Recent Post


[Sinopsis] Down With Love Episode 4 Part 1

Do you want to share?

Do you like this story?

Suatu hari di kantor firma Xiang Yu Ping, Yang Duo (kakak Yang Guo) melamunkan Qi Da Ge aka Lawrence. Dia memandangi kartu nama Lawrance dengan penuh perhatian. Tiba-tiba, datang Bosnya, Xiang Yu Ping. Yan Duo langsung menyembunyikan kartu nama Lawrance. Yu Ping mencari info pada Yang Duo, apa Yang Guo pernah patah hati sebelumnya? Yu Ping khawatir Yang Guo bakal patah hati sejak dia menemukan bahwa kekasih lesbi (pura-pura)Yan Ling ternyata punya hubungan lagi dengan seorang pria tulen.
Yang Duo kaget mendengar pertanyaan Bosnya itu dan akan menyangka ke mana arah pertanyaan bosnya. Yang Duo khawatir kebohongan tentang lesbi itu terungkap.

Tiba-tiba, datang "pacar" Yang Guo, Yan Ling, ke Firma menemui Yang Duo. Yu Ping menatap tajam dan bertanya sinis pada Yan Ling
"Jika kau punya banyak waktu menemuinya, mengapa tak kau habiskan waktu lebih banyak bersama Yang Guo?!"
Yan Ling tak mau Xiang Yu Ping curiga "Aku tentunya harus bersikap baik juga pada kakaknya Yang Guo"

Yu Ping terus saja memandangi Yan Ling, Yan Ling tak enak lalu buru-buru pamit.
Saat keluar ya Ling bingung apa kira-kira kesalahannya. Tiba-tiba dia berpikir ge-er "Apa mung kin pengacara Yu Ping suka padaku?!"
(hehe ga mungkin lah lah..ini cewe ke geeran banget dah !)

Di luar ternyata Yu Ping sedang menunggu Yan Ling. Yan Ling kaget. Yu Ping kali in i bersikap tenang dang bertanya baik-baik pada Yan Ling.
"Apa kamu benar menyukai Yang Guo? Aku tahu cinta tidak ada benar atau salah. Jika kau mencintai orang lain yang lebih cocok, kau ikuti saja perasaanmu"
Yu ping berkata begitu manis sehingga Yan Ling ke ge-eran dan manfsirkan bahwa kata-kata itu berarti Yu Ping menyukai nya (terserah aja deh yang ge-er haha)
Namun Ya Ling masih sadar akan tugas pura-puranya. Dia menjawab tegas :"Tidak ada yang lebih kucintai selain Guo Guo (Yang Guo)"

Yan Ling langsung minta bertemu dengan Yang Guo. Dia menceritakan pertemuannya dengan Yu Ping.
"Yang Guo gimana kalau kita pura-pura putus saja. sepertinya pengacara suka padaku" , pinta Yan Ling.
Yan Guo kesal dan yakin Yan ling mengada-ada, Dia berharap Yan Ling tetep pada perjanjiannya untuk tetep berpura-pura di depan Yu Ping.

Malam hari Yang Guo, di rumah Yu Ping berusaha menenangkan anak-anak Yu Fei dan Yu Ting yang meminta penjelasan mengenai ibu mereka. Yu Fei, sang kakak tak terima mengapa selama ini ibunya tidak mencari mereka berdua.
"Ibumu mungkin merasa kondisi ekonominya juga tidak bisa untuk membesarkan kalian", bela Yang Guo. Yang Guo percaya tidak ada ibu kandung yang rela menelantarkan anaknya". namun Yu Fei tidak percaya
"Dulu juga kami dan ayah tiap hari hidup susah dan makan mie!"
Yu Fei tidak mau menerima ibu mereka dan ingin terus bersama pamannya. Namun Yu Ting kecewa, dia tidak suka kakaknya menjelek-jelekkan ibu mereka.

Yu Ping pulang ke rumah. Saat yang Guo akan pamit pulang. Yu Ping menahannya. Yu Ping tadinya pelan-pelan ingin mengatakan pada Yang Guo mengenai Yan Ling yang ketahuan menghianati Yang Guo.
Yu Ping bicara berputar-putar dan mengawali berbicara mengenai penghiatan dan bagaimana cara terbaik mengatasi jika kita dikhianati seseorang. Namun Yang Guo tidak mengerti arah pembicaraan Yu Ping. Berbicara mengenai pengkhianatan Yang Guo merasa dialah yang telah berkhianat pada Yu Ping karena diam-diam membawa anak-anak menemui ibu kandungnya. Dia merasa Yu Ping telah memergokinya.
Yang Guo langsung hormat minta maaf.
"Maafkan aku , karena aku tidak tega dan kasian pada anak-anak terutama Yu Ting!"
Yu Ping kaget dia yang semula tak tahu menahu akhirnya, malah tahu karena pengakuan tak sengaja Yang Guo. Yang Guo juga kaget tapi dia terlanjut keceplosan mengaku. Yu Ping marah besar. Dia yang sedang berusaha menjauhkan anak-anak dari ibunya, kali ini benar-benar merasa dikhianati Yang Guo. Dia langsung mengusir Yang Guo pulang!
Tak lama kemudia Yu Ping menerima telepon dari Hui Fan. Hui Fan bertanya keadaan dengan Yu Ping. Yu Ping menjawab dengan santai. Hui Fan berkata akan pulang ke Taiwan dan mengajak bertemu nanti.
Namun Yu Ping mengatakan hal itu tidak perlu dengan begitu tenangnya. Hui Fan merasa heran juga sedih mengapa Yu Ping tiba-tiba bicara begitu tenang dan tanpa emosi kepadanya. Hui Fan yang sebenarnya berniat putus untuk rujuk kembali merasa ada yang tidak beres.
Yu ping juga merasa heran kok bisa dia melupakan kisah cintanya selama 7 tahun dan malah beralih kepada Yang Guo yang dia pikir tampilannya seperti perempuan tapi hatinya laki-laki seperti dia.

Yang Guo pulang dengan gelisah dia merasa menyesal kepada diri sendiri karena jatuh cinta dan diam-diam menyimpan harapan pada bosnya namun sekarang dia malah dimarah-marahi.

Keesokan harinya Yang Guo menemui Qi Ke Zhong (michael zhang ku yang cakeeeep). Yang Guo bercerita tentang Yu Ping yang marah-marah padanya tentang ibu kandung anak-anak. Qi Ke Zhong meminta Yang Guo mengerti keadaan Yu Ping yang menjadi korban perceraian juga.
Saat bercerai Yuping berpisah dengan kakaknya yang ikut ayahnya ,sedangkan dia tinggal dengan ibunya. Ibunya lalu menikah dengan duda yang mempunyai anak. Yu Ping kurang kasih sayang dan malah ketika dia SMA ibunya minta dia tinggal sendiri karena di rumah tidak cukup kamar untuk adik-adik tirinya yang mulai besar.

Yu Ping bernegosiasi dengan ibu kandung Yu Fei dan Yu Ting. Ia berkata tidak akan menyerahkan hak asuh anak, namun berbaik hati akan memberikan waktu pada ibunya untuk bersama ana-anak saat liburan musim panas dan dingin selama 3 hari. Yu Ping meminta dia untuk langsung menyetujui usulannya saja, karena dia pasti menang di pengadilan.

Yang Guo menemui Yu Ping. Dia mencoba mengerti Yu Ping dan berbaikan dan minta maaf. Yang Guo juga ingin Yu pIng mengerti keadaan Yu Ting.
Yang Guo lalu menceritakan bahwa dia juga bernasib malang. Keluarga dulu kaya karena ibunya pandai berbisnis. Namun ibunya lalu sakit-sakitan dan menyerahkan bisnis pada ayahnya. Ayahnya kurang pandai berbisnis dan merugi bahkan salah investasi. Saat ibunya meninggal, ayahnya tak tahan dikejar kreditor dan pergi dari rumah, meninggalkan dia dan kakaknya yang masih anak-anak. Uang sedikit yang ada di tangan mereka pun diambil kreditor. Kakaknya yang berjuang untuk makan mereka.
"Apa aku marah pada ayahku?" tanya Yang Guo pada Yu ping "Tidak, walau bagaimanapun aku tidak marah . Aku tetap rindu, ingin tahu keadaan ayah dan ingin bertemu"
Yu Ping memikirkan kata-kata Yang Guo.

Yu Ping keponakannya bertemu ibu kandungnya hari itu. Yang Guo menemani anak-anak ke mall bersama ibu mereka. Yu Ting cepat akrab dengan ibunya. Namun Yu Fei yang masih jaim memilih berjalan di sebelah Yang Guo. Mereka main bersama, lalu ibunya membelikan baju-baju untuk anaknya. Yang Guo lalu mendapat telepon dari Yu Ping. Yang Guo berkata pada ibu kandung anak-anak bahwa waktu keluar mereka sudah habis. Sebelum pulang Ibu memakaikan sweater kepada Yu Ting sambil berkaca-kaca.
"Ibu selalu memimpikan membelikan baju, memakaikan, mengancingkan baju untuk anak ibu. Ibu tak menyangka hari ini mimpi itu terwujud"
"Ibu mengapa menangis, jangan menangis", kata Yu Ting sambil mengelap air mata di pipi ibunya.
"Aku hanya bahagia", kata sang ibu
Yu Ting memeluk ibunya erat-erat. Yu Fei yang jaim juga terharu. Sang ibu lalu buru-buru pergi sebelum ingin menangis lagi.
Saat ibunya pergi Yu Fei baru sadar bahwa ibunya teryata mencintai mereka. Dia berlari mengejar ibunya dan memanggilnya. Ibunya yang kebetulan sedang menyeberang jalan, menengok dengan bahagia karena Yu Fei memanggilnya "ibu".
Sang ibu tak sadar, jika ada mobil kencang dihadapannya, sang ibu pun tertabrak mobil...

Sang ibu segera dibawa ke rumah sakit dan ditangani ke gawat darurat. Yu Fei dan Yu Ting menangis histeris. Yang Guo memeluk anak-anak dan berusaha menenangkannya.
Yu Ping melihat bahwa anak-anak ternyata takut kehilangan ibu kandungnya dan akhirnya menyadari bahwa mereka membutuhkan seorang ibu.
Ternyata ibu mereka luka dalam, dan Yu Ping sebagai keluarga terdekat harus mengurus operasinya. Saat sang ibu akan masuk ke ruang operasi Yu Ping tergerak menemuinya dan berkata "Yakinlah Anda akan selamat. Anda harus sehat, sehingga saya tenang menyerahkan anak-anak pada Anda. Mereka membutuhkan Anda"
Sang ibu bahagia, Yang Guo pun lega mendengar Yu Ping sudah berubah pikiran.

Seminggu kemudian saat sang ibu keluar dari rumah sakit. Yang Guo membantu anak-anak bersiap-siap untuk pergi dan tinggal bersama ibu mereka. Mereka bersemangat tetapi juga tahu pasti merindukan pamannya dan Yang Guo. Yu Fei memeluk Yang Guo erat-erat
"Kakak, walau kakak itu di antara pengasuh paling bodoh dan polos tapi kakaklah yang paling aku cintai."
Yu Ting pun ikut memeluk Yang Guo "Aku mencintai kakak, sedikit di bawah paman"
Yu Fei lalu menggoda Yang Guo "Bagaimana kalau Kakak menjadi tante kami saja dan bersama paman. Aku tidak memyukai Tante Hui Fan". Yang Guo langsug panik mendengarnya.

Yu Ping tak sengaja mendengar pembicaraan mereka. Yu Ping diam-diam menguping dan senyum-senyum senang mendengarkannya. Yang dibicarakan Yu Ting cocok sekali dengan keinginannya.
Yang Guo berusaha menghentikan Yu Fei yang terus ingin menjodohkannya dengan pamannya. Walau ge-er Yang Guo belum mau ketahuan bahwa dia bukan lesbian atau dia harus membayar ganti rugi.

Yang Guo tak sengaja berpapasan dengan Yu Ping yang tengah menguping. Namun dasar Yang Guo dia sedang sakit perut dan malah buang gas di depan Yu Ping (ga rmantis banget deh..kyk yang nulis sinopsis hehe). Yang Guo lalu menghibur Yu Ping dan bercerita dengan kiasan bahwa bagaimana pun Yu Fei dan Yu Ting pasti akan mengingat cinta dan kebaikan pamannya dan tidak akan melupakan pamannya (Yang Guo mengibaratkan dengan seekor anjing..ga keren amat masa Yu Ping disamain ma anjing hehe).

Yang Guo lalu berbicara dengan ragu bahwa setelah anak-anak tidak ada berarti Yu Ping tidak butuh pengasuh anak lagi. Yang Guo sebenernya masih ingin terus bersama Yu Ping di sana. Yu Ping juga demikian namun dia merasa bodoh sebagai laki-laki menyukai Yang Guo.
"Berpisah seperti ini mungkin lebih baik", kata Yu Ping dalam hati. Yu Ping lalu mengiyakan bahwa dia tidak butuh pengasuh/Yang Guo lagi. Yang Guo seperti menyesal ternyata Yu Ping benar melepaskan tidak menahannya sebagai house keeping atau apa di rumahnya.
"Kalau begitu aku akan mengundurkan diri segera", kata Yang Guo berat hati.
"Aku akan memberimu pesangon", kata Yu Ping sama beratnya.
"Tidak perlu gajiku juga selama ini sudah terlalu tinggi, kau tinggal mengitung gaji sampai besok saja", kata Yang Guo . Yang Guo lalu pamit pulang.

Di luar rumah Yang Guo menyenderkan tubuhnya dengan lemas. Keadaan Yu Ping juga tak jauh beda dia merasa berat dan lemas.
"Mengapa perasaanku tetap tak nyaman dan seperti kalah dalam kasus yang besar"
Keesokan harinya Yang Guo dan Yu Ping telah mengantar anak-anak dan ibunya ke bandara. Yu Ping pulang bersama Yang Guo. Yu Ping ingin mengatakan sesuatu. Namun sang pengacara handal ini tiba-tiba merasa lidahnya kelu. Yu Ping khawatir Yang Guo sulit mendapat pekerjaan lagi. Namun Yang Guo berkata bahwa walau sekarang keadaan susah dia harus tetap bersemangat mencari pekerjaan.
Yu Ping lalu membawa Yang Guo ke suatu tempat.

Ternyata Yu Ping telah menyewa orang untuk menyelidiki Yan ling, pacar pura-pura Yang Guo. Yu Ping curiga Yan Ling mengkhianati Yang Guo. Yan Ling kedapatan tengah bersama kekasih prianya. Yang Guo panik dan salah tingkah. Dia bingung harus berbuat atau berekspresi seperti apa.
"Kamu tidak marah?!", tanya Yu Ping heran. Yu Ping merasa ingin membela Yang Guo dan kemudian mendatangi Yan Ling dan pacarnya. Dia lalu menghajar Pacar Yan Ling sampai hidungnya berdarah.
Yang Guo bingung dan berusaha minta maaf pada pacar Yan Ling. Yu Ping membawa Yang Guo pergi dah berkata tak perlu mengasihani laki-laki yang merebut pacarnya itu.
Yu Ping berusaha menghibur Yang Guo yag dikiranya patah hati. Dia mengajak Yang Guo ke lapangan basket dan mengajaknya bermain basket.
Yu Ping selalu main basket jika sedang gundah atau patah hati. Yang Guo bingung dia tidak bisa bermain basket. Yu Ping akhirnya menceritakan pengalaman buruk masa lalunya tentang keluarganya yang broken home, ibu kandungnya yang memintanya pergi dari rumah. Selama ini dia bisa menyalurkan kesedihannya semua itu dengan bermain basket.
Yu ping tidak sadar bahwa caranya melepaskan kesedihan tidak akan sama dengan Yang Guo. Dia lalu mengajak Yang Guo pergi lagi ke suatu tempat
"Aku tahu cara yang pas untukmu!"

Ternyata Yu Ping mengajak Yang Guo ke tempat mereka disekap dan diculik dulu. Yu Ping ingin mencarikan bola kristal yang dipercayai Yang Guo sebagai "Magical Marble". Bola itu pernah hilang saat meraka disekap dulu.
"Mungkin jika kau menemukan dan menyatakan harapanmu akan kekasih idaman kau akan lega"
Yang Guo tersentuh karena Yu Ping masih mengingat tentang bola kristal itu. Bahkan selama ini kakaknya pun kerap mengejek Yang Guo karena percaya pada bola kristal itu.
Namun Yu Ping malah berusaha mencarikannya bola itu walaupun tidak berhasil menemukannya.
"Mengapa kau begitu baik padaku?", tanya Yang Guo yang melihat Yu Ping mencarikan bola kristal untuknya.
"Aku hanya tak ingin kamu terluka, karena aku menganggapmu sebagai...", perkataan Yu Ping terhenti.., dia ragu mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya.

Yu Ping lalu berdiri dan menghampiri yang Guo (Ehm..ehm romantis banget, diiringi ost pula)
Yu ping dengan perlahan berkata
" Karena selama ini aku telah menganggapmu... " Yuping kembali ragu
Dia lalu memeluk Yang Guo "..sebagai saudara", kata Yuping cepat
(ga nyesel nih Yu Ping ngomong sodara doang..hehe)
Yu Ping juga berkata ini karena Yang Guo juga pernah menyelamatkan hidupnya.

"Tenang saja, bomb pun tidak berhasil membunuhku, aku patah hati tetap bisa bertahan dan melanjutkan hidup bahagia", kata Yang Guo sambil beranjak pargi (ya iya orang ga beneran patah hati)
"Anyway, makasih banyak ya Boss", kata Yang Guo dari jauh.
Yu Ping seperti menyesal dan hanya mendapat sapaan Bos dari Yang Guo..


bersambung ke part 2

BACA JUGA SINOPSIS LAINNYA



0 comments:

Post a Comment


Friend Link List