Recent Post


[Sinopsis] Mary Stayed Out All Night / Marry Me Mary! Episode 12 Part 1

Do you want to share?

Do you like this story?



Seo Joon membuka partitur lagu karya Mu Gyul. Ia melihat di bagian pojok kanan atas tertulis musik oleh Kang Moo Gyul dan lirik oleh Wi Mae Ri. Seo Joon melihat Wi Mae Ri yang sedang tersenyum. Ia pun melepaskan head phone nya dan membawa partiturnya keluar.

Ia berkata pada Mu Gyul, “Kau yang membuat tema lagu sementara Wi Mae Ri yang membuat liriknya, benarkan?” Seo Joon melanjutkan, “Apakah kau menyuruhku untuk menyanyikan lagu percintaanmu di sini? Aku tidak akan melakukan ini!” Seo Joon melemparkan kertas partitur itu. Kertas itu bertebaran dan berjatuhan di lantai.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Mu Gyul menahan marah.

“Tidakkah kau mengatakan padaku tadi pagi untuk menjadi diriku sendiri? Jadi, inilah yang aku lakukan,” jawab Seo Joon.

“Mengapa kau tidak bisa menerima ini?”

“Karena aku tidak bisa menyanyikan lagu yang menjijikan”

“Menjijikan?”

Jung In menghentikan mereka. Seo Joon langsung pergi, Jung In menyusul Seo Joon. Mae Ri menatap Mu Gyul yang sangat sebal.

Mae Ri memunguti kertas partitur di lantai. Ia terdiam sejenak dan menyentuh tangan Mu Gyul, menenangkannya.

Mae Ri mengeluarkan banyak barang dan makanan dari tasnya. Mu Gyul heran, “Kenapa kau membawa begitu banyak barang?” Mae Ri menjawab, “Karena aku pikir lebih mahal jika aku harus membeli barang baru”

“Kau bisa menggunakan apa yang aku punya di sini”

Mae Ri menatap Mu Gyul yang hanya berdiri memperhatikannya, “Apa yang kau lakukan? Tidakkah kau akan membantu?”

“Baiklah”

Mereka berdebat mengenai tempat tidur untuk Mae Ri. Dan akhirnya Mu Gyul memutuskan agar Mae Ri tidur bersamanya dengan dibatasi oleh tirai. Mu Gyul memasangkan pembatas tempat tidur Mae Ri dan dirinya. Mae Ri melihat dari kejauhan untuk menentukan apakah batas itu benar-benar sudah berada tepat di tengah-tengah.

“Apakah seperti ini?”

“Sedikit lebih ke kiri” Mu Gyul menggesernya ke kanan.

“Bukan!! Ke kiri!”

“Ah, tetapi ini kiri dariku”

“Kalau begitu pindahkan ke sebelah kananmu”

“Begini, seperti ini bukan”

“Itu justru lebih miring!” teriak Mae Ri.

“Tunggu sebentar” Mu Gyul mencoba untuk membenarkannya. “Bagaimana seperti ini?”

“Baiklah”

“Uh! Menyebalkan”

Mu Gyul pun mulai memasang pembatas itu dan tanpa sengaja tangannya justru terkena bagian runcing.

Mae Ri segera menghampiri Mu Gyul dan menghisap jari Mu Gyul agar darahnya tidak banyak keluar.

“Karena kita akan tinggal bersama, sebaiknya kita mulai dengan ciuman”

Mae Ri melepaskan tangan Mu Gyul, ia duduk di kasur membelakangi Mu Gyul.

“Kau tidak ingin melakukannya? Baiklah jika kau tidak ingin maka jangan lakukan,” lanjut Mu Gyul.

“Sebenarnya ada yang ingin kutanyakan padamu”

“Apa itu?”

“Kenapa kau berpisah dengan Seo Joon?”

“Apakah kau cemburu?” Tanya Mu Gyul dengan senyumnya. Mae Ri sedikit malu untuk menjawab tapi dia kemudian menjawab ya.

“Aku hanya ingin dia bertemu dengan lelaki yang lebih baik dariku.”

“Bagaimana jika dia tidak menemukan lelaki sebaik dirimu?”

Sementara itu Jung In mengajak Seo Joon ke sebuah restoran.

“Aku tidak memiliki perkataan untukmu Direktur.” Seo Joon menunggu jawaban dari Jung In, tetapi Jung In tidak menjawab apa-apa dan terus memakan makanannya. “Aku hanya tidak bisa berdiri melihat Mu Gyul dan Mae Ri bersama.”


Jung In menghentikan makannya, “Bukankah kau sudah memikirkan hal ini sebelum memutuskan untuk kembali?”

“Tapi bagaimana bisa mereka memamerkan perasaan mereka seperti itu?” balan Seo Joon.

“Kalau begitu ceritakan padaku, bagaimana kau berpisah dengan Kang Mu Gyul?”

“Itu terjadi karena kesalahpahaman”

FLASHBACK

Saat itu Seo Joon sedang syuting. Di dekat lokasi syuting ada sebuah mobil yang sepertinya mengawasi. Para staff melihat dengan penasaran. Seo Joon pun melihatnya lalu ia menghampiri mobil itu. Mereka berada di mobil yang ternyata dia adalah mantan tunangan Seo Joon.

“Mengapa kau memutuskan pertunangan kita secara tiba-tiba?” tanya mantan tunangan Seo Joon.

“Karena aku ingin bersama dengan lelaki yang aku cintai,” jawab Seo Joon yakin.

“Maksudmu, lelaki pemain band itu?”

“Ya”

Lelaki itu menatap Seo Joon, “Kau bisa saja hanya menikmati hubungan itu, mengapa kau membuat masalah dalam hidupmu?”

Seo Joon menjawab, “Karena ini lebih menyenangkan daripada menikmati hidup bersamamu.”

Seo Joon memutuskan untuk turun. Tetapi tangannya di pegang oleh mantan tunangannya. Seo Joon memberontak dan terjadilah tarik menarik hingga mengundang perhatian banyak orang. Dan di sana juga ada Mu Gyul yang kemudian langsung pergi meninggalkan Seo Joon.

Seo Joon mencari Mu Gyul dan menemukannya di sebuah kafe. Mu Gyul sedang minum-minum bersama seorang gadis. Tentu saja Seo Joon marah lalu menampar Mu Gyul.

FLASHBACK END

“Jadi maksudmu Mu Gyul salah paham dengan mantan tunanganmu?” tanya Jung In.

“Ya, aku pikir kesalahpahaman itu wajar dalam sebuah hubungan percintaan. Itu normal jika kau mencintai seseorang. Aku pikir tidak perlu ada penjelasan dalam hubungan kami,” jawab Seo Joon.

“Sepertinya saat cinta datang, itu akan menjadi kelemahanmu,” kata Jung In. Seo Joon hanya tersenyum.


Lee Ahn turun dari tangga, Ia memanggil Seo Joon dan menghampirinya. Ia menjelaskan tentang kejadian kemarin bahwa Manager Bang sebenarnya ingin membalas perlakuan Seo Joon, tapi Lee Ahn menghentikannya. Seo Joon tampak malas mendengarkannya.

“Aku tidak tahu apa yang kau dengar, tetapi orang yang menceritakan tentang skandal itu bukan Manager Bang”

“Siapa yang mengatakan itu? Apakah Manager Bang?” tanya Seo Joon.

“Bagaimana kau bisa mengatakan seperti itu?”

Seo Joon tersenyum sinis. “Apakah kau naïf atau bodoh? Kau ini salah jika mendukung manager Bang”

Jung In ikut berbicara, “Aku tahu dia adalah managermu, tapi cobalah untuk berpikir dengan hati-hati. Lebih dari itu aku ingin kau bekerja secara serius denganku. Manager Bang tidak berkata benar”

Lee Ahn tersenyum, “Direktur, jika kau ingin merubah pikiranku. Berbicaralah pada Manager Bang.”

Lee Ahn kembali ke mobilnya. Di sana Manager Bang sudah menunggu. Ia menanyakan apakah Seo Joon mau memohon maaf padanya. Lee Ahn menjelaskan bahwa Seo Joon tetap yakin bahwa Manager Bang yang telah menyebarkan skandalnya.

“Sepertinya dia akan kembali memainkan Wonderful Day. Baiklah aku akan membuatnya menyesal”

Di toko ayah Mae Ri. Ibu Mu Gyul sedang makan di sana. Ia meminta tambahan makanan. Ayah Mae Ri melihat lalu mendekatinya. Ia kaget karena ternyata perempuan itu adalah Ibu Mu Gyul.

“Ah! Kau Ibu playboy itu”

“Ayah Merry Chrismas?”

Ibu Mu Gyul kemudian mencoba menjelaskan perihal cincin Mae Ri yang hilang.


Mae Ri memasukkan makanan yang Ia bawa ke dalam kulkas. Ia membawa semua makanan karena ingin memasakkan makanan favorit Mu Gyul. Mu Gyul yang mendengarnya sudah merasa lapar. Saat menutup kulkasnya, Ia melihat kuitansi.


“10.000.000 won?” ucapnya terkejut. “Apakah cincin itu sangat mahal?” Mu Gyul melihatnya.

“Mengapa kau memberikannya pada Ibuku?” tanya Mu Gyul

“Ibumu sudah berjanji akan mengembalikannya, benarkan?”

“Jika Ibuku tidak mengembalikannya padamu, aku yang akan membayarnya,” kata Mu Gyul dengan wajah sedih.

“Jangan takut, semuanya akan baik-baik saja,” kata Mae Ri mencoba menghibur Mu Gyul.

Ponsel Mae Ri berbunyi. Rupanya yang menelpon itu ayahnya. Mu Gyul segera datang dan ikut mendengarkan percakapan Mae Ri dengan ayahnya.


Ayahnya menanyakan cincin Mae Ri. Mae Ri mencoba untuk pura-pura tidak tahu. Ayahnya memarahi Mae Ri karena cincinnya Ia berikan pada Ibu Mu Gyul. Ayahnya bertanya cincin apa itu sebenarnya. Mae Ri menjawab bahwa sejujurnya itu cincin yang diberikan oleh paman. Ayahnya terkejut. Mae Ri bertanya dimana ayahnya mendengar hal itu. Tetapi ayahnya tidak menjawab pertanyaan Mae Ri dan memarahi Mae Ri karena telah memberikan cincin berharga itu. Ayahnya bertanya sebenarnya apa yang Mae Ri pikirkan. Dan ayahnya memutuskan untuk menemui Mae Ri. Mae Ri panik karena tentu saja Ia tidak berada di rumah Jung In, kemudian Ia menyuruh ayahnya untuk menelpon Direktur Jung In terlebih dahulu. Ayahnya berkata lagi bagaimana bisa Ia memberikan cincinnya kepada seseorang, apakah Mae Ri benar-benar tidak mengakui ayah mertuanya?. Ayah Mae Ri berhenti sejenak dan meneruskan perkataannya bahwa ini pasti karena playboy itu.

Ayah Mae Ri menutup telponnya dan pergi. Mae Ri dan Mu Gyul panik. Mereka keluar dari rumah dan bertepatan dengan kedatangan ayah Mae Ri. Karena tidak ada waktu untuk lari, akhirnya Mae Ri dan Mu Gyul bersembunyi di tong sampah.



Ayah Mae Ri menggedor-gedor pintu rumah Mu Gyul, “Hei Kang Mu Gyul! Cepat keluar! Kau bekerjasama dengan ibumu untuk mendapatkan uang dari putriku? Kau lebih baik mencari cincin putriku dan memberikannya kembali. Tunggu saja, aku akan membunuhmu dengan tanganku.”

“Apa yang akan kita lakukan? Sepertinya ayahmu tidak akan menyerah” tanya Mu Gyul.

“Dia mungkin tidak akan pergi sampai dia menemukanmu. Dia sungguh keras kepala,” ucap Mae Ri.

Mu Gyul dan Mae Ri merasa sangat kedinginan dan kelaparan.

Mu Gyul sudah tidak kuat dengan cuaca dinginnya. Mae Ri panik melihat Mu Gyul. Akhirnya Ia menemukan ide untuk menelpon Jung In.

Jung In terkejut karena Mae Ri menelpon disaat Ia sedang memikirkannya. Mae Ri meminta tolong pada Jung In untuk menelpon ayahnya dan memintanya segera kembali.

Akhirnya Jung In menelepon ayah Mae Ri. Ia menanyakan dimana ayah Mae Ri sekarang dan memintanya untuk segera pulang dan beristirahat. Ayah Mae Ri tidak menaruh kecurigaan apapun pada Jung In. Akhirnya Ia pun memutuskan untuk pulang.



Mu Gyul dan Mae Ri segera masuk rumah. Mereka langsung menghangatkan diri dekat kompor. Mae Ri mencium bau badan mereka sudah seperti sampah. Mu Gyul pun hendak mengambil air untuk mencuci muka. Namun saat di kamar mandi air tidak mengalir, karena airnya beku.


Ayah Mae Ri pulang dari tokonya lebih awal.

Ia bertemu dengan Ibu Mu Gyul di luar toko yang membawa koper besar. Akhirnya Ibu Mu Gyul tinggal di rumah ayah Mae Ri dengan jaminan Ibu Mu Gyul harus mengganti cincin yang telah Ia hilangkan.

Mu Gyul mengambil air di luar. Badannya menggigil kedinginan. Tiba-tiba Jung In menelpon di saat Ia sedang terburu-buru. Jung In ingin membicarakan proyek mereka. Tapi Mu Gyul menolak untuk berkata-kata dan kemudian menutup teleponnya.

Jung In merasa penasaran dengan apa yang dilakukan Mu Gyul. Ia menelpon kembali. Mu Gyul mengatakan, “Bicarakan ini di kantor besok, aku sedang pergi”. Ia lalu melepas baterai ponselnya agar Jung In tidak menelpon lagi. Jung In kesal telponnya ditutup. Ia membenamkan dirinya di kasur.

Mu Gyul masuk ke dalam rumah. Ia membersihkan wajah dan tangan Mae Ri yang sedang tertidur.



Mu Gyul berbaring di kasurnya tetapi belum tertidur. Ia membuka tirai pembatasnya sedikit dan menatap Mae Ri. Ia terkejut saat Mae Ri bergerak, ditutupnya kembali tirai itu. Mu Gyul tersenyum lalu tertidur.

Ayah Mae Ri bangun dari tidurnya. Ketika keluar kamar, Ia melihat Ibu Mu Gyul sedang menyiapkan sarapan untuknya. Ibu Mu Gyul menyuruhnya untuk makan, tetapi Ayah Mae Ri mencurigai Ibu Mu Gyul memasak untuknya agar Ia melupakan hutang cincin yang telah dihilangkan Ibu Mu Gyul. Mereka sedikit berdebat tetapi akhirnya Ayah Mae Ri mau memakan masakan Ibu Mu Gyul.

Mu Gyul mengantar Mae Ri ke rumah Jung In. Ayah Mae Ri juga sedang dalam perjalanan menuju rumah Jung In. Saat berjalan, Ia melihat Mae Ri dan Mu Gyul bergandengan tangan. Ia terkejut dan berteriak menghentikan mereka. Tetapi saat sampai belokan Ia tak melihat apapun. Ia lalu berpikir bahwa itu halusinasinya. Tapi dia berpikir lagi dan segera berlari menuju rumah Jung In untuk memastikan bahwa Mae Ri ada di rumah Jung In.

Mu Gyul dan Mae Ri sedang bersembunyi di dekat situ. Mu Gyul menyuruh Mae Ri untuk segera berlari agar ayahnya tidak mengetahui bahwa Mae Ri sedang di luar.

Mae Ri sampai lebih dulu dari ayahnya. Ketika ayahnya sampai, Ia membukakan pintu untuk ayahnya. Ayah Mae Ri langsung memukul-mukul Mae Ri karena Mae Ri telah memberikan cincin dari Ayah Jung In kepada Ibu Mu Gyul.

“Hentikan Ayah! Ibu Mu Gyul akan berjanji mengembalikannya setelah dari Paris, dia tidak mungkin berbohong kepada pacar anak laki-lakinya, benarkan?”

Ayahnya memandang kesal Mae Ri, “Tidak mungkin? Ibu anak punk itu sudah mengelabuimu. Dia tidak pernah pergi ke Paris. Lalu apa yang akan kau lakukan dengan cincin itu?!!” Ia menarik tangan Mae Ri.

“Benarkah? Ibu Mu Gyul telah berbohong? Dia tidak pergi ke Paris?”

“Apakah kau takut dengan wanita itu sekarang?” Mae Ri hanya terdiam. Ayahnya memarahi Mae Ri lagi sambil memukulnya.


Pertengkaran itu berhenti ketika Pengurus rumah tangga datang. Mereka memberi salam kepada Pengurus rumah tangga. Pengurus rumah tangga berkata pada Mae Ri bahwa Ia akan melanjutkan pelajarannya. Dengan malu-malu, ayah Mae Ri kemudian memutuskan untuk kembali.

Setelah ayahnya pulang, Pengurus rumah tangga bertanya pada Mae Ri apakah Ia mencium bau sampah? Sepertinya bau itu berasal dari tubuh Anda

Mae Ri tersenyum malu-malu.

Mae Ri bertanya pada Pengurus rumah tangga apa yang dilakukan paman

Pengurus rumah tangga menjawab bahwa presiden nanti malam akan berkunjung untuk makan malam bersama. Ia lalu berjalan pergi. Mae Ri membaui badannya sendiri dan ternyata memang bau.


BACA JUGA SINOPSIS LAINNYA



0 comments:

Post a Comment


Friend Link List