejut.
“Festival sekolah jarang ada, gunakan ini sebagai kenangan terakhirmu dengan nikmati sepenuhnya”seru kepala sekolah.
“Terima kasih banyak”ucap Ashiya senang.
Lalu Ashiya berlari keluar ruangan.
“Bagimu…..”seru kepala sekolah. Secara refleks Ashiya pun menghentikan langkahnya.
“Sekolah ini bagimu seperti apa?”tanya kepala sekolah.
“Sekarang…pada saat ini…aku merasa itu tak tergantikan. Ini adalah hartaku untuk seumur hidup”jawab Ashiya.
“Yeah’ucap kepala sekolah.
“Terima kasih untuk semuanya!”seru Ashiya mohon pamit.
Ashiya pun memasuki ruangan kelas, ternyata semua murid sedang bergandengan tangan bersama membentuk lingkaran.
“Mizuki. Ayo cepat”seru Nakatsu.
“Ayo cepat”seru yang lain .
“Cepat dan datang”tambah Sano, semua orang tersenyum menyambut kedatangan Ashiya.
“Oh”ucap Ashiya.
Ashiya pun berdiri disamping Nakatsu.
“Dengar, dalam festival sekolah, kita harus mendapatkan pelanggan yang paling banyak. Jadi setiap orang dari kita bisa mendapatkan laptop masing-masing (eh sejak kapan hadiahnya jadi lepi?? Wah kalau begini mah mau kakaka)”seru Nakatsu.
Semuanya pun mengiyakan.
“Mari kita pergi! Baby!”seru Nakatsu yang diikuti yang lain, lha ni yel-yel Tennouji dipakai kakaka.
“Sekarang, pergi ke pertempuran”lanjut Nakatsu, semuanya pun pergi ke acara festival. Ashiya pun tersenyum melihat kegembiraan teman-temannya ini.
Sano pun menepuk pundak Ashiya sebelum keluar. Ashiya pun tersenyum lalu menyusul teman-temannya.
Di gerbang SMU Osaka sudah berdiri antrian penonton yang akan memasuki gerbang sekolah. Wakil kepala sekolah pun menyampaikan pengumuman pembukaan
“Festival sekolah SMU Osaka ke 25, akan segera dimulai”seru wakil kepala sekolah. Semua orang pun berteriak gembira, balon warna-warni pun dilepaskan tanda festival dimulai.
Masing-masing kelas mulai mempromosikan kegiatan kelas masing-masing. Mereka memakai kostum-kostum yang unik untuk menarik pelanggan.
Kelas Nanba mengadakan host club, namun Nakao segera menyelanya dengan membagikan selebaran tentang pembantu café kakaka. Dan para penonton yang terutama gadis lebih tertarik dengan Nakao, KO dah Nanba kakaka.
“Café pembantu akan lebih menarik”seru Nakao.
“Aku ingin pergi”.
“Mari aku tunjukkan kalian jalannya”ujar Nakao seraya menuntun mereka.
“Hari ini kita adalah musuh”seru Nakao pada Nanba.
“Jangan dianggap remeh”tambah Sekime.
“Sangat bagus”jawab Nanba seraya memukul pantat Nakao dan Sekime muhaha.
Tak lupa seorang bibi menjajakan foto-foto idol SMU Osaka. Oscar dan Tennouji pun berperan sebagai Juliet dan romeo ckckck.
Café pembantu banyak kedatangan pelanggan. Kayashima dan Ashiya yang berpakaian maid pun menyapa para tamu.
Begitu masuk para tamu pun disapa Nakatsu, Sano, dkk yang berpakaian maid juga kakaka.
“Selamat datang”sapa Nakatsu dkk. Otomatis para gadis pun terpesona bwahahaha.
“Untuk berapa orang…?”tanya Sano.
“Untuk tiga orang”jawab pelanggan.
“Kita punya tiga pelanggan”ucap Sano pada Nakatsu.
“Ya…3 pelanggan. Selamat datang!”seru pelayan yang lain. Pelanggan pun dipersilahkan ke tempat duduknya.
Ashiya pun memukul kepala Sano dengan nanpan kakaka.
“Kau, memberi salam pada pelanggan harus dengan senyum!”seru Ashiya.
“Ya, kita punya pelanggan lagi”seru Kayashima.
“Selamat datang”sapa pelayan lain (teman sekelas Ashiya,dkk).
“Kita punya banyak pelanggan. Di sinilah yang paling banyak”seru Nakao dan Sekime.
“Selamat datang”sapa Sano dengan senyum manis yang langsung berubah saat melihat siapa yang datang.
“Sano”guman Kagurazaka kaget.
“Apa…yang kau lakukan?”tanya Kagurazaka. Sano hanya terdiam.
“Oh, kau!”seru Nakatsu seraya menghampiri Kagurazaka.
“Apakah kau tidak terkejut, Kagurazaka? Kau dapat memilih pelayan yang ingin melayanimu. Lihat siapa yang kau suka?”tanya Nakatsu.
Kagurazaka pun menunjukk ke arah Sano kakaka*guling-guling*
“Ehh?”Sano terkejut.
Di kelas Tennouji dan Oscar mengadakan festival cabaret romeo dan juliet, Oscar sebagai Juliet dan Tennouji sebagai romeo.
“Romeo, oleh karena kau romeo?”seru Oscar dari atas.
“Juliet! Jika itu yang ingin kamu…kehidupan ini…aku akan menyerah!”seru Tennouji dari bawah.
“Baby”seru Tennouji meneriakkan yel-yelnya.
“Romeo! Jangan datang ke sini”seru Oscar.
“Aku datang untuk berada disisimu”ujar Tennouji.
“Jangan datang. Kau akan di bunuh”larang Oscar.
“Juliet”seru Tennouji berusaha menyusul Oscar.
“Jika keluargamu tahu tentang ini…kita akan mati di sini”ujar Oscar. Tiba-tiba Tennoujii alias romeo sudah berada di atas balkon tempat Oscar berdiri.
“Kendala semacam ini tidak akan berhenti karena sayap cintaku…Juliet!”seru Tennouji seraya mengulurkan tangannya.
“Romeo!”seru Oscar seraya menerima uluran tangan Tennouji.
Mereka berdua pun berpelukan. Tennouji memperhatikan Ashiya yang memberi kode.

Ternyata Kanna melihat hal itu sedikit cemburu kakaka.
“Tennouji-sama!”seru Kanna.
Tennouji pun langsung melempar Oscar aka Juliet ke bawah (sadis boo) dan Tennouji turun ke bawah.
“Apa yang…?guman Oscar yang ternyata setelah dilempar dari tempat setinggi itu tidak apa-apa kakaka.
“Aku di mana?”lanjut Oscar yang tiba-tiba pingsan ckckck.
“Juliet!”panggil Tennouji. Lalu mengulurkan tangan ke arah kanan.
“Romeo”jawab Kanna seraya menerima uluran tangan Tennouji.
Mereka berdua pun berpelukan yang disambut tepuk tangan penonton dengan meriah.
Di lorong asrama, Juri mencari-cari personil Hibari four yang lain.
“Kemana Komari dan Erika pergi?”guman Juri.
Lalu ia melihat papan idol SMU Osaka yang terpampang di dinding, ia melihat foto Kayashima. Juri pun tersenyum melihat foto tersebut lalu ia pun mulai melakukan kebiasaan Kayashima saat menerawang. Dan anehnya tiba-tiba foto tersebut berubah menjadi Kayashima, ia muncul tiba-tiba sudah berada di depan Juri melakukan hal yang sama kakaka.
Di ruang prom night, setiap orang membawa pasanagn masing-masing, ada Tennouji dengan Kanna, Sekime dan Erika, pasangan baru Kayashima dan Juri.
“Itu pria dan orang yang begitu mudah jatuh cinta”seru Nanba yang kesal karena tak mendapat pasangan bwahahaha.
“Bagaimana kalau kita mengambil kesempatan ini dan pergi”jawab Nakao. Kakaka makin guling-guling, Nanba udah dandan kece-kece ga ada pasangan, eh Nakao menawarkan diri muhaha, malang nian nasib Nanba ckckckc.
“Tidak, apa yang kau maksud dengan kesempatan ini?”tanya Nanba.
“Kau tidak melihat siapapun sekarang, kan?”jawab Nakao.
“Itu benar. Tapi….”ucap Nanba.
“Lalu, kau bisa pergi denganku”saran Nakao, ini mah maunya Nakao kakaka.
“Mungkin…ini adalah episode terakhir. Tidak! Tidak, itu sudah dekat!”jawab Nanba.
“Ini hampir pergi dari surga hottie ke surga berdosa”jelas Nanba.
“Aku tipe yang mengabadikan seluruh cintaku”guman Nakao.
“Berhenti mengocek”seru Nanba seraya menonjok Nakao sampai keluar bintang-bintang muhaha.
Di kamar mandi Nakatsu dan Sano pipis masih dengan pakaian maidnya.
“Kau…”ucap Nakatsu
“Err…Um.”jawab Sano.
“Apakah oke….tidak mengakui perasaanmu untuk Mizuki?. Kau tidak mencintainya? Mizuki juga sedang menunggu untuk itu”jelas Nakatsu.
“Meskipun dia sudah ketahuan. Dia masih mengatakan “ore” bukannya “watashi”, (Ore =aku/saya untuk, biasanya digunakan untuk kalangan anak-anak cowok, watashi=aku/saya=netral co/ce bisa, mungkin Sano berpikir alau Ashiya masih menganggap dirinya anak laki-laki Sano nggak bisa mengungkapkan cintanya?). Jadi aku pikir….itu berarti dia masih ingin tinggal di sini sebagai seorang laki-laki”jawab Sano.
“Bagiku…aku masih mencintainya bahkan jika dia seorang pria”ucap Nakatsu yang membuat Sano terdiam.
“Yah…aku bukan orang yang baik untuk membantu seseorang saat menderita patah hati. Jadi itu bukan urusanku”jelas Nakatsu. Sano pun terpikir sesuatu.
Hibari makan takoyaki sendirian, takoyakinya jatuh ke meja (lama ta makan takoyaki ni kakaka).
“Ah!. Sial”guman Hibari kesal melihat takoyaki itu, ia pun mencob mengambilnya lagi padahal takoyakinya banyak lho ckckckck
“Tennouji,coba kepalamu yang kena!Tunggu aku bermain…”seru Oscar yang berjalan seraya memakan sejenis sate tapi isinya bukan sate(bayangkan sendiri kakaka). Lalu ia menoleh ke arah Hibari.
“Bukankah itu pemimpin Hibari Four Bolehkan aku makan pangsit gurita bersama denganmu? (ohhh namanya sate pangsit gurita muhaha)?”tanya Oscar.
“Kau tidak punya hak untuk makan denganku”jawab Hibari angkuh.
“Tidak benar, aku punya..karena……..aku mencintaimu”seru Oscar penuh keyakinan.
Hibari pun terpana, ia langsung melihat Oscar berbunga-bunga seperti perayaan Natal kakaka (ilusi Hibari lebih aneh dari Nakatsu).
“Merry Christmas”seru Hibari.
“Merry Christmat”jawab Oscar.
Hibari pun mendekat ke arah Oscar, Oscar segera membuang karangan bunga Natalnya (kok bisa?).
Oscar pun mendekat ke arah Hibari, Hibari pun menendang Oscar hingga kesakitan.
“Siapa yang menyuruhmu begitu, kau pikir aku mau? Tapi….aku kira aku bisa pergi denganmu jika itu terjadi”ucap Hibari pada akhirnya.
Oscar pun terkejut tak percaya.
“Mari kita pergi Masao!”ajak Hibari.
“Ya! Hibari-sama!”jawab Oscar bahagia.
“Hibari Four, Hibari Four”seru Oscar seraya mengikuti Hibari dari belakang.

Sano dan Nakatsu berjalan di lorong menuju kafe, Ashiya pun menoleh ke arah mereka.
“Masih ada efek-efek…”guman Nakatsu saat melihat Ashiya yang sangat manis memakai pakaian maid.
“Ke mana saja kalian? Cepat dan segera pergi!”seru Ashiya.
“Eh”, Nakatsu terkejut.
“Fashion show pakaian wanita”jawab Ashiya.
Acara fashion show wanita pun dimulai. Wakil kepala sekolah pun mengumumkan dimulainya acara. Lalu keluarlah Nakao, Sekime dan Nanba yang berpakaian perempuan bergaya bak peragawati *ngakak guling-guling, tapi kostum Nakao yang pas ni kakaka*. Semua murid SMU Osaka dan St. Blossom pun bersora-sorai.
Peserta kedua, Kagurazaka yang juga berpakaian perempuan.
“Kenapa aku di sini?”gumannya. Kagurazaka pun segera kembali ke belakang panggung.
Peserta ketiga, Oscar dan Tennouji.
“Baby!”seru Tennouji. Oscar dan Tennouji pun bergaya bak peragawati tapi gatot muhaha. Lalu Oscar melihat Hibari ia pun mengiriman love-love terbang. Hibari pun meninju love-love terbang tadi hingga pecah kakaka.
“Jelek”seru Hibari.
“Aku di sebut jelek”guman Oscar tak percaya sekaligus sedih.
“Sama seperti yang aku pikir,jelek”tambah Tennouji. Lalu Tennouji pun mengangkat Oscar menuju belakang panggung.

“Itu memang jelek”guman Akiha lalu mengambil gambar.


Lalu peserta ke empat, Nanba, Sekime dan Kayashima.
“Entah kenapa aku merasa bahwa aku secara bertahap datang sebagai wartawan. Ah lupakan saja”guman Nanba.
Lalu tiba-tiba ada seorang gadis datang memberi Sekime bunga. Kayashima pun bergaya bak peragawati (kacau hahaha), Akiha pun semangat memotretnya.
“Ah! Lihat di sini! Di sini!”seru Akiha.
Peserta ke empat, Ashiya mengapit Nakatsu dan Sano.
Sano masih malu-malu. Gaun Ashiya merah menyala kawai desu, Nakatsu dan Sano pakai gaun pink (nggak kebalik yach?) hahaha.
Pengumuman pemenang pun dibacakan, para peserta fashion show berkumpul di atas panggung dengan harap-harap cemas. Dan pemenangnya adalah…..lampu tersorot ke arah Sano kakaka.
“Mizuki adalah wanita sungguhan…”ujar Nakatsu.
“Kalah…”tambah Nanba.
“Tidak”guman Ashiya sedih hahaha.
Anak asrama 2 protes pada juri, kenapa kepala asramanya (Tennouji) tidak menang.
“Kalian, kenapa kalian tidak memilihku?”seru Tennouji.
“Kau tidak bisa melakukannya”jawab anak buah Tennouji bersamaan. Tennouji pun segera melancarkan jurus andalannya, panggung pun jadi ajang perkelahian. Ashiya, Sano dan Nakatsu hanya tertawa melihat ulah sahabat-sahabatnya ini.
Semua murid pun berkumpul di kantin, Nanba bergegas menuju kantin.
“Maka, mari kita bersiap untuk hari setelah festival”seru Nanba.
Semua anak asrama pun bersorak mengiyakan.
“Hei, apa itu hari setelah festival?”tanya Ashiya pada Sekime.
“Puncak festival sekolah, api unggun yang menunjukkan kehidupan…ini akan menyenangkan!”jawab Sekime. Ashiya pun mengangguk mengerti.
“Baiklah! Ayo pesta!”ajak Nakao lalu bergegas pergi, yang diikuti siswa lainnya.
“Kita akan pergi juga”ujar Sano seraya mengusap kepala Ashiya.
“Maaf. Aku meninggalkan sesuatu di kamarku. Kau pergilah duluan”ucap Ashiya.
“Aku mengerti”jawab Sano lalu bergegas pergi.
Ternyata Ashiya bersiap pergi dari asrama, sebelumnya ia menulis kata,”forever in my heart” di jendela kamarnya. Setelah itu Ashiya yang telah berpakaian seragam lengkap mengambil kopernya dan bersiap pergi.
Ashiya pun berhenti sebentar di kantin tempat mereka makan. Ia pun menyentuh dan duduk menempelkan kepalanya di meja tempat ia biasa duduk.
Ashiya pun berpamitan pada Yuujiro.
“Yuujiro”guman Ashiya seraya megusap-usap kepala Yuujiro.
“Aku…aku ingin keluar dari sekolah ini sebagai anak laki-laki. Kau akan memahamiku, kan?”ucap Ashiya. Yuujiro pun seperti mengerti kata-kata Ashiya, ia pun bersedih.
Ashiya keluar dari gerbang asrama, ia pun menoleh ke belakang kembali.
“Terima kasih”guman Ashiya tersenyum lebar.
Ashiya pun melanjutlan perjalanannya melewati taman sekolah, ia pun berhenti sebentar saat melihat bunga-bunga bermekaran. Ternyata Yuujiro menyusul Ashiya.
“Terima kasih! Yuujiro!”seru Ashiya seraya melambaikan tangannya dan melanjutkan langkahnya.
Ashiya pun menghentikan langkahnya, lalu menoleh ke arah samping, dilihatnya teman-temannya telah menunggunya untuk mengantar kepergiannya.
“Kami sudah menduga apa yang akan kau lakukan!”seru Nanba. Ashiya pun terpana.
“Kau benar-benar seperti seorang pria dingin!”tambah Nakatsu. Ashiya pun tersenyum.
“Semuanya…”guman Ashiya, teman-temannya pun tertawa. Di sana juga ada Kagurazaka dan Hibari four.
Ashiya pun berlari menghampiri teman-temannya ini.
“Kenapa kau tidak memberitahu siapapun bahwa kau akan pergi?”tanya Nakatsu.
“Maaf, jika aku mengatakan sesuatu… ini akan menjadi perpisahan yang menyakitkan”jawab Ashiya.
“Apakah kau bercanda denganku…?”tanya Nakatsu.
“Nakatsu…jagalah dirimu”ucap Ashiya. Nakatsu yang tak dapat menahan kesedihannya pun segera pergi meninggalkan semuanya. Sano pun menyusulnya.
Ashiya pun melanjutkan langkahnya.
“Ashiya”ujar salah seorang.
“Semuanya…”ucap Ashiya. Teman-teman Ashiya dari asrama 1 pun tersenyum mengantar kepergian Ashiya dan mengatakan pesan satu-dua patah kata perpisahan.
“Karena kau ada di sini. Ini sangat menyenangkan”ujar salah seorang yang suka mengganggu Ashiya.
“Jangan lupakan kami saat kau kembali ke Amerika”lanjut yang lain.
“Oh”jawab Ashiya.
“Au akan merasa kesepian jika kau tidak ada di sini”tambah yang lain.
“Kami akan menghubungimu ketika kami tampil di TV sebagai duo comic”seru yang lain.
“Kau harus kembali dan menonton kami”tambah yang lain lagi.
“Aku mengerti”jawab Ashiya.
Lalu Ashiya melanjutkan langkahnya, di depannya telah menunggu empat sekawan (Noe dkk, sebut saja begitu). Mereka pun mengingat saat Ashiya mencoba alat pendektesi kebohongan.
“Aku minta maaf karena aku menciptakan detektor kebohongan”ucap Noe.
“Kau tidak akan kehilangan kemana pun kau pergi”lanjut yang lain.
“Ingatlah untuk menyapa ketia kau melihatku di lain waktu”tambah yang lain.
“Kami akan selalu mendukungmu”seru yang lain.
“Terima kasih, semuanya!”ucap Ashiya tersenyum.
Lalu Ashiya melanjutkan langkahnya, di depannya telah menanti anak-anak asrama 1 anak buah Tennouji.
“Semuanya dari asrama 1”ucap Ashiya.
“Ashiya, aku minta maaf telah menyakitimu dengan sepatu berpaku saat marathon. Datanglah ke asrama satu ketika kau kembali di lain waktu”ujar salah satu siswa anak asrama 1 yang pernah melukai Ashiya.
“Perlatan kosmetik, membawaku ke kontes hottie. Aku akan memberikannya kepadamu!”lanjut yang lain.
“Aku bisa mengajarimu bagaimana melawan, kapan saja kau bisa!”tambah yang lain.
“Aku juga bisa mengajarimu judo kapan saja kau inginkan!”seru yang lain.
“Kau…Ada hal yang terlalu banya menarik tentangmu. Jumbo!”lanjut yang lain.
“Aku minta maaf jika aku terus mnyebut kau jelek. Gunakan ini untuk mendapatkan beberapa es krim”tambah yang lain.
“Ketika kita memperbaiki pipa air,salah satu yang pergi ke kamar 205, itu seharusnya aku!”seru yang lain, yang ternyata orang yang di ajak Nakatsu tukeran kamar hahaha.
“Jika kau ingin melakukan beberapa pelatihan. Kau bisa datang menemuiku kapan saja!”tambah yang lain.
“Terima kasih”ucap Ashiya tersenyum.

Ashiya pun melanjutkan langkahnya, namun di depannya telah menunggu anak-anak asrama 3.
“Meskipun itu sangat cepat, tapi kami semua mengakuimu sebagai bagian salah satu dari kami”ucap salah seorang anak asrama 3.
“Tidak ada salah satu dari kami yang tahu bahwa kau seorang gadis. Kau sangat baik”tambah yang lain.
“Maaf mengenai mengejarmu untuk membujukmu bergabung dengan asrama kami”lanjut yang lain.
“Kau begitu keren dalam insiden kecurangan (nakatsu dituduh mencontek)”puji yang lain.
“Kau begitu manis dalam kontes keren”puji yang lain lagi.
“Kau bermain keyboard menakjubkan dalam perayaan live show”ucap yang lain.
“Kau membuat inferensi dalam perburuan harta karun”tambah yang lain.
“Apakah kau tahu namaku?”tanya yang lain.
“Katahiranotsuji, kan?. Jaga diri ya”jawab Ashiya.
“Semua orang jaga diri juga ya”pesan Ashiya.
“Oui”ucap semuanya. Ashiya pun melanjutkan langkahnya.

Di depan Ashiya telah menunggu Kagurazaka yang juga menyampaikan sepatah dua patah kata.
“Aku punya waktu jadi aku di sini”ucap Kagurazaka. Ashiya pun tersenyum.
“Karena kau, aku bisa bersaing dengan Sano. Terima kasih”ucap Kagurazaka.
“Aku tidak benar-benar melakukan apa-apa”ujar Ashiya.
“Dengan kau di sisinya…Aku benar-benar iri dengan Sano, sampai ketemu”ucap Kagurazaka yang bergegas pergi.

Ashiya pun melanjutkan langkahnya, yang telah ditunggu genk Hibari Four.
“St. Blossom”ucap Ashiya.
“Hanayashiki Hibari, dengan…”ujar Ashiya
“Hibari Four”sambung Hibari dkk serempak.
“Tennouji-sama dan aku akan selalu bahagia”ujar Kanna.
“Sekime-kun dan aku akan selalu bahagia!”ujar Erika.
“Kayashima-kun dan aku akan selalu bahagia!”ujar Juri.
“Aku…Nakatsu-san..”ujar Komari namun dipotong teman-temannya.
“Diam Komari”ujar personil Hibari lain serempak (nasib malang Komari kakaka).
“Aku tidak akan menyerah”seru Komari tak menyerah.
“Uh-huh”angguk Ashiya.
“Meskipun banyak yang telah terjadi, tapi kau sangingan terbesarku. Tentu saja! Kita belum menentukan siapa yang menang dan yang kalah”ujar Hibari”.
“Oh"jawab Ashiya. Ashiya pun melanjutkan langkahnya.

Di depannya telah menunggu Sekime.
“Sekime”ucap Ashiya. Sekime tak kuasa menahan kesedihannya, ia pun menangis.
“Aku….memiliki begitu banyak kenangan denganmu, Ashiya….”ujar Sekime, ia pun mengingat kenang-kenangan saat bersama Ashiya.
“Aku tidak tahu apa lagi yang bisa aku katakan…”ucap Sekime.
Dengan mata berkaca-kaca Ashiya berkata,”teman yang pertamaku saat aku datang pertama kali ke sini… itu adalah kau, Sekime..”ucap Ashiya. Ashiya pun mengingat pertemuan pertama kalinya dengan Sekime.
“Aku sangat bahagia! Terima kasih”ucap Ashiya.
Sekime pun tersenyum.

Di belakang Sekime telah berdiri Nakao.
“Nakao”ucap Ashiya.
“Kau…Kau…”ujar Nakao yang tak kuasa melanjutkan kata-katanya karena menahan tangisnya.
“Nakao adalah orang yang sangat lemah lembut . Aku tahu”ucap Ashiya, lalu ia mengingat kenangannya bersama Nakao di penginapan milik ibu Nanba.
“Terima kasih banyak”ucap Ashiya. Nakao pun mengangguk.

Di belakang Nakao telah menunggu Kayashima.
“Kayashima”ucap Ashiya.
“Aku tahu suatu hari…hari ini akan datang..tapiaku tidak bisa…menemukan kata yang tepat”ucap Kayashima yang juga tak kuasa menahan kesedihannya.
“Aku tahu, Kayashima teman yang hangat dan ceria. Menyelamatkan aku begitu banyak”ujar Ashiya.
“Apa aura baik…dengan ini..tentu kemana pun kau pergi. Kau akan baik-baik saja”ucap Kayashima.
“Terima kasih”ujar Ashiya. Kayashima pun mulai menerawang Ashiya, Ashiya pun membalasnya, dan keluarlah aura putih kakaka*abaikan*.

Di belakang Kayashima telah menunggu Tennouji.
“Kepala asrama, Tennouji”ujar Ashiya.
“Mungkin menyakitkan, tapi kau melakukan yang terbaik”puji Tennouji. Lalu Tennouji pun mengingat perjuangan Ashiya.
“Di sekolah ini, kau…adalah lebih laki-laki sejati dari yang lain”seru Tennouji lalu ia meneriakkan yel-yel kebiasaanya.
“Baby”
“Baby”balas Ashiya.

Di belakang Tennouji telah menunggu Oscar.
“Kepala asrama, Himejima”ujar Ashiya. Oscar pun tersenyum.
“Karena kau, asrama 2 menjadi lebih kuat dan lebih indah. Ini akan menjadi kenanganku yang terbaik. Terima kasih karena telah memberiku waktu hidup yang indah”ujar Oscar.
“Ya”ucap Ashiya.

Di belakang Oscar telah menunggu Nanba. Tangis Ashiya pun pecah.
“Nanba-senpai”ujar Ashiya.
“Tenangkan dirimu! Ashiya”seru Nanba, lalu mereka mengingat saat bersama.
“Dengar, tidak peduli apa yang orang lain katakan…ini adalah sekolahmu! Kau selalu dapat meminta bantuan ketika kau membutuhkan kami. Karena kau adalah teman kami”ujar Nanba. Ashiya pun tak kuasa menahan tangisnya.
“Kami akan datang untuk membantumu di manapun kau berada!”lanjut Nanba.
“Oke”ucap Ashiya.

Lalu tiba-tiba datang Akiha.
“Ashiya-kun”seru Akiha.
“Akiha-san”jawab Ashiya. Akiha pun menyerahkan sebuah foto kenangan.
“Ini adalah koleksi foto khusus buatanku. Aku sangat senang dapat memberikan ini kepadamu”ujar Akina. Ashiya pun menerima buku kumpulan foto tersebut.
“Ketika, kau merasa ingin menangis. Itu akan membuatmu tertawa, ketika kau melihat orang-orang idiot”lanjut Akiha.
“Terima kasih”ucap Ashiya.

Lalu tiba-tiba datang kepala sekolah dan wakil kepala sekolah.
“Kepala sekolah”ucap Ashiya. Kepala sekolah pun meminta piagam kelulusan Ashiya yang dibawa wakil kepala sekolah. Lalu kepala sekolah pun membacakan piagam tersebut.
“Kau telah berlajar banyak di sekolah ini. Bungamu telah bersemu dengan indah. Untuk alasan itu, kau sekarang telah lulus dari sekolah ini. Kelas 2-C. Ashiya Mizuki. Selamat atas kelulusanmu”ujar kepala sekolah lalu menyerahkan piagam kelulusan pada Ashiya.
Ashiya pun menerimanya, dan tangisnya pun pecah.
“Terima kasih…banyak”ucap Ashiya. Semua orang pun bertepuk tangan atas kelulusan Ashiya.

Ashiya pun melanjutkan langkahnya, namun tiba-tiba ia mendengar teriakan Nakatsu.
“Mizuki”panggil Nakatsu. Nakatsu pun berlari ke arah Ashiya.
“Nakatsu”ucap Ashiya.
“Aku bahkan belum mengatakan apa-apa”ujar Nakatsu. Ashiya pun berusaha menahan tangisnya.
“Bahkan jika aku sudah menjadi kakek, bahkan jika aku tidak bisa mengingat namaku sendiri, aku tidak akan lupa semua waktu yang kita habiskan bersama. Aku tidak akan pernah lupa”ujar Nakatsu yang juga berkaca-kaca. Lalu ia mengingat saat kebersamaannya bersama Ashiya.
“Bagiku kau,yang terbaik”ucap Nakatsu yang airmatanya sudah tak dapat terbendung lagi.
“Teman terbaik yang pernah kumiliki”seru Nakatsu bangga.
“Aku sudah memutuskan tidak akan menangis”guman Nakatsu kesal.

“Terima kasih”ujar Ashiya. Ashiya pun menangis, Nakatsu pun memeluk Ashiya.
“Aku tidak akan pernah mengucapkan selamat tinggal. Jepang dan Amerika, berada di bumi yang sama. Jika kita ingin bertemu, kita masih bisa melakukannya kapan pun kita inginkan”ujar Nakatsu menenangkan Ashiya.
“Uh-huh”angguk Ashiya.
“Sampai nanti”ucap Nakatsu seraya menyentuh kepala Ashiya.
“Oh”jawab Ashiya.
Ashiya pun melanjutkan langkahnya, di pintu gerbang telah menunggu Sano.
Ashiya pun menangis. Lalu tiba-tiba dr. Umeda datang membunyikan kunci mobilnya.
“Aku akan mengatarmu ke bandara. Tapi, jika tidak ada seortang pun yang berbicara padaku dalam perjalan kembali (minta ditemeni?), aku mungkin jatuh tertidur di belakang kemudi”ujar dr. Umeda (jyah ni dr. Umeda tahu aja, biar Sano dan Ashiya punya waktu bicara ya kakaka).
“Sano, pergi bersama kami”lanjut dr. Umeda.

Ternyata semua anak asrama berlari mengejar Ashiya sampai mobil. Ashiya pun tersenyum melihat kepedulian teman-temannya.
“Aku adalah siswa SMU Osaka, aku bersyukur untuk itu!”seru Ashiya tersenyum. Teman-temannya pun ikut tersenyum walaupun menahan kesedihan.
Dr. Umeda dan Sano yang membawakan koper Ashiya pun naik ke mobil.
“Mari kita antar kepergian Ashiya dengan tersenyum”ajak kepala sekolah.
“Aku berangkat”seru Ashiya. Ashiya pun bergegas naik ke dalam minibus?.
Dari dalam mobil Ashiya melambaikan tangan untuk teman-temannya, yang dibalas lambaian oleh teman-temannya.

Dalam mobil ternyata Sano dan Ashiya duduk terpisah, Sano di tengah dan Ashiya duduk di bangku belakang.
Dr. Umeda memperhatikan dari spion kaca. Sano pun menghampiri Ashiya dan duduk di sampingnya. Dr. Umeda pun ternyum.
“Sama seperti waktu itu, langit biru yang sama”ujar Sano memecah keheningan.
“Eh”ucap Ashiya. Sano hanya terus memandang ke arah langit.
Sano pun mengingat kebersamaan dan semangat-semangat Ashiya yang di berikan padanya. Begitu pula Ashiya, ia mengingat kebersamaannya bersama Sano.

Mereka pun sampai di bandara. Ashiya mengucapkan terima kasih atas bantuan dr. Umeda.
“Sensei…anda membantuku begitu banyak. Terima kasih banyak”ucap Ashiya.
“Aku akan memberitahumu cara membalas budinya”ujar dr. Umeda.
“Uh-huh”jawab Ashiya. Dr. Umeda pun memberi kode pada Ashiya agar berbicara pada Sano. Ashiya pun mengerti ia pun menghampiri Sano.
“Dengan wajah tersenyum, sebut saja bahkan”ujar dr. Umeda terpotong karena menyadari seseorang disampingnya. Ternyata yang ada disampingnya reporter Akiha kakaka.
“Itu sangat menyedihkan”ujar Akiha.
“Dari mau kau datang?”tanya dr. Umeda.
“Dalam bagasi”jawab Akiha.
“Kau tidak pernah menyerah untuk kagum padaku”ejek dr. Umeda.
“Itu benar-benar membawa kembali ke kenangan lama”ucap Akiha berseri-seri lalu mengapit tangan dr. Umeda.
“Jangan memalsukan masa lalu”seru dr. Umeda. Seraya melepaskan tangan Akiha.
“Kau tidak berkedut dan kejang lagi”tanya Akiha. Dr. Umeda pun terkejut dan tersadar ia normal????. Akiha pun senang.
“Hei! Kau suda sembuh dari membenci perempuan!”seru Akiha.
“Mungkin”jawab dr. umeda seraya tersenyum melihat kepergian Ashiya menuju chek in.
“Aku bisa jadi pacarmu lagi, kan?”tanya Akiha.
“Aku akan memikirkannya”jawab dr. Umeda. Lalu bergegas pergi.
“Eh, tunggu….itu mengejutkan”guman Akiha.
“Tunggu aku!”seru Akiha menyusul dr. Umeda, namun dr. Umeda mengusir jauh-jauh Akiha agar tidak dekat-dekat dengannya hahaha.

Sano dan Ashiya pun melihat jam keberangkatan.
“Ini…hampir waktunya”ujar Ashiya.
“Oh, kau….bukan siswa SMU Osaka lagi ya?”ucap Sano.
“Eh” Ashiya terkejut. Ashiya pun melihat piagam kelulusannya.
“Oh”ucap Ashiya.
“Lalu…kau juga bukan seorang pria lagi”lanjut Sano.
“Eh”, Ashiya pun menoleh ke arah Sano.
“Ah”, Sano pun memeluk Ashiya dan menciumnya (nangis di pojokan ama mpi, kenapa scene yamaki ga ada begini hikhikhikhik).
“Lain kali aku akan menemuimu, sampai nanti, Mizuki”ucap Sano.
“Uh-huh”Ashiya mengangguk tersenyum.
Ashiya pun melangkah masuk ke ruang tunggu.

Namun Ashiya menghentikan langkah dan menoleh ke arah Sano.
“Sano! Aku mencintaimu”seru Ashiya.
Sano pun tersenyum begitu pula Ashiya.
Satu bulan kemudian di Amerika, tepatnya California.
Ashiya berpamitan pada orang tuanya.
“Papa, mama, aku pergi!”seru Ashiya.
Ashiya pun berlari ke luar rumah untuk pergi jalan-jalan?. Namun tiba-tiba panah menancap di sampingnya.
Ashiya pun mengambilnya.
“Osaka Sport?”guman Ashiya. Ashiya pun membuka isinya.
“SMU Osaka, akan melakukan perjalanan ke California? Tiga kepala asrama akan membayar untuk perjalan mereka sendiri”.

“Tidak”teriak Ashiya.

---------------------------------------The End-------------------------------------------------


Written by Akina Rf support piku by Elok Rf @PelangiDrama
Yatta, akhirnya selesai juga sinopsis Hana Kimi (Minasan let dance Maru maru Mori Mori bersama-sama*lebay kumat*, yang tadinya sempat kejar tayang sama Indos eh jadi keduluan Indos mana jam tayang diubah ke malam lagi ckckckc. Walaupun nulis ini sempat tertunda gara-gara sidang skripsi ditambah gangguan teknis Aoi chan saia huruf unya ga mau keluar akhirnya selesai juga hahaha. Menulis dan menonton drama ini banyak sekali hikmah yang dapat di ambil, seperti; persahabatan, kejujuran,empati, perhatian, kasih sayang, keluarga, teman,kebohongan dll. Pokoknya dorama yang membuat ari mulai jatuh cinta dengan Maki-chan hahaha. Terimakasih untuk sahabat author PD yang telah membantu menyelesaikan sinopsis ini yang tak bisa disebutkan satu persatu, pokoknya hontouni arigatou gozaimasu ne ^_<; dan reader yang setia menunggu sinopsis ini hohoho.

Sekian sambutan dari ari muhaha....mata aeru yo @next project Kurosagi (Neesan to Imooto no Maki Chan ganbatte ikimashou *sambil ngedepin mata ala Huo Da ke Arai, April dan Saa muhaha).

*Tamra wait me kakaka*

BACA JUGA SINOPSIS LAINNYA



0 comments:

Post a Comment


Friend Link List