Recent Post


[Sinopsis] Baker King (Bread Love and Dreams) 7 Part 1

Do you want to share?

Do you like this story?

Preview Ep 6 ^^
Presiden yang terkejut karena justru Ma Jun yang datang ke workshopnya [rumah terlarang] kemudian mencari Tak Gu di kamar, namun kamar itu kosong dan presiden menemukan surat pamitan dari Tak Gu di meja, begini isinya "Maaf, Presiden. Aku sudah berpikir beberapa kali. Aku rasa aku harus hidup sebagai Kim Tak Gu dan mengatur hidupku sendiri. Jadi, kumohon jangan mencariku. Semoga anda selalu sehat. Selamat tinggal Presiden... dari Kim Tak Gu".
Presiden terlihat sedih dan kecewa. (hiks hiks... aku juga sedih..Tak Gu pergi dari rumah, bahkan sebelum dia sempet manggil ayah pada Presiden)
Sementara itu di tempat yang berbeda, Nyonya Seo dan Manager Han merayakan kemenangan mereka mengusir Mi Sun dan Tak Gu (huh... sebel liat mereka seneng).
Di tempat lain lagi, Tak Gu masih ngobrol sama kakek misterius," Ibuku bilang bahwa di dunia ini kebaikan akan selalu mengalahkan kejahatan, tapi apakah itu benar?", tanya Tak Gu pada kakek dengan polosnya. Kakek tersenyum dan menjawab pertanyaan Tak Gu," Jika kau berharap dunia yang seperti itu, maka itu akan terjadi". Lalu Tak Gu pamitan pada kakek untuk mencari ibunya lagi. Kakek memandang kepergian Tak Gu dan bicara sendiri [untuk Tak Gu] : Kau akan menemukan tujuanmu. Takdir akan mempertemukan kita kembali. Aku berharap kau akan segera menemukan ibumu.
Di tepi sebuah sungai besar, Mi Sun yang hanyut dan terdampar menggerak-gerakkan tangannya. Mi Sun masih hidup!!!

Ep 7
Kepala gangster yang dihajar oleh Tak Gu di pasar [Episode 6] penasaran dengan sosok Tak Gu. Dia kesal pada Tak Gu karena bisa menjadi ancaman bagi gangsternya. Dia menyuruh anak buahnya untuk mengundang Tak Gu datang ke markas mereka [Incheon Wang Ba]. Anak buahnya kaget dengan perintah itu, ternyata kepala gangster itu punya tato kincir angin di lengan kirinya.
Tak Gu melihat sebuah notes untuknya tertempel di kedai kopi. "Jika kau ingin bertemu dengan pria bertato kincir angin. Datanglah ke Incheon Wang Ba".
Tak Gu : "Bu, semuanya akan segera baik. Tunggulah aku sebentar lagi". (sumpah ga tau kenapa, air mataku ngalir gitu aja pas nuntun ini. Jadi selama 12 tahun itu Tak Gu terus berusaha mencari ibunya yang diculik. Dia bahkan rela meninggalkan semua kemewahan yang dimiliki ayahnya. Di dunia ini, bener-bener ada ga ya, anak yang kayak Tak Gu, bahkan waktu 12 tahun tidak menyurutkan harapan dan semangatnya untuk menemukan ibunya. Simply, Tak Gu is magic for me )
Malam harinya, dia datang ke tempat yang disebut dalam notes, Incheon Wang Ba. Sampai di markas gangster, Tak Gu "disambut" dengan ucapan selamat datang oleh para gangster dengan pukulan dan hajaran. Tapi mereka tidak sebanding dengan Tak Gu, karena Tak Gu bisa mengalahkan mereka dengan mudah. (uri Tak Gu keren sangatt ^__^ tapi ko Yoon mesti pake stuntman ya, mungkin Yoon belum bisa bela diri, padahal kalo dia sendiri yang akting fighting itu, pasti tambah keren, tapi ya sudahlah)
Tak Gu membuka pintu markas dan menyapa semuanya dengan cool (para gangster udah ketakutan aja mereka, udah pada gemetaran dan keder, hehehe...) Tak Gu mengeluarkan secarik kertas dan menanyakan pria bertato. Salah satu gangster mencoba ngomong, tapi saking kedernya mpe sulit berkata-kata. "Jika kalian berani membohongiku, bersiaplah menjadi mayat!! Mengerti?!!", ancam Tak Gu. Gangster itu memegang mukanya dan tambah keder mendengar ancaman Tak Gu.
Tiba-tiba terdengar seseorang bertanya "Apa kau Kim Tak Gu?", suara itu adalah suara kepala gangster yang sedang duduk manis sambil memainkan pisau kecilnya [dari tadi Tak Gu tidak melihat ketua gangster karena tertutup anak buah gangster].
Tak Gu melihat pria itu bertato kincir angin di lengannya, dan dalam sekejap amarahnya meluap, Tak Gu seperti ingin menelan pria itu hidup-hidup . Dia ingin segera menghajar pria itu, tetapi tiba-tiba sebuah pisau melayang ke arah Tak Gu, dan dengan sigap Tak Gu berhasil menghindari pisau itu. (sumpaahh keren banget ^^)
Kepala gangster itu merasa tertarik dengan Tak Gu. Tak Gu tanpa basa-basi langsung menanyakan keberadaan ibunya,"Di mana ibuku?". Kepala Gangster heran dengan pertanyaan Tak Gu, lalu dia tertawa dan mengerti niat Tak Gu selama ini. "Alasan selama ini berkeliaran di sekitar Gyeonggi do dan memukuli bawahanku, hanya untuk mencari ibumu yang hilang?". Kepala gangster itu bilang ke Tak Gu kalau dia tidak tahu perihal ibunya yang hilang, dia mencari Tak Gu hanya karena penasaran dengan Tak Gu yang berani memukuli anak buahnya dan dia ingin memberi Tak Gu pelajaran.
Tak Gu marah karena kepala gangster menghina ibunya dan dia langsung menyerang kepala gangster. Mereka saling memukul, bertubi-tubi sampai akhirnya Tak Gu yang menang dan mencengkeram krah baju kepala gangster. "Aku akan membunuhmu!! Di mana ibuku? di mana dia?", teriak Tak Gu. Kepala gangster tidak tahu di mana ibu Tak Gu. Dia lalu dihajar lagi oleh Tak Gu. Kepala gangster ketakutan, dia benar-benar tidak tahu di mana ibu Tak Gu, dia memohon pada Tak Gu agar Tak Gu membiarkannya hidup. Tak Gu tidak bisa mengendalikan dirinya, dia memukul wajah kepala gangster itu lagi karena merasa dibohongi.
Tak Gu yakin kepala gangster itulah yang menculik ibunya karena kepala gangster punya tato kincir angin di lengannya. Lalu bagaimana orang di hadapannya itu bilang tidak tahu mengenai ibunya. Kepala gangster itu menjelaskan kalau dia hanya meniru tato itu dari seorang pria yang satu sel dengannya ketika di penjara, karena menurutnya gambar tato itu keren, (wkwkwkw... tato membawa bencana)
Tak Gu mengamati lagi tato kincir angin di lengan kepala gangster, ternyata tatonya memang berbeda dengan tato kincir angin di lengan pria yang menculik ibunya. Tak Gu terpukul dan merasa kecewa, karena lagi-lagi dia gagal menemukan petunjuk tentang ibunya. [Tak Gu tahu tatonya berbeda karena dia memang pernah melihat pria bertato kincir angin di lengannya ketika dia masih kecil, hanya saja Tak Gu tidak melihat jelas wajah pria itu, hanya mengenali tatonya dan tato kincir angin si kepala gangster itu bertiang, sedangkan tato pria penculik ibunya tidak bertiang]
Tak Gu bertanya lagi pada kepala gangster itu, tapi kepala gangster tetap menggeleng karena dia benar-benar tidak tahu. Tak Gu ingin meninju muka kepala gangster, tangannya sudah terkepal, tetapi dia tidak jadi melakukannya. Tangannya tertahan di udara. Kepala gangster terus meminta maaf pada Tak Gu, akhirnya Tak Gu bangkit dan bertanya,"Jadi di mana pria itu? [pria bertato kincir angin yang sebenarnya] Jika aku pergi ke penjara sekarang, apakah aku bisa menemukannya?". "Aku dengar dia sudah keluar beberapa tahun yang lalu, dia telah meninggalkan dunia lamanya [dunia kriminal]. Sekarang, dia bekerja di toko roti di Incheon", terang kepala gangster.
Tak Gu tanya nama toko roti itu. Kepala gangster itu pelan-pelan bangkit dan mengambil balok kayu di belakangya dan menjawab sambil memukulkan balok kayu ke Tak Gu,"Aku kira namanya, Pal Bong Bakery". Tapi Tak Gu sudah merasakan adanya ancaman bahaya, tangannya langsung menahan balok kayu itu, sehingga dia bisa menangkis pukulan kepala gangster dengan mudah. Tak Gu akhirnya menghajar kepala gangster sampai pingsan.
Tak Gu sendiri ternyata terluka parah, dia tertatih-tatih keluar dari markas gangster, dan menahan air mata di pelupuk matanya, "Baik, aku baik-baik saja bu... Secepatnya aku akan pergi ke Pal Bong Bakery. Aku akan menemukan pria bertato kincir angin. Aku akan pergi ke Pal Bong Bakery" tekad Tak Gu sambil mengusap air matanya yang keluar tanpa bisa ditahan. (sediiihhh... Ya Allah, perjuangan Tak Gu selama belasan tahun untuk mencari ibunya, sungguh bisa bikin aku nangis sesegukan) Tak Gu berusaha jalan, meskipun dengan tertatih-tatih, menuju Pal Bong Bakery.
Pukul 03.00 di Pal Bong Bakery [selanjutnya mungkin aku singkat PBB ya] para staff mulai bekerja membuat roti, menyiapkan tepung, adonan yang sudah difermentasi, membentuk roti, dan lain-lain. [Personil Pal Bong Bakery : Boss Yang, Jin Gu, Paman Gap Soo, Jae Bok, Yang Mi Sun]
Mereka tekun dalam bekerja, dan Boss Yang menyadari ada pegawai yang menghilang. Orang yang dicari itu, Mi Sun ternyata sedang mengendap-endap di ruang penyimpanan roti dan akan memakan cake. Cake sudah sampai di mulut dan siap ditelan sampai Boss Yang dengan teriakan dan tatapan marahnya menghentikan Mi Sun.
Mi Sun disidang di depan semua staff, Boss Yang kesal dengan kelakuan Mi Sun dan memutuskan untuk memotong gaji Mi Sun. Mi Sun kaget, "lagi?" [Jadi Mi Sun ini emang udah kebiasaan suka menyelinap ke ruang penyimpanan roti untuk mencicipi cake buatannya sendiri, dan dia sering dipotong gaji karena ulahnya itu]
Boss Yang memperingatkan Mi Sun, jika Mi Sun mengulangi perbuatannya lagi, maka dia tidak akan segan-segan memotong setengah gaji Mi Sun bahkan mengeluarkannya dari Pal Bong Bakery.
Mi Sun membela diri dengan mengatakan kalau dia tidak melarikan diri, dan dia sudah menciptakan resep cake yang baru. Mi Sun lalu mengambil cake yang dibuatnya untuk dicicipi oleh Boss Yang. Mi Sun menyodorkan cake ke muka Boss Yang, para staff yang lain mulai merasa cemas dengan atmosfir yang tidak enak. Boss Yang menolak mencicipi cake buatan Mi Sun dan menampiknya, tapi karena terlalu keras, cake itu terbang dari tangan Mi Sun dan akhirnya jatuh berantakan di lantai. Mi Sun shock melihat cake yang belum sempat dicicipinya itu hancur. Boss Yang sebenarnya merasa bersalah dengan tindakannya sendiri yang memang sudah keterlaluan, tapi untuk menutupinya dia justru marah-marah lagi dan menyuruh Mi Sun segera membersihkan lantai dan kembali bekerja.
Kekesalan Mi Sun juga sudah memuncak, dia tidak mau lagi menuruti perintah Boss Yang dan bilang kalau dia tidak akan lagi membuat cake. Kemudian, Mi Sun melangkah pergi meninggalkan dapur. Boss Yang terus saja memanggil Mi Sun. Para pegawai yang lain juga cuma bisa diam dan melihat Mi Sun yang ngambek. Paman Gap Soo protes, tetapi demi melihat tatapan tajam Boss Yang, Paman Gap Soo mengkeret juga.
Di lantai bawah [Jadi bangunan Pal Bong Bakery itu ada 2 lantai, lantai bawah sebagai toko sedangkan lantai atas untuk membuat roti, alias dapur. Dan di seberang jalan depan Pal Bong Bakery adalah tempat keluarga Yang dan para pegawai tinggal] Mi Sun ngomel-ngomel sendiri karena ayahnya [Boss Yang] terlalu kolot dan tidak menghargai kreativitas.
Mi Sun membuka pintu dan tersandung hingga jatuh. Dia sangat shock ketika melihat di sampingnya, ada sesosok orang terbaring penuh dengan luka dan darah, Tak Gu!! Mi Sun ketakutan dan dengan kekuatan penuh dia berteriak, membuat semua yang di lantai atas turun dengan panik. Boss Yang yang masih bersalah pada Mi Sun bertanya dengan cemas,"Ada apa Mi Sun? Apa kau baik-baik saja?". Mi Sun dengan muka ketakutan menunjuk-nunjuk Tak Gu yang pingsan dan dikiranya dia sudah meninggal.
Semuanya juga sangat terkejut melihat Tak Gu, kecuali Jin Gu yang kalem. Paman Gap Soo memeriksa Tak Gu untuk memastikan dan "Dia bernafas, dia masih hidup!!" (ya iyalah) Kemudian Tak Gu bergerak sedikit, tapi masih belum sadar dan semuanya langsung mengerubungi Tak Gu. (kayak apa aja ya, mengerubungi)
Nyonya Seo tiba di bandara, dia baru saja pulang dari liburannya di luar negeri. Dan yang pertama kali dia tanyakan kepada pelayannya adalah kemana Manager Han, kenapa tidak menjemputnya. Pelayan bilang bahwa Manager Han sedang sibuk mempersiapkan pesta perayaan ulang tahun Geo Seong. Nyonya Seo kecewa.
Ja Kyung berkomentar pedas tentang kolega bisnis ayahnya yang dianggapnya tidak baik dan tidak menguntungkan perusahaan. Presiden tidak sependapat dengan penilaian Ja Kyung dan menyuruhnya untuk tidak mencampur adukkan masalah bisnis dengan politik. Ja Kyung membela diri bahwa dia hanya belajar dari apa yang dilihatnya. Presiden menegaskan, Ja Kyung tidak perlu ikut campur masalah itu dan menyuruhnya untuk fokus dengan pekerjaannya sebagai kepala Humas. "Ayah..", protes Ja Kyung. Presiden mengingatkan Ja Kyung bahwa mereka sedang ada di kantor, jadi Ja Kyung harus memanggilnya Presiden. Presiden meminta Ja Kyung untuk bertanggung jawab mengurusi undangan pesta perayaan ulang tahun perusahaan. Ja Kyung mengerti. Presiden juga pesan untuk menyediakan satu undangan di kantornya karena dia akan mengirimkannya pada seseorang secara langsung.
Manager Han membuka pintu kantor untuk presiden, dia terkejut melihat Nyonya Seo duduk di dalam. Nyonya Seo mengacuhkan Manager Han dan langsung mendekati suaminya, "Yeobo [sayang]" panggilnya dan langsung memeluk presiden. Manager Han terlihat cemburu, tapi dia hanya diam saja. Nyonya Seo memberi isyarat pada Manager Han, Manager Han mengerti dan langsung keluar.
Nyonya Seo cerita kalau dia melewatkan dua tempat liburannya untuk menghadiri ulang tahun perusahaan dan hanya mengunjungi Ma Jun di Tokyo. Nyonya Seo sangat antusias bercerita, tapi reaksi presiden hanya biasa saja. Nyonya Seo kecewa dengan tanggapan presiden yang acuh padanya meskipun dia baru saja pulang dari 2 bulan perjalanannya, presiden hanya berkata kalau dia ada rapat penting. Nyonya Seo keluar dengan muka kesal.
Manager Han mendekati Nyonya Seo yang masih kesal, dia minta maaf karena tidak menjemput Nyonya Seo di bandara karena dia sangat sibuk. Nyonya Seo cerita pada Manager Han,"Ma Jun menghilang. Aku pergi ke Jepang sebelum aku kembali ke Korea dan dia tidak ada di sana. Setelah dia mengundurkan diri dari sekolah, dia hilang. Aku sangat yakin dia sudah kembali ke Seoul. Dan hanya tinggal satu minggu sebelum ulang tahun perusahaan, dia harus ditemukan sebelum itu. Kita harus memastikan dia hadir dalam pesta. Kita harus menemukannya sebelum suamiku tahu, Jadi..." belum sempat Nyonya Seo meneruskan kata-katanya, Manager Han dengan lembut dan pengertian memegang tangan Nyonya Seo untuk menenangkannya. Nyonya Seo kaget. Manager Han justru khawatir melihat Nyonya Seo, dia memintanya untuk tenang dan istirahat di rumah.

BACA JUGA SINOPSIS LAINNYA



0 comments:

Post a Comment


Friend Link List