Recent Post


[Sinopsis] Mary Stayed Out All Night/Marry Me, Mary! Episode 16-Final

Do you want to share?

Do you like this story?


Episode 16
Di buka dengan percakapan antara Mae-ri dan Mu Gyul.
“Siapa yang kau pilih, aku atau direktur Jung?”tanya Mu Gyul pada Mae-ri.
Mae-ri hanya diam tidak dapat menjawab pertanyaan Mu Gyul, dengan perasaan yang berkecamuk dalam hatinya.
Mu Gyul yang sedari tadi menunggu jawaban Mae-ri merasa kecewa, sedih dan marah (wkwkwk… bahasanya) “Jadi inilah jawabanmu?"tanya Mu Gyul, ia pun mengambil kesimpulan bahwa Mae-ri lebih memilih direktur Jung dibanding dirinya.
Mae-ri masih saja diam tanpa kata (d’masiv mode on), kemudian Mu Gyul meninggalkan Mae-ri yang berkaca-kaca menahan tangisnya.
Tiba-tiba handphone Mae-ri berbunyi,
“Ya, paman”jawab Mae-ri pada ayah Jung In diseberang telepon
“Mae-ri-ah, Jung In-ku sudah sadar”kata ayah Jung In memberikan kabar.
“Benarkah paman?”tanya Mae-ri meyakinkan diri, kemudian Mae-ri segera meninggalkan kantin tempatnya bertemu dengan Mu Gyul tadi.
Di kamar Jung In, dokter sedang memeriksa keadaan Jung In, “Sekarang dia sudah baikan”, kata dokter pada ayah Jung In.
”Terima kasih”ucap ayah Jung In menyampaikan rasa terima kasihnya pada dokter.

“Direktur”panggil Mae-ri yang baru masuk kamar Jung In dengan perasaan cemas,
dan “Mae-ri”panggil Jung In lemah ke Mae-ri.
Kemudian Jung In melanjutkan bicaranya, “Ayah, maaf.. dapatkah kalian meninggalkan kami berdua sebentar”pinta Jung In pada sang ayah.
“Baiklah”jawab ayah Jung In, yang kemudian meninggalkan Jung In dan Mae-ri berdua.
“Direktur, apakah kamu baik-baik saja”tanya Mae-ri pada Jung In, dan Jung In hanya menganggukkan kepala tanda kalau keadaannya sudah membaik.

Sementara itu, di rumahnya, Mu Gyul merasa sedih dan kemudian membereskan barang-barang Mae-ri, mulai dari make up Mae-ri, selimut, sampai mangkok makan mereka.
Kembali ke rumah sakit tempat Jung In dirawat,.
tok..tok..tok suara ketukan pintu dari luar, ayah Jung In masuk kamar, sedangkan Mae-ri keluar meninggalkan mereka.
“Ayah, ada yang ingin aku katakan padamu”kata Jung In mengawali pembicaraan.
“Baiklah”kata ayah Jung In memberikan kesempatan bicara.
Dengan ragu-ragu Jung In bertanya pada ayahnya, ”Apakah kami benar-benar harus menikah?”.
“Kenapa kau mengatakan omong kosong seperti ini?”kata ayah Jung In menanggapi, “Semuanya sudah siap dan kau hanya butuh sembuh”lanjutnya.
“Pengantin wanita tidak siap”seru Jung In.
“Dia akan merubah pikirannya, setelah menikah nanti”kata ayah Jung In yakin.
“Aku benar-benar mencintai Mae-ri”kata Jung In pada ayahnya.
Yang ditanggapi ayahnya dengan pertanyaan, “Lalu apa masalahnya?”.
“Mengapa?”Jung In balik bertanya, “Seharusnya aku suka kalau dia bahagia”lanjutnya dengan sedih, “Jika dia menikah denganku seperti ini, dia tidak akan pernah bahagia”.
“Jika kau mencoba berbicara tentang pria itu, lupakan saja”kata ayah Jung In.
“Apakah ayah ingin aku tidak bahagia sepertimu?”tanya Jung In pada ayahnya, “Selain ibu, ayah memiliki wanita lain yang ada dalam hatimu selama hidupmu ini”lanjutnya, “Yang membuatmu tidak bahagia”, tampak penyesalan pada raut wajah ayah Jung In.
“Tetapi ini menjadi lebih buruk untukku dan ibu, kami hanya dapat melihat, di sampingmu. Tidak dapatkah kamu mempertimbangkan kembali tentang pernikahan ini?”tanya Jung In penuh harap.
“berhentilah berbicara tentang ini”kata ayah Jung In menghentikan. “Istirahatlah!!”lanjutnya.
Di rumahnya, Mu Gyul masih masih sibuk mengepaki barang-barang Mae-ri dan…
“Kang Mu Gyul”suara Mae-ri yang tiba-tiba di depan Mu Gyul dengan napas terengah-engah karena berlarian.
“Inilah jawabanku, kau bodoh”kata Mae-ri pada Mu Gyul, yang menandakan kalau Mae-ri lebih memilih Mu Gyul dibandingkan dengan Jung In.
Mu Gyul terharu dan langsung memeluk Mae-ri (so sweetttt…. Mu Gyul-ah… mau donk dipeluk juga.. ^^). “Terima kasih karena sudah datang”katanya terharu.
“Aku rasa ini sudah terlambat, tapi selamat natal”ucap Mu Gyul sambil membelai rambut Mae-ri,
“Kamu juga, selamat natal Kang Mu Gyul”sambut Mae-ri.
Mereka berpandangan sesaat sebelum handphone Mu Gyul bersuara.
“Angkatlah”kata Mae-ri karena Mu Gyul tidak ingin mengangkat telepon dari Jung In.
“Ya..”suara Mu Gyul mengawali.
“Kang Mu Gyul-shii… maaf, tetapi dapatkah kamu datang ke rumah sakit sebentar?”tanya Jung In pada Mu Gyul.
“Ini tentang Mae-ri. Aku akan menunggu”lanjut Jung In yang langsung menutup handphonenya.
Mu Gyul hanya memandangi Mae-ri dengan bingung.
Di rumah, ayah Jung In tampak resah memikirkan apa yang telah dikatakan Jung In padanya di rumah sakit tadi. Dengan ragu-ragu ayah Jung In menelpon ayah Mae-ri, “Dae Han, ini aku”.
“Ya, kak. Ada apa?”tanya ayah Mae-ri.
“Jung In-ku sudah sadar"kata ayah Jung In memberitahukan keadaan Jung In.
“Benarkah? Ini sebuah pertolongan”sahut ayah Mae-ri.
“Aku sangat gugup karena aku pikir dia seharusnya segera sadar”lanjutnya dengan antusias.
“Aku akan mempercepat rencana pernikahan anak kita”kata ayah Jung In tanpa basa-basi.
“Bukankah akan lebih baik kalau melakukannya setelah menantu Jung sembuh?” tanya ayah Mae-ri.
“Aku akan segera memesan tempatnya”seru ayah Jung In.
“Jadi beritahukan saja pada Mae-ri”lanjutnya.
“Baiklah, aku akan melakukannya”jawab ayah Mae-ri. Setelah telepon ditutup, “Apa yang terjadi dengannya? Dia sangat sibuk”pikir ayah Mae-ri bingung dengan kelakuan hyung-nya ini.

Kembali ke rumah sakit, Mu Gyul sudah berada dalam kamar Jung In.
“Terima kasih karena sudah datang”ucap Jung In pada Mu Gyul.
“Cepat katakan”sahut Mu Gyul tidak bersahabat.
“Baiklah”jawab Jung In.
“Aku berencana akan menikah”,sejenak berhenti kemudian Jung In melanjutkan kalimatnya. “Ini pantas untukku jika harus berkompetisi secara adil denganmu”.
“Kau tahu, kata-katamu tidak pantas diucapkan”sahut Mu Gyul dengan geram.
“Ini bukan persoalan yang dapat kamu percayai atau tidak. Aku hanya mengatakan ini padamu sebagai seorang pria”jelas Jung In.
“Sebenarnya aku tidak paham, tapi terima kasih”jawab Mu Gyul, lalu ia pergi meninggalkan Jung In.
“Kau akan melihat saat itu, Kang Mu Gyul”kata Jung In.
Di rumah Mu Gyul, Mae-ri mengeluarkan barang-barangnya yang telah dikemas Mu Gyul dalam kardus, tiba-tiba handphonenya berbunyi.
“Halo..”kata Mae-ri.
“Wi Mae-ri, sekarang kau dimana?”tanya ayah Mae-ri.
“Aku…”Mae-ri bingung bagaimana mungkin dia mengatakan kalau sekarang dia berada di rumah Mu Gyul, “Di kafe Sora”jawab Mae-ri berbohong.
“Kak Jung Seok baru saja menelpon, dan mengatakan padaku kalau kau sudah pergi beberapa waktu lalu”kata ayah Mae-ri tak percaya. “Apakah kau ditempat playboy itu sekarang? Benarkan?”selidik ayah Mae-ri.
Mae-ri yang merasa ketahuan meminta ijin ayahnya untuk tinggal sebentar di rumah Mu Gyul. “Tidak!! Aku ingin bicara denganmu tentang sesuatu yang penting mengenai pernikahanmu” bentak ayah Mae-ri. “Jadi, cepatlah pulang dan segera kesini..!!”lanjutnya.
Sesampainya di rumah, “Segera menikah?”tanya Mae-ri pada ayahnya.
“Kita harus mempertimbangkan kesembuhan direktur”. “Mengapa dia mempercepat ini?”tanya Mae-ri lagi ke ayahny.
Dan ayah Mae-ri hanya menjawab, “Aku tidak tahu,sekarang semuanya sudah dipersiapkan jadi kau hanya melakukan yang terbaik”lanjut ayah Mae-ri.
Mae-ri hanya menghela napas mendengar ucapan ayahnya.
“Tapi, mengapa kau tidak protes?”tanya ayah Mae-ri curiga.
“Itu bukan masalah”jawab Mae-ri.
“Dan ini tidak seperti yang aku harapkan sampai sekarang. Ayah dan paman memaksa kami menikah, dan tidak menghiraukan apa yang aku katakan”lanjutnya.
Mendengar perkataan putrinya ini ayah Mae-ri merasa bersalah.
“Mae-ri-ah..”kata ayah Mae-ri.
“Aku melakukan ini bukan karena menantu Jung kaya, dan bukan juga karena kak Jung Seok telah membayar semua hutangku, apa yang terjadi dengan ibumu setelah menikah denganku hanya karena cinta?”lanjut ayah Mae-ri.
“Menjaga cinta itu sangat sulit dibanding memulainya,cinta itu tidak sekuat akar, pada kenyataannya hanya menjadi racun saja”jelas ayah mae-ri.
Mae-ri hanya diam mendengarkan ucapan ayahnya.
“Mae-ri”ucap ayah Mae-ri seraya meraih dan menggenggam tangan putrinya, “kebahagiaanmu, ini lebih penting untukku dibanding dengan semua benda yang ada di dunia ini”.
Mae-ri hanya memandangi ayahnya dalam diam.
Mu Gyul sedang asyik memainkan gitarnya di rumah, tiba-tiba ada sms masuk dari Mae-ri,
“Mu Gyul, apa yang sedang kau lakukan?”tanya Mae-ri dalam sms.
“Ini sangat dingin”jawab Mu Gyul, sambil resah menunggu jawaban Mae-ri.
“Aku ingin mengatakan sesuatu”lanjut Mae-ri.
“Kau seharusnya menelpon, mengapa cuma sms?”balas Mu Gyul.
“Aku pikir ini akan mudah dibanding harus bicara denganmu”Mae-ri menjelaskan.
“Apa yang ingin kau bicarakan? Kau menakutiku…”tanya Mu Gyul bingung.
“Mu Gyul-ah… dapatkah kau memberiku waktu 3 hari saja?”tanya Mae-ri.
“Mengapa?”tanya Mu Gyul yang semakin bingung dengan ulah Mae-ri.
“Ini adalah waktu yang ku butuhkan untuk mengakhiri dengan direktur”jawab Mae-ri.

Sebelum Mu Gyul menjawab, Mae-ri mengirim pesan lagi, “Aku tidak dapat bicara banyak padamu. Tapi kau harus percaya kalau aku suka padamu, aku akan mengatakannya saat kita bertemu nanti”.
“Jadi, kita akan bertemu di taman jam 4, setelah 3 hari”jawab Mu Gyul, “aku punya sesuatu yang ingin aku perlihatkan padamu”.
“Baiklah.. aku pasti akan datang, jadi tunggulah aku..”Mae-ri mengakhiri pesannya.
Setelah 3 hari berlalu,
“Mu Gyul-ah.. tunggu sebentar, aku akan datang”, Mae-ri mengirim pesan pada Mu Gyul sedangkan Jung In yang duduk disampingnya hanya diam tanpa ekspresi.
“Apakah anda memakai lotion dan toner?”tanya perias, ya karena hari ini adalah hari pernikahan Mae-ri dan Jung In.
“Ya”jawab Mae-ri.
“Sebelum kita mulai make up, bolehkah saya mengambil barang-barang anda?”tanya perias sambil mengambil tas yang sedari tadi dipegang Mae-ri, “Terima kasih”lanjutnya.
“Aku juga akan mengambil handphone-mu”ucap perias, dengan ragu Mae-ri akhirnya memberikan handphone-nya.
“Ini adalah hari pernikahanmu, mengapa anda terlihat bingung?”tanya perias lagi, Jung In yang mendengar ucapan perias langsung memandangi Mae-ri.
“Saya akan membuat anda lebih cantik, jadi jangan khawatir”lanjut perias dan Mae-ri hanya mengangguk perlahan mendengarnya.

Di lain tempat, Mu Gyul sedang berjalan menuju taman, sambil membayangkan saat dia membonceng Mae-ri dari kejaran ayah Mae-ri dijalan itu, dan setelah sampai ditaman lagi-lagi Mu Gyul teringat saat dia sedang memainkan gitar dan Mae-ri menunggunya sambil duduk diperosotan di taman, Mu Gyul tersenyum mengingat kenangannya bersama Mae-ri.
Kembali ke acara pernikahan, ayah Mae-ri menyambut tamu undangan yang datang, “selamat datang”sapanya pada tamu undangan, “selamat”kata tamu undangan pada ayah Mae-ri, ayah Mae-ri tersenyum bahagia.
“Terima kasih sudah datang”ucap ayah Jung In pada tamu undangan di lain tempat dengan didampingi Jng In.
Diantara tamu undangan tampak Seo Joon yang juga hadir dalam acara pernikahan in.
Seo Joon pun menghampiri mempelai pria.
“Selamat”ucapnya pada Jung In.
“Terima kasih”jawab Jung In
“Jadi sekarang kamu benar-benar menikah”kata Seo Joon.
“Aku pikir, di dunia ini kamu juga akan melakukan sesuatu sekalipun kamu tidak menginginkannya”jawab Jung In menanggapi ucapan Seo Joon.
“Aku berharap kamu akan bahagia walaupun ini sulit untukmu”kata Seo Joon, lalu meninggalkan Jung In. Dan Jung In hanya menghela napas mendengarnya.
Di taman, Mu Gyul mengeluarkan gitarnya dan “Mu Gyul-ah, tunggu sebentar.. aku akan datang”Mu Gyul membaca sms dari Mae-ri dengan bahagia.
Di ruang make up Mae-ri masih sibuk dengan pikirannya sampai, “Apakah anda merasa tidak nyaman?”tanya perias membuyarkan lamunannya.
“Ini adalah hari yang membahagiakan dalam hidup anda, anda sangat cantik”lanjutnya sambil menata gaun Mae-ri.
“Mae-ri-ah, minum ini. Kau tidak makan apapun saat kau mempersiapkan pernikahan ini”ayah Mae-ri datang memberikan minuma.
“Tidak ayah.. aku baik-baik saja”jawab Mae-ri menolak minuman pemberian sang ayah.
“Apakah teman-temanmu tidak datang? Mereka benar-benar kasar karena tidak datang di hari seperti ini”tanya ayah pada Mae-ri.
“Bagaimana pun juga, kau akhirnya menikah dengan menantu Jung”lanjutnya dengan bahagia sedangkan Mae-ri hanya diam mendengar ucapan ayahnya itu.
“Sayang.. kau melihat ini kan?”tanya ayah Mae-ri seolah sedang bicara dengan istrinya, kemudian menangis karena terharu.
“Mengapa aku menangis di hari pernikahan seperti ini?”lanjutnya. “Ini sangat bodoh”.
“Apakah aku dapat mengambil foto kalian?”tanya perias.
“Ya, silahkan”jawab ayah Mae-ri. Lalu Mae-ri berfoto dengan ayahnya
Seo Joon yang berada di ruang resepsi merasa bingung karena tidak menemukan teman-teman Mae-ri dan Mu Gyul, lalu dia menelepon salah satu teman Mu Gyul, Re Oh.
“Ini aku”Seo Joon memulai percakapan.
“Ya, nuna. Ada apa?”tanya Re Oh.
“Aku di tempat pernikahan, kau belum ke sini?”tanya Seo Joon.
“Pernikahan? Apa maksudmu”dengan bingung Re Oh balik bertanya.
“Wi Mae-ri dan direktur Jung menikah hari ini”kata Seo Joon menjelaskan.
“Hei.. lelucon yang bagus. Mengapa Mae-ri menikah?”ucap Re Oh tidak percaya.
“Apa? Aku tidak bercanda”seru Seo Joon.
“Apa?”tanya Re Oh terkejut.
Mu Gyul yang berada di taman memainkan gitarnya dengan diiringi tepukan tangan penonton
Jangan duduk di sini dan menangis, genggam tanganku
Aku akan menjagamu
Aku tidak ingin meninggalkanmu diluar
Karena aku memiliki hatimu dalam hatiku
Aku ingin memahami kesedihanmu
Aku hanya ingin cepat merasakan kehangatan

Jangan duduk disini dan menangis, lihat mataku
Beritahu padaku semua masa lalumu
Hapus semua yang seharusnya kau lupakan
Aku akan selalu disini untukmu
Aku ingin memahami kesedihanmu
Aku hanya ingin cepat merasakan kehangatan

Aku akan berjanji padamu..
Aku dapat berjanji itu karenamu
Aku akan menjagamu
Aku akan selalu disampingmu
Tiba-tiba, “Mu Gyul, Mu Gyul”suara Re Oh memanggil Mu Gyul dengan panik.
“Ini masalah besar! Kau seharusnya tidak di sini seperti ini”lanjutnya.
“Mae-ri dan Direktur Jung akan menikah sekarang”kata Hyung Ri No, “Apa kau tidak tahu?” tanyanya.
“Mengapa kalian mengatakan omong kosong seperti ini?”tanya Mu Gyul tidak percaya.
“Ini benar. Seo Joon nuna menelponku dari tempat pernikahan”jelas Re Oh.
“Mae-ri benar-benar gila?”kata Ji Hye tidak percaya, “Bagaimana mungkin dia tidak mengatakan ini pada kami?”lanjutnya.
“Apa kau tidak akan pergi untuk melakukan sesuatu?”tanya teman Mu Gyul pada Mu Gyul
“Tidak dapatkah kau melakukan sesuatu?”tanya Yo Han.
“Kau harus menghentikan ini”saran Hyung Ri No.
“Kau butuh perahu ke dalam penikahan dan menghentikannya”sahut Yo Han.
"Mu Gyul-shi!! Pergi dan rebut Mae-ri”saran So Ra, “Kau tidak dapat membiarkannya seperti ini”.
Mu Gyul yang sedari tadi hanya mendengarkan ocehan teman-temannya akhirnya mengambil tindakan,
”Kak, bawa gitarku”kata Mu Gyul menitipkan gitarnya pada Ri No, dan langsung berlari menuju tempat pernikahan Mae-ri.
“Ambil Mae-ri kita!!”, “cepat!!”, ucap So Ra memberikan semangat.
“Kang Mu Gyul, kau kau harus membawanya!!”, “kau benar-benar mempesona”kata yang lain.

Dalam gedung pernikahan, “upacara sebentar lagi akan dimulai”ucap pembawa acara.
“Silahkan duduk”lanjutnya mempersilahkan tamu undangan, Seo Joon merasa cemas karena Mu Gyul dan temannya belum juga datang.
Sedangkan Mae-ri masih terdiam dalam ruang make up, “nona., upacara akan dimulai. Silahkan mempersiapkan diri”kata perias pada Mae-ri.
Mu Gyul masih berlari dan berlari mengejar cintanya (wkwkwkwkwk… lebay), sambil berlari Mu Gyul menelpon Mae-ri, tapi tidak diangkat karena Mae-ri sudah bersiap untuk upacara pernikahannya
“Pengantin pria..”kata pembawa acara. Sambil diiringi lagu pernikahan, Jung In menuju altar pernikahan, tanpa ekspresi.

“Dan pengantin wanita tercantik di dunia. Inilah pengantin wanita…”lanjut pembawa cara. Mae-ri menuju altar dengan didampingi sang ayah yang terharu dengan pernikahan putrinya, kemudian ayah Mae-ri menyerahkan Mae-ri pada Jung In sambil mnegusap air matanya.
Mu Gyul sampai acara pernikahan Mae-ri ketika keduanya akan mengucap janji pernikahan, “Pengantin pria dan wanita memberi hormat!”suara pembawa acara memulai, dengan diiringi tepuk tangan penonton Mae-ri dan Jung In saling memberi hormat.
Mu Gyul yang melihat ini ingin menghentikan acara pernikahan, ketika dia melihat Mae-ri yang tersenyum pada Jung In, Mu Gyul merasa ragu dengan sedih Mu Gyul memutuskan untuk pergi meninggalkan tempat pernikahan.
Dengan perasaan kacau Mu Gyul meninggalkan tempat pernikahan.
“Mu Gyul,apa yang terjadi?”tanya teman Mu Gyul dan Mae-ri yang baru sampai.
“Apa yang salah?”tanya Ji Hye bingung melihat Mu Gyul.
“Apa yang harus kita lakukan?”tanya So Ra panik, karena Mu Gyul tidak menjawab pertanyaan mereka dan berlalu begitu saja.
“Upacara pernikahan harus dihentikan”kata Ji Hye, namun Mu Gyul tidak bergeming dan tetap memilih pergi meninggalkan tempat itu.
Sepeninggalan Mu Gyul, teman Mae-ri dan Mu Gyul melihat upacara pernikahan Mae-ri.

“Apakah pengantin pria Jung In bersumpah untuk mencintai pengantin wanita Wi Mae-ri, selamanya?”tanya pemimpin upacara.
Ayah Mae-ri duduk dengan bahagia melihat putrinya yang menikah.
Beberapa lama Jung In tidak menjawab pertanyaan ini, membuat ayah Jung In, Seo Joon dan tamu undangan lainnya merasa cemas.
Dan pertanyaan pun diulang kembali, “Apakah pengantin pria Jung In bersumpah untuk mencintai pengantin wanita Wi Mae-ri, selamanya?”untuk beberapa detik Jung In masih terdiam.
Dan akhirnya Jun In menjawab, “Ya, aku akan mencintai Wi Mae-ri selamanya”. Yang membuat ayah Jung In dan lainnya merasa lega sampai… , “Tetapi, pernikahan ini tidak akan pernah terjadi”lanjut Jung In yang membuat geram ayahnya, Mae-ri hanya memejamkan mata mendengar ucapan Jung In, dan tamu undangan dibuat bingung olehnya.
Jung In berbalik, menghadap tamu undangan, “Aku akan membuat pengumuman pada kalian semua yang hadir diacara hari ini”Jung In mengawali perkataannya, “Pernikahan ini terjadi karena sebuah janji yang dilakukan kedua orang tua kami dimasa lalu”lanjutnya, ayah Jung In dan Mae-ri hanya diam mendengar pernyataan Jung In, “Tetapi kami tidak berencana manikah seperti pernikahan ini”.
Ayah Jung In sudah tidak dapat menahan amarahnya dan “Apa yang kau lakukan sekarang?” tanyanya pada Jung In dengan marah, Jung In hanya diam.
“Menantu Jung, apa-apaan ini?”tanya ayah Mae-ri bingung.
“Maafkan aku”jawab Mae-ri, “Kami akan menjaga cinta yang telah kami pilih”lanjut Mae-ri.
“Mae-ri-ah, bagaimana mungkin….”ayah Mae-ri tidak dapat melanjutkan kalimatnya.
“Maaf ayah..”kata Mae-ri menyesal.
Ayah Mae-ri merasa pusing dengan kelakuan anaknya, sedangkan ayah Jung In terduduk gelisah melihat kejadian ini dan tentu saja tamu undangan sukses dibuat bingung. Kemudian Jung In menggandeng Mae-ri meninggalkan altar pernikahan mereka.

Suara Mu Gyul dalam lagu…
Dia telah membuat kesalahan padaku dengan memilih orang lain
Aku bukan seorang pria yang baik
Dia adalah seorang gadis yang sangat cantik
Mae-ri telah selesai berganti pakaian dan menghampiri Jung In, “Apakah kau baik-baik saja?” tanya Jung In pada Mae-ri.
Mae-ri malah balik bertanya, “Dan kamu, bagaimana?”Jung In hanya mengangguk mendengar pertanyaan Mae-ri.

Lanjut…
Dia benar-benar seorang gadis yang baik
Handphone Mae-ri berbunyi, ia mendapat telepon dari temannya. “Mae-ri-ah, sekarang kau dimana?”tanya So Ra.
“Mae-ri, kau menakuti kami disiang hari seperti ini”ucap Ji Hye, “bagaimana kau dapat menipu kami seperti ini?”lanjutnya.
“Maafkan aku..”jawab Mae-ri, “Aku tidak punya pilihan”.
“Tadi Mu Gyul juga datang ke sini, aku pikir dia benar-benar terkejut”serobot Ri No.
“Apa?”tanya Mae-ri tak kalah terkejut.
“Dia sudah pergi. Jadi kau harus pergi sekarang, kau seharusnya dapat menemukannya”lanjut Ji Hye.
“Cepat!! Cepat!!”ucap teman Mu Gyul menganjurkan.
Mae-ri yang mendengar ini langsung meminta ijin pada Jung In, “Direktur, aku pikir aku harus segera pergi menemui Mu Gyul”katanya, “Aku akan menghubungimu nanti”lanjutnya. Jung In terdiam dengan sedih sepeninggalan Mae-ri.

Ketika kita berjalan bersama
Dia mencoba dengan keras membuatku kami terlihat bagus saat bersama
Wanitaku, dia benar-benar mencintaiku
Wanitaku, dia berkata aku adalah pria terbaik dari pria yang dia kenal
Aku lemah dan memiliki kehidupan yang tidak bertanggung jawab selama hidupku
Bagaimana dia dapat dengan sangat mencintaiku dan menjadi yang terbaik untukku
Sering kali, aku tida seperti diriku sendiri
Aku membuat wanitaku menangis lagi dan aku pun menangis dengannya
Ketika dia nenerlukan tanganku dan dengan lembut berkata padaku
Ayo melangkah maju ke depan
Mu Gyul kembali ke rumahnya, dia hanya terdiam dalam sedih, kemudian menangis mengingat apa yang telah terjadi. Handphone-nya berdering, bukannya mengangkat telepon dia malah mematikannya.
“Mu Gyul-ah, jangan menghentikanku. Kumohon”ucap Mae-ri di dalam taksi menuju taman, tempat mereka bertemu dalam janji yang telah mereka buat. “Paman, kumohon lebih cepat” kata Mae-ri pada supir taksi.
“Ya”jawab pak supir.
“Lebih cepat sedikit”kata Mae-ri tidak sabar, “Aku harus cepat”. Karena merasa sudah dekat Mae-ri turun dari taksi dan berlari menuju taman.
Sementara itu di rumah Mu Gyul, “Mu Gyul-ah!!”panggil Seo Joon sambil mengetuk pintu. Karena tidak ada jawaban SeoJun langsung masuk tanpa permisi. “Kang Mu Gyul”panggilnya, Kemana dia pergi?”gumannya, Seo Joon bingung karena tidak melihat Mu Gyul dan setelah dia menoleh ternyata Mu Gyul sedang berbaring ditempat tidur.
“Mu Gyul-ah”panggil Seo Joon, “Mu Gyul-ah, Mu Gyul-ah”panggilan Seo Joon tidak dihiraukannya, “Mu Gyul-ah, apakah kau baik-baik saja?”tanya Seo Joon pada Mu Gyul. Karena masih saja tidak diindahkan, Seo Joon mengguncang tubuh Mu Gyul dan berteriak memanggilnya, “Kang Mu Gyul!! Kau tidak apa-apa?”.
“Ini sangat ribut”, keluh Mu Gyul masih dengan mata terpejam,
“Hey, Kang Mu Gyul”seru Seo Joon.
“Pergilah”kata Mu Gyul pa Seo Joon.
“Apakah kau sangat terluka?”tanya Seo Joon.
Bukannya menjawab pertanyaan Seo Joon, Mu Gyul malah mengusir Seo Joon kembali, “Aku bilang pergi!!”.
Seo Joon menghela napas dan mengatakan, “Andai saja kau menunggu sebentar, kau akan melihat suatu yang menyenangkan di acara pernikahan”.
“Aku bilang pergi!!”suara Mu Gyul yang marah dan mengejutkan Seo Joon.
“Mereka lari”seru Seo Joon, Mu Gyul mulai mendengarkan perkataan Seo Joon, “Wi Mae-ri dan direktur Jung lari, jadi acara pernikahan dibatalkan”lanjut Seo Joon.
“Apa?”Mu Gyul mulai bangun, “Mengapa mereka lari?”.
“Apa yang kau pikirkan kalau mereka lari saat upacara pernikahan sedang berlangsung?”Seo Joon balik bertanya, “Mereka mengatakan mereka tidak dapat menikah dan sudah menandatangani surat cerai”lanjutnya.
“Apakah ini benar?”tanya Mu Gyul tidak yakin, dan Seo Joon mengangguk membenarkan ucapannya.
Mu Gyul langsung bangun dari tidurnya dan meninggalkan Seo Joon
Mu Gyul berlari menuju taman, “Mae-ri-ah, tunggu sebentar. Sebentar saja”, ucapnya dalam hati
Di tempat lain Jung In sedang dimarahi ayahnya, “Mengapa kau berpikir seperti ini?, jadi kau membuatku menjadi bahan tertawaan”lanjutnya.
“Aku tidak ingin melihatmu lagi”seru ayah Jung In, “Jangan pernah menampakkan diri didepanku lagi”.
“Maafkan aku”ucap Jung In menyesal.
“Hanya ini cara yang dapat menyelesaikannya”lanjutnya.
“Jika aku tidak melakukan ini, anda akan terus menekanku untuk menikahi Mae-ri sampai akhir”Jung In mengungkapkan persaannya.
“Aku mencintai Mae-ri, tetapi aku tidak dapat menikah dengannya sebagai pengganti cintamu, ibu Mae-ri”lanjutnya.
“Kau tidak tahu apa-apa”seru ayah Jung In semakin marah.
“Ibu Mae-ri dan aku…”sebelum melanjutkan ucapannya ayah Jung In terdiam karena melihat ayah Mae-ri yang masuk ke ruangan itu
Dengan bingung ayah Mae-ri bertanya pada Jung In, “Menantu Jung, apa maksudnya?”.
“Ayah..”Jung In terdiam tidak dapat menjelaskan.
“Kak, apa maksudnya?”ayah Mae-ri kembali bertanya pada ayah Jung In.
“Kau menyukai ibu Mae-ri dalam hatimu?”lanjutya.
“Jadi ini alasan mengapa kau mencoba menikahkan manantu Jung dengan Mae-ri-ku?”kata ayah Mae-ri tak percaya.
“Dae Han-ah, ini tidak benar”kata ayah Jung In mencoba menjelaskan.
Tapi ayah Mae-ri tidak percaya, “Apa maksudmu bahwa ini tidak benar?,aku mendengar semuanya”lanjutnya.
“Bagaimana kau dapat melakukan ini?”ayah Mae-ri meminta penjelasan.
“Kau adalah orang yang mengenalkan aku dengan ibu Mae-ri, bagaimana mungkin kau memiliki perasaan itu?”ayah Mae-ri kembali bertanya. Sedangkan ayah Jung In hanya terdiam mendengarkannya.
“Ini tidak benar.. ini tidak benar”kata ayah Mae-ri kemudian pergi meninggalkan keduanya.
“Dae Han-ah..”panggil ayah Jung In dan terduduk lemas memikirkan apa yang telah terjadi, begitu juga dengan Jung In.
Mu Gyul yang baru saja sampai taman mencari keberadaan Mae-ri dan dia menemukan Mae-ri berada ditempat yang sama seperti waktu mereka bersama dulu.
“Mae-ri-ah..”panggil Mu Gyul, tetapi Mae-ri tidak mendengarnya, dia masih sibuk mengatasi dingin yang dirasakannya.

My precious…
My precious …
Mu Gyul menghampiri Mae-ri.
“Mu Gyul-ah..”Mae-ri langsung bangun dari duduknya.
“Kau menungguku sangat lama”kata Mu Gyul.
“Aku sangat berharap banyak padamu”jawab Mae-ri.
“Mengapa kau baru datang sekarang?”lanjutnya.
“Maafkan aku..”sesal Mu Gyul, “Maafkan aku”.
“Aku sudah mengakhiri semuanya dengan direktur, dan datang ke sini, tapi kau tidak ada di sini”ungkap Mae-ri.
“Aku takut”lanjutnya.
“Aku tahu”Mu Gyul masih tidak percaya Mae-ri di depannya.
“Maafkan aku, aku tidak percaya dan marah padamu”lanjutnya.
“Aku pikir aku ragu dengan diriku sendiri, bukan kau”sesalnya.
“Mu Gyul..”panggil Mae-ri.
Lalu Mu Gyul menarik Mae-ri dalam dekapan, “Maafkan aku..”. “Aku benar-benar minta maaf” ucapnya dalam haru.
Mu Gyul mengajak Mae-ri ke rumahnya dan membuatkan minuman hangat untuk Mae-ri.
“Terima kasih”ucap Mae-ri berterimakasih lalu meminumnya, sedangkan Mu Gyul yang berada di sampingnya hanya memandanginya.
“Mu Gyul-ah.., aku punya sesuatu yang ingin ku sampaikan”kata Mae-ri.
“Apa itu?”tanya Mu Gyul penasaran.
Sambil tersenyum Mae-ri mengatakan, “Ini adalah sesuatu yang tidak aku katakan padamu, tentang pernikahan”. Mu Gyul memandangi Mae-ri penuh tanya.
Flashback…

“Apa kau merasa lebih baik?”tanya Mae-ri pada Jung In, dan Jung In hanya menganggukkan kepala.
“Aku membawa apa yang kamu minta”kata Mae-ri. Ternyata yang dimaksud Mae-ri adalah surat cerai mereka, Jung In melihatnya.
“Ini akan menjadi lebih baik, kan?”tanyanya pada Jung In.
“Aku khawatir padamu”kata Jung In.
“Aku memiliki keberanian”jawab Mae-ri. “Karena ini melibatkan masa depanku”lanjutnya.
“Ya, ini akan baik-baik saja”ucap Jung In menenangkan.
“Terima kasih direktur”kata Mae-ri.
Flashback end…
Mu Gyul hanya memandangi Mae-ri, kemudian dia mengingat ucapan Jung In.
“Ini pantas untukku jika harus berkompetisi secara adil denganmu”
“Jadi jangan pernah membencinya”kata Mae-ri menasehati.
Mu Gyul hanya diam dan kemudian menggenggam tangan Mae-ri, “Mae-ri-ah..”panggilnya.
“Hmm?”jawab Mae-ri penuh tanya
“Tutup matamu sebentar”kata Mu Gyul.
“Kau memikirkan hal yang kotor denganku, benarkan?”selidik Mae-ri, Mu Gyul tertawa mendengarnya.
“Baiklah”lanjut Mae-ri sambil menutup matanya.
Mu Gyul mengeluarkan gantungan kalung berbentuk kucing.
“Buka matamu”katanya pada Mae-ri.
Mae-ri mulai membuka matanya, kemudian tersenyum senang melihat hadiah tersebut.
“Ini kucing!!"katanya senang.
“Aku ingin memberikan ini padamu saat natal, tapi aku terlambat. Maaf..”ungkap Mu Gyul, Mae-ri senang mendengarnya.
Sambil geleng kepala.
“Terima kasih”ucap Mae-ri pada Mu Gyul, kemudian menciumnya dan Mu Gyul tersenyum senang dengan hadiahnya
“Apa kau suka ini?”tanya Mu Gyul pada Mae-ri.
“Ya, ini sangat cantik”Mae-ri membenarkan.
“Ini terlihat bagus untukmu”kata Mu Gyul.
“Apakah ini kau?”tanya Mae-ri.
“Mungkin”jawab Mu Gyul, “Apakah ini terlihat seperti aku?”
“Kau adalah kucing”jawab Mae-ri.
“Meaooo”kata Mu Gyul.
“Hati-hati”kata seorang kuli yang membawa barang-barang Jung In, dan Jung In hanya pasrah melihatnya, jadi benar kalau ayahnya mengusirnya.
“Ini perintah presiden”kata asisten pribadi mereka.
“Aku hanya mengepak yang disetujuinya”lanjutnya.
“Jadi ini yang dia inginkan?”tanya Jung In.
“Ya”jawab asisten.
Beliau berkata,"beliau tidak membutuhkan anak yang tidak mematuhi perintah ayahnya”lanjut asisten.
“Beliau juga mengatakan agar anda meminta maaf dengan berlutut atau mengakhiri hubungan antara ayah dan anak, jadi kumohon minta maaflah pada ayah anda. Anda harus melakukannya”saran asisten.
Jung In hanya diam mendengarkan.
“Kumohon.. jagalah ayahku” pinta Jung In.
“Tuan”panggil asisten dan Jung In pun meninggalkan rumah.
“Sponsor kita sudah membatalkan kerja sama kita”kata Jung In dalam rapatnya di kantor.
“Tetapi jika kalian percaya padaku dan bekerja sedikit lebih keras, kita dapat melaluinya sampai tingkat berikutnya”lanjutnya.
“Jangan khawatir direktur. Tim produksi drama tidak akan masuk dalam sebuah masalah”kata salah satu staf.
“Itu benar. Kami akan percaya pada anda”sahut staf yang lain.

Mae-ri menyiapkan makanan untuk Mu Gyul dan memberinya pesan. “Mu Gyul, aku khawatir dengan ayahku, jadi aku ingin melihatnya. Aku membuat sup kacang kedelai. Kau pasti lapar saat bangun. Makan ini.. ”.
Saat dalam perjalanan pulang Jung In menelepon Mae-ri.
“Ya, direktur”jawab Mae-ri.
Jung In mengajak Mae-ri bertemu dengannya, mereka hanya berjalan bersama tanpa sepatah kata yang terucap, kemudian Jung In mulai membuka percakapan.
“Ternyata perceraian lebih mudah dari yang ku pikirkan"ucap Jun In.
"Tetapi ini akan lebih ringan dibandingkan kembali ke awal”jawab Mae-ri.
“Ini agak telat untukku jika harus kembali dari awal”Jung In menanggapi perkataan Mae-ri, Mae-ri hanya menatap Jung In.
Kemudian Jung In melanjutkan, “Aku berpikir tentang, apa yang terjadi jika kita bertemu secara wajar”.
“Aku siap untuk ini, tapi aku sedikit bingung”lanjutnya kembali.
“Terima kasih direktur”ucap Mae-ri.
“Ini pasti sangat sulit ketika menjadi istriku”kata Jung In pada Mae-ri.
“Aku akan pergi sekarang”kata Mae-ri pamit.
Jung In hanya dapat memandangi kepergian Mae-ri.
Sesampainya di rumah, “Ayah”Mae-ri mulai bicara dengan sang ayah.
“Apakah kau tidak ingin melihatku lagi?”tanya Mae-ri pada ayahnya.
“Aku salah, jadi lihatlah aku”pintanya pada sang ayah.
“Jangan bicara padaku”ayah Mae-ri menanggapi.
“Aku tidak ingin melihat wajahmu”lanjutnya.
Mae-ri menunduk merasa bersalah.
“Maafkan aku ayah, tetapi aku tidak punya pilihan lain”ucap Mae-ri.
Ayah Mae-ri menghela napas, geram dengan ulah putrinya.
“Seburuk apapun itu untukmu, mengapa kau melakukan ini?”tanya sang ayah.
“Jika kau berfikir tentang ini, ini adalah kesalahanku karena menjadi orang yang sangat polos. Aku tidak pernah tahu mengapa dia ingin menikahkan kau dengan Jung In”lanjutnya.
"Apa yang ayah katakan?”tanya Mae-ri tidak paham dengan apa yang sedang dibicarakan ayahnya.
“Tidak, tidak apa-apa”jawab ayah Mae-ri bingung, kemudian bertanya, “bagaimana pun juga, bukankah dia akan menyulitkan anaknya?”.
“Mengapa?”tanya Mae-ri tak paham, “Apa terjadi sesuatu pada direktur?”.
Mu Gyul sedang menggarap lagu, kemudian ada telepon masuk.
“Ya, Mae-ri-ah”jawab Mu Gyul sambil tersenyum.
“Mengapa kau pergi tanpa membangunkanku pagi ini?”tanya Mu Gyul.
“Mu Gyul-ah..”suara Mae-ri di seberang telepon.
“Ada yang salah dengan suaramu?’tanya Mu Gyul, “Apakah kau mendapat masalah dengan ayahmu?”tanyanya lagi.
“Tidak, bukan itu”jawab Mae-ri. ”Aku pikir direktur mendapatkan masalah karena aku”kata Mae-ri sambil menghela napas, “apa yang harus ku lakukan?”.
“Hey, apakah kau mengkhawatirkan mantan suamimu di depanku mulai sekarang?”tanya Mu Gyul.
“Bukan seperti itu”jawab Mae-ri.
“Baiklah”jawab Mu Gyul setengah cemburu, “Aku akan mencoba mencari solusi untuknya”. “Gomawo”ucap Mae-ri.
”Oh ya, Mu Gyul-ah.. ayahku benar-benar sakit, jadi aku akan datang besok saat makan malam. Tidak apa-apa kan?”lanjut Mae-ri.
“Yeah..”jawab Mu Gyul.
Setelah menutup telepon, Mae-ri mengeluarkan kalung pemberian Mu Gyul, “Terima kasih, Kang Mu Gyul”serunya sambil tersenyum.
Karena Jung In diusir dari rumah, akhirnya dia tidur di kantor. Tetapi setelah lama memejamkan mata, dia tetap saja tidak dapat tidur. Mesin pemanas yangberada didepannya masih tidak membuatnya nyaman, dengan mencoba berbagai macam posisi tidur dari tengkurap, miring dan telentang masih tidak dapat tidur (wkwkwkwkwkwk… lucu liat ini).
Staf yang lewat depan kantornya masuk dan bertanya, “Direktur, kenapa anda belum pulang?”. Karena tidak ingin stafnya tahu mengenai ‘pengusirannya’ dari rumah, dengan berbohong Jung In menjawab, “Ada banyak pekerjaan yang harus ku kerjakan”.
“Apakah aku perlu mengambilkan kopi?”tanya staf yang agak curiga.
“ya, espresso saja”jawab Jung In.
Setelah staf itu pergi, Jung In menghela napas tidak percaya dengan apa yang telah terjadi.
Dengan kedua koper super besarnya Jung In datang ke rumah Mu Gyul.
“Apa ini?”tanya Mu Gyul bingung melihat tingkah Jung In.
“Aku pikir aku dapat tinggal denganmu untuk sementara”jawab Jung In percaya diri.
“Eh?”Mu Gyul makin bingung, “Kau akan tinggal di rumahku?”.
“Sampai Wonderful Day selesai”kata Jung In.
“Ah.. dan kita memiliki waktu yang pendek, tetapi aku berfikir kita dapat merilis single albummu”.
“Single?”Mu Gyul semakin bingung, “Albumku?”gumannya.
“Kau adalah aset terbesar dari J I Entertaiment”jawab Jung In sambil mendekati Mu Gyul.
“Aku pikir menggunakanmu untuk investasi ini adalah hal yang bagus”lanjutnya.
“Seo Joon juga bersedia untuk ini, jadi bekerjalah dengan baik”.
Mu Gyul hanya memandang Jung In tak percaya.
“Dan apakah kau punya sesuatu untuk dimakan?”tanya Jung In yang kelaparan.
“Apa?”kebingungan Mu Gyul semakin menjadi.
“Ah.. tidak apa-apa”jawab Jung In malu sambil berlalu Mu Gyul memberikan selimut pada Jung In.“Tidurlah di sofa”katanya.
Jung In menjawab, “Aku hanya bisa tidur di kasur”.
“Seperti yang kau lihat, di sini hanya ada satu kasur”jawab Mu Gyul.
“Ambil itu”Jung In menunjuk selimut. “Dan kita tidur bersama”lanjutnya.


“Hey..”Mu Gyul menahan lengan Jung In.
“Ini rumahku, ikuti peraturanku”kalimat Mu Gyul mengingatkan Jung In dengan kalimat yang pernah di ucapkannya (wkwkwkwkwk… senjata makan tuan), dan mau tidak mau Jung In akhirnya tidur di sofa.
“Aku akan membayar hutangku padamu karena telah mengirim Mae-ri kembali”kata Mu Gyul pada Jung In.
“Aku tidak pernah mengirim Mae-ri”komentar Jung In, “Dan perceraian antara kami…”belum sempat melanjutkan kalimatnya Mu Gyul memotong dengan, “apa yang kau bicarakan?”sambil berlalu.
“Tidurlah!”kata Jung In. “Berapa lama?”tanya Mu Gyul merasa Jung In terlalu lama mengendarai. Mu Gyul dan Jung In dalam perjalanan menuju sebuah radio.
“Mungkin sepuluh menit lagi, tapi aku tidak yakin dengan mobil ini”jawab Jung In.
“Apa? Kau sedang merendahkan mobilku sekarang?”tanya Mu Gyul pada Jung In.
“Ini bahkan tidak ada pemanasnya”Jung In menanggapi, “Aku merasa kedinginan seperti akan mati”keluh Jung In.
Mu Gyul tidak percaya bagaimana mungkin seorang yang ‘sekarang’ tidak punya mobil dapat mengatakan itu, “Apa yang salah dengan mobilku?”tanyanya, “Kau menaruh stiker ini pada mobil yang dingin?” (stiker J.I. Entertaiment).
“Apakah kau lupa telah menadatangani kontrak dengan J.I. Entertaiment?”tanya Jung In tak mau kalah.
“Tentu saja tidak”jawab Mu Gyul, “lupakan ini. Apa yang kau inginkan untuk makan malam?"tanya Mu Gyul.
“Makan malam bukan sebuah masalah”kata Jung In, “Jangan mengatakan skandal apapun di radio dan karena akan menjadi masalah lagi”lanjutnya, “ini sangat sulit untuk membersihkannya (skandal)”.
“Membersihkan?”sahut Mu Gyul, “aku ingin makan jajjangmyun”lanjutnya.
Mereka sudah sampai gedung radio, “Ini sangat dingin”keluh Mu Gyul, “Direktur, apakah kau tidak tahu kalau aku tidak suka dingin?”tanya Mu Gyul, “lain kali siapkan pakaian yang hangat”. Jung In hanya diam mendengar ucapan Mu Gyul.
“Aku siap. Ayo pergi”ajak Jung In.
Sesampainya di dalam Mu Gyul di kerubuti penggemar, dan Jung In yang mengamankannya.
Saat dalam perjalanan pulang,karena mengantuk tanpa sadar kepala Mu Gyul sudah berada di pundak Jung In, Jung In tersenyum melihatnya. Saat Mu Gyul terbangun dia melihat Jung In yang masih tersenyum gaje.
“Aisshh…”keluh Mu Gyul dan Jung In pun jadi salah tingkah.
“Kau sudah pulang?”tanya Mae-ri saat melihat Mu Gyul sampai rumah.
“Direktur?”Mae-ri terkejut melihat Jung In yang juga berada di sana, begitu juga dengan Jung In.
“Mae-ri-shi..”panggil Jung In.
“Maafkan aku”kata Mae-ri merasa bersalah pada Jung In, “Aku dengar perusahaan memiliki masalah karena aku”.
“Tidak apa-apa”jawab Jung In, “kita akan mendapatkannya”.
Mae-ri hanya tertenduk menyesal. “Kau terlihat baik”lanjut Jung In, Mu Gyul merasa tidak senang dengan obrolan mantan suami istri ini.
“Kamu juga”jawab Mae-ri dan Mu Gyul makin cemburu dibuatnya.
“Oh.. ini terlihat sangat enak”kata Mu Gyul mengalihkan pembicaraan.
“Makanan”sambil membuka penutup makanan Mae-ri masih penasaran dengan Jung In,“tapi apa yang membuatmu pergi ke rumah Mu Gyul?”tanya Mae-ri.
Jung In bingung menjawabnya,”aah.. aku pikir… aku tinggal di sini dengan Mu Gyul untuk beberapa lama”jawab Jung In terbata-bata, “Dia tidak akan keluar dari pengawasan”.
“Apa yang dia katakan?”tanya Mu Gyul cuek.
“Jadi dimana barang-barangmu?”tanya Mae-ri.
“Wi Mae-ri, duduk. Ayo makan”kata Mu Gyul pada Mae-ri.
“Baiklah”jawab Mae-ri.
“Ayo makan juga”Mae-ri menawarkan makan pada Jung In, Mu Gyul merasa geram.
“Tidak, ini tidak apa-apa”jawab Jung In.
“Aku punya banyak”jawab Mae-ri.
“Apa yang seharusnya kulakukan?”Jung In balik bertanya. Mu Gyul hanya memandanginya dengan cemburu.
“Silahkan duduk”ajak Mae-ri.
Keesokan hari, di kantor Jung In.
“Aku bicara dengan Lee Ahn untuk mengatakan pada majalah drama lainnya”kata Seo Joon pada Jung In, “Tetapi aku pikir mereka juga dibatasi”lanjutnya.
“Terima kasih sudah mengerjakan ini”ucap Jung In.
“Tidak ini adalah kesepakatan yang besar antara teman”kata Seo Joon.
“Tetapi… mengapa kamu mengambil kesempatan ini, bahkan membiarkan Mae-ri pergi ke sisi Mu Gyul?”tanya Seo Joon penasaran.
“Jika kamu mencintai seseorang, kamu tidak dapat mengirim mereka, benar kan?”lanjutnya. “Apa ini menguntungkan untukmu, untuk menerima Mu Gyul sebagai pengganti Mae-ri?”.
“Jika ini terlihat seperti perhitungan, ini agak membingungkan”Jung In menanggapi kalimat Seo Joon.
“Jadi apa ini?”Seo Joon kembali bertanya.
“Aku hanya ingin memperoleh kebebasanku dari ayahku”kata Jung In.
“Apakah dalam cinta atau kerja”lanjutnya.
“Ya, aku paham”seru Seo Joon.
“Terima kasih sudah memahaminya, sekarang aku tidak punya rumah”seru Jung In sambil tersenyum.

Mae-ri sedang memasang kancing pada boneka kucingnya, “Oh, itu Mu Gyul”. Mae-ri melihat Mu Gyul dalam televisi, “Dia terlihat kurus”komentarnya saat melihat Mu Gyul. “Dia kehilangan semua lemak di wajahnya, ini berarti aku akan menangkap ayam,"pikirnya.
Saat di rumah Mu Gyul, “Ini dia” kata Mae-ri menyiapkan makanan untuk Mu Gyul dan Jung In
“Ini kelihatan enak”kata Mu Gyul.
“Ini untuk direktur”Mae-ri memberikan makanan pada Jung In.
“Terima kasih”ucap Jung In.
“Ini untuk Mu Gyul”Mae-ri memberikan jatah makanan Mu Gyul.
“Kau hanya cukup membuat dua saja”kata Mu Gyul.
“Makanlah yang baik agar memperoleh tenaga”seru Mae-ri.
“Hmmm.. ini sangat enak”puji Mu Gyul.
“Benarkah?"tanya Mae-ri.
“Yeah”jawab Mu Gyul.
“Ini. Mu Gyul, makanlah kaki ayam agar mendapatkan kekuatan”kata Mae-ri sambil memberikan kaki ayam miliknya pada Mu Gyul.
“Terima kasih”Mu Gyul dengan senang hati menerimanya, sedangkan Jung In hanya melihat kemesraan mereka.
“Kalian seperti berkencan”Jung In menanggapi (aku jadi bingung, Jung In cemburunya ma sapa ya?? Mae-ri atau… wkwkwkwk).
Kemudian Mu Gyul menawarkan makanannya, karena Jung In hanya diam Mu Gyul langsung meletakkannya dalam mangkuk Jung In, “Makan ini, ini bagus untukmu”katanya.
“Terima kasih, Kang Mu Gyul”. Dan saat Jung In akan memberikan kimchi pada Mu Gyul, “Kimchi ini kelihatannya enak”.
Mu Gyul menolak dengan berkata, “Aku sangat tidak suka kimchi”jawabnya sambil memindahkan mangkuknya (wkwkwkwkwk… lucu).
“Benarkah?”Jung In bertanya sambil menahan kekecewaan, sedangkan Mae-ri hanya melihat tingkah aneh mereka berdua.
“Kau butuh sedikit garam”kata Jung In masih gigih dan langsung memasukkan garam ke mangkuk Mu Gyul.
“Aisshh..”Mu Gyul geram dengan kelakuan direkturnya ini.
Setelah makan, mereka bertiga memiliki agendanya masing-masing. Mae-ri sibuk membaca buku di ayunan, Jung In masih mengontrol bisnisnya, sedangkan Mu Gyul hanya bermain-main.
Jung In melihat berita tentang penampilan Mu Gyul, sampai ada telepon masuk.
“Ya pak”jawabnya, setelah diam beberapa lama,“Ya, aku paham”kata Jung In menanggapi teleponnya. “Terima kasih”ucapnya pada orang di seberang telepon.
“Mae-ri-shi”panggil Jung In pada Mae-ri, “Kita mendapatkannya”kata Jung In.
“Apa?”tanya Mae-ri tidak paham.
“Wonderful Day mendapatkan pengakuan”jawab Jung In.
Mae-ri yang gembira langsung menghampiri Jung In, “Ini sangat hebat”katanya, “Aku sudah bilang padamu ini akan luar biasa”. “Mu Gyul-ah..,wonderful day memperoleh pengakuan”Mae-ri memberitahu Mu Gyul yang sedari tadi pura-pura cuek mendengarkan mereka.
Mu Gyul menjawab, “Ya, aku mendengarnya”.
“Selamat direktur”ucap Mae-ri memberikan selamat.
“Terima kasih untuk semuanya”Jung In berterimakasih pada Mu Gyul
“Aku tidak mengerjakannya dengan suka rela”Mu Gyul menanggapi.
Dan untuk pertama kalinya kita melihat Mu Gyul tersenyum manis pada Jung In yang mengajaknya bersalaman, Mae-ri tersenyum senang melihatnya

Iklan film ‘wonderful day’ pada sebuah bus, yang membuktikan kepopulerannya.
Jung In berjalan beriringan dengan Mae-ri ydng membawa surat cerai mereka yang akhirnya disetujui. (kalo bahasa kita mah, sudah resmi cerai).
Di rumah Mu Gyul, teman-teman Mae-ri dan Mu Gyul datang untuk menyiapkan pesta perceraian Jung In dan Mae-ri.
“Ini kelihatan cantik”komentar teman Mu Gyul setelah memasang spanduk
Sementara teman Mae-ri memasang lilin pada kue, “Bagaimana ini?”tanya teman Mae-ri memperlihatkan spanduk yang belum dipasang.
“Kelihatan bagus”jawab salah satu teman Mu Gyul, sedangakn Mu Gyul menyalakan lilin yang telah terpasang.
“Ayo lihat apakah mereka sudah datang”kata teman Mae-ri.
“Apakah aku harus menunggu diluar?”tanya teman Mu Gyul.
“Mereka datang. Mereka datang”kata teman yang lain, “cepat.. cepat!!”.
Setelah mereka siap dengan penyambutannya, ternyata yang masuk rumah adalah Seo Joon, dan mereka merasa kecewa.
“Ada yang salah dengan wajah kalian?”tanya Seo Joon, “Aku membawa minuman”lanjut Seo Joon
“Hey.. mereka datang”seru teman yang lain.
Dan kali ini yang datang adalah orang sudah mereka tunggu dari tadi, “selamat! Selamat!”ucap mereka serentak.
“Selamat atas perceraian kalian”ucap salah satu dari mereka, “Tiup lilinnya!! Tiup lilinnya..”kata mereka kompak, dan Mae-ri pun meniupnya, “selamat atas perceraian kalian”..
Kemudian mereka semua memakan kuenya dan minum-minum bersama.
Pada suatu hari....
“Tidakkah semua wanita bermimpi tentang pernikahan yang mewah seperti dalam drama?” tanya seorang wanita yang sedang diwawancarai Mae-ri.
“Bagaimana kau dapat berpikir seperti ini?”keluh kekasihnya.
“Aku memikirkan semua ini karena drama”jawab si wanita.
“Drama membuatnya seperti pernikahan selalu memiliki akhir yang bahagia, jadi orang-orang memilih jalan itu”komentar sang pria.
“Apa?”si wanita shock mendengar ucapan kekasihnya, “Apakah kau mengatakan kalau kau tidak berencana untuk menikahiku?”tanyanya. Mae-ri bingung melihat pertengkaran ini.
“Aku tidak berkata seperti itu”kilah si pria.
“Aku tidak mengatakan kalau aku tidak akan menikah”lanjutnya, “Aku mengatakan bahwa menikah tidak akan menjadikan kita tidak bertanggung jawab”.
“Kau kelihatan menjengkelkan”kata si pria.
“Apakah aku seperti orang yang menjengkelkan?”si wanita bertanya, “Aku marah”lanjutnya.
“Mengapa?”, “mengapa?”.
“Apa yang kau maksud dengan mengapa?, kau berkata tidak akan menikahiku”, dan bla bla bla, pertengkaran mereka semakin menjadi, kemudian Mae-ri meninggalkan mereka yang masih bertengkar
“Akhir yang membahagiakan untuk cinta, apakah pernikahan?”tanya Mae-ri dalam hati.
“Aku sangat sibuk menulis skrip tiap harinya dengan pertanyaan-pertanyaan seperti ini dalam pikiranku”.
“Direktur..”panggil Mae-ri saat bertemu Jung In.
“Kau kelihatan baik”kata Jung In.
“Menjadi seorang penulis skrip adalah cita-citaku”Mae-ri menjelaskan, “Sekarang aku kembali kuliah. Aku juga bekerja keras”. “Tapi, kenapa kau disini?”tanya Mae-ri.
“Ayahku kembali ke Korea”jawab Jung In.
“Apakah kesehatannya semakin membaik?”tanyaMae-ri lagi.
“Ya, dia menitipkan salam untuk semua”kata Jung In.
“Senior”panggil adik kelas Mae-ri.
“Apa yang kau lakukan disini?”tanya Mae-ri pada adik kelasnya.
“Siapa pria ini?”si junior balik bertanya.
Mae-ri dan Jung In berpandangan beberapa saat, kemudian Mae-ri menjawab, “Dia mantan suamiku”.
“Kau bohong kan? untuk menolakku”kata si junior tak yakin.
“Ini benar”Jung In memberikan pernyataan, “aku adalah mantan suaminya”.
“Baiklah, aku tidak peduli jika kalian sudah bercerai. Aku menulis lagu untukmu, apakah kau ingin mendengarnya?”si junior masih gigih mengambil hati Mae-ri.
“Aku akan menerimanya kalau aku siap"jawab Mae-ri
“Huh?”tanya si junior.
“Musisi harus sepertimu”Jung In menanggapi.
Seperti biasa Mu Gyul menyanyi di taman.

Aku tidak ingin meninggalkanmu diluar
Karena aku memiliki hatimu dalam hatiku
Aku ingin memahami kesedihanmu
Aku hanya ingin cepat merasakan kehangatan

Jangan duduk disini dan menangis, lihat mataku
Beritahu aku semua masa lalumu
Hapus semua yang seharusnya kau lupakan
Aku akan selalu disini untukmu
Aku ingin memahami kesedihanmu
Aku hanya ingin cepat merasakan kehangatan

Aku akan berjanji padamu..
Aku dapat berjanji itu karenamu
Aku akan menjagamu
Aku akan selalu disampingmu

“Mu Gyul dan aku adalah sama, kami jatuh 12 kali dan kencan untuk 13 kali".
“Jika semuanya telah berubah, itu adalah Mu Gyul yang menjadi penuh dengan kehangatan"kata Mae-ri dalam hati.
Mae-ri dan Mu Gyul membaca buku bersama
“Kang Mu Gyul”panggil Mae-ri. “Tidakkah kau merasa kepanasan setelah membeli pemanas?” tanya Mae-ri.
“Turunkan tekanannya”pinta Mae-ri, “Di sini terasa seperti di sauna”.
“Mengapa?”tanya Mu Gyul santai. “Aku membayar tagihannya dengan uang yang ku dapatkan dari menulis lagu. Jadi apa?”
“Aku lebih suka ketika tempat ini dingin”keluh Mae-ri. “Ketika kita selalu saling menjaga”.
“Hey.., Wi Mae-ri”panggil Mu Gyul. “Jika kau benar-benar merasa bagitu, mengapa tidak rusak saja pemanasnya?”Mu Gyul menghampiri Mae-ri kemudian memeluknya.
“Mu Gyul-ah…”kata Mae-ri . “Ini sangat panas”.
Ditempat syuting..
“Direktur”panggil Seo Joon pada direktur. “Mengapa karakterku seperti ini? Aku tidak paham”.
Direktur menjawab,“Seo Joon ini adalah drama. Semua drama seperti ini”
“Kau benar-benar gila. Aku butuh untuk menjadi nyata dalam akting. Aku tidak akan melakukannya”kata Seo Joon marah dan langsung meninggalkan tempat syuting.
Suara Mae-ri,
Setelah sukses dalam drama, Seo Jun melanjutkan akting sebagai aktris yang paling dicari-cari. Dia selalu kasar, tetapi sebuah rumor mengatakan bahwa rasa setianya sangat mengagumkan. Kami merasa muda saat kami berusia dua puluh tahunan, dan mulai memilih diantara banyaknya persimpangan jalan”.

Mu Gyul dan Mae-ri berjalan beriring disepanjang jalan bersama dan Mu Gyul pun menciumnya.


-------------------------------The End---------------------------

Writen by Ephi RF @pelangidrama.net
Support Piku by Ari RF @pelangidrama.net

BACA JUGA SINOPSIS LAINNYA



0 comments:

Post a Comment


Friend Link List